Pendapatan Turun, Laba PGAS Justru Melonjak 35% di Q1 2026, Kok Bisa?

Abdul Malik • 29 Apr 2026

an image
Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8). PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). ANTARA FOTO/Moch Asim

Laba bersih PGAS Q1 2026 tumbuh 35% YoY menjadi Rp2,09 triliun (US$121,8 juta). Simak kinerja, margin, dan data keuangan lengkap emiten gas BUMN ini.

Bareksa - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat laba bersih US$121,84 juta atau setara sekitar Rp2,09 triliun (setara) untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026, tumbuh sekitar 35,1% dibandingkan Rp1,55 triliun (US$90,19 juta) pada Q1 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Interim tidak diaudit per 31 Maret 2026 yang dirilis resmi perseroan, pendapatan pada Q1 2026 tercatat US$929,56 juta (Rp15,98 triliun), turun tipis 3,8% dari Rp16,6 triliun (US$966,56 juta) di Q1 2025. 

Meski pendapatan sedikit terkoreksi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan lebih signifikan dari Rp14,19 triliun menjadi Rp13,25 triliun, mencerminkan efisiensi operasional yang berpotensi memperkuat profitabilitas ke depan. Laba bruto pun meningkat menjadi Rp2,71 triliun dari Rp2,42 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasi Q1 2026 tercatat US$117,65 juta (Rp2,02 triliun), naik dari US$ 105,87 juta (Rp1,82 triliun) di Q1 2025. Margin laba operasi membaik menjadi ~12,7%, dibandingkan ~11% pada Q1 2025. Hal ini menjadi perhatian pasar sebagai indikator daya tahan margin di tengah fluktuasi harga gas bumi. Laba sebelum pajak melonjak 29,2% menjadi Rp2,34 triliun dari Rp1,81 triliun. 

PGAS merupakan emiten BUMN sektor distribusi dan transmisi gas bumi yang tercatat di BEI.

Grafik Kinerja Keuangan PGAS (Rp triliun)

Sumber: PGAS, diolah

Posisi Keuangan: Ekuitas Menguat, Liabilitas Turun

Total aset PGAS per 31 Maret 2026 tercatat US$6,2 miliar (Rp106,59 triliun), relatif stabil dari Rp107,10 triliun per 31 Desember 2025. Total liabilitas turun dari Rp45,1 triliun menjadi Rp42,52 triliun, mencerminkan perbaikan struktur utang yang berpotensi menjadi perhatian positif investor.  Ekuitas neto perseroan meningkat menjadi Rp64,07 triliun dari Rp61,99 triliun di akhir 2025.

Kas dan setara kas per 31 Maret 2026 tercatat Rp23,37 triliun, meningkat tipis dari Rp22,96 triliun. Rasio debt-to-equity membaik dari 0,73x menjadi 0,66x, sedangkan current ratio naik dari 1,77x menjadi 2,01x, mencerminkan posisi likuiditas jangka pendek yang solid.

Valuasi Saham dan Estimasi Dividend Yield

Berdasarkan harga penutupan PGAS di Rp1.940 per saham pada 27 April 2026 dan EPS Q1 2026 sebesar Rp63,60 (USD 0,0037 × Rp17.183,1), annualized EPS berpotensi mencapai ~Rp254,4. 

Price-to-Earnings (P/E) estimasi berbasis Q1 2026 berada di sekitar 7,6x, dicermati investor sebagai acuan valuasi relatif emiten BUMN energi. Dividen terakhir yang tercatat dalam laporan ini adalah Rp182,08 per saham untuk tahun buku 2024.

Tabel ringkasan keuangan PGAS Q1 2026

Indikator laba rugi
Q1 2026 (Rp T)
Q1 2025 (Rp T)
USD Q1-26 (jt)
Δ YoY

Pendapatan

15,98

16,60

929,6

-3,8%

Beban pokok

(13,25)

(14,19)

(771,6)

-6,6%

Laba bruto

2,71

2,42

158,0

+12,3%

Laba operasi

2,02

1,82

117,6

+11,1%

Laba sebelum pajak

2,34

1,81

136,3

+29,2%

Laba bersih periode

2,09

1,55

121,8

+35,1%

Attr. ke pemilik induk

1,55

1,07

90,4

+45,8%

EPS dasar (IDR / USD)

Rp63,60

Rp44,68

0,0037

+42,3%

Neraca
31 Mar 2026 (Rp T)
31 Des 2025 (Rp T)
USD (M)

Kas & setara kas

23,37

22,96

1,36

Total aset lancar

35,88

35,63

2,09

Total aset tidak lancar

70,70

71,47

4,11

Total aset

106,59

107,10

6,20

Total liabilitas jk. pendek

17,88

20,10

1,04

Total liabilitas jk. panjang

24,63

25,00

1,43

Total liabilitas

42,52

45,10

2,47

Total ekuitas neto

64,07

61,99

3,73

Rasio keuangan
Q1 2026
Pembanding Q1-25

Gross profit margin

~17,0%

~14,6%

Operating profit margin

~12,7%

~11,0%

Net profit margin

~13,1%

~9,3%

Debt-to-equity ratio

~0,66x

~0,73x

Current ratio

~2,01x

~1,77x

EPS Q1-26 (IDR)

Rp63,60

Rp44,68

P/E estimasi (harga Rp1.940)

~7,6x

Est. div. yield (div. FY2024)

~9,38%

Historis dividen PGAS
Dividen/saham (IDR)
Total (Rp T)
Total (USD jt)
Keterangan

Tahun buku 2024

182,08

4,41

271,5

RUPST Mei 2025

Tahun buku 2023

148,31

3,60

222,5

RUPST Mei 2024

Tahun buku 2025

Belum diputuskan

Sumber: PGAS, diolah, asumsi kurs spot penutupan 27/4/2026

Kesimpulan

Laporan keuangan interim Q1 2026 PGAS mencerminkan perbaikan profitabilitas yang signifikan: laba bersih Rp2,09 triliun tumbuh 35% secara tahunan, didorong efisiensi beban pokok yang turun 6,6% meski pendapatan terkoreksi 3,8%. Posisi neraca membaik dengan liabilitas turun dan ekuitas menguat ke Rp64,07 triliun, mencerminkan fondasi keuangan yang berpotensi dicermati investor jangka menengah. Investor perlu memantau pengumuman hasil RUPST 2026 guna mengetahui keputusan distribusi dividen atas laba tahun buku 2025 melalui keterbukaan informasi resmi di BEI (www.idx.co.id).

FAQ

1. Apa bisnis utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)?
PGAS adalah emiten BUMN sektor energi yang bergerak di bidang distribusi, transmisi, dan niaga gas bumi, serta eksplorasi dan produksi migas melalui entitas anak.

2. Berapa laba bersih PGAS Q1 2026 dalam rupiah?
Rp2,09 triliun (US$121,84 juta), tumbuh 35,1% dibandingkan Rp1,55 triliun di Q1 2025. Dihitung berdasarkan kurs spot penutupan 27 April 2026 sebesar Rp17.183,1/USD.

3. Berapa estimasi dividend yield PGAS saat ini?
Berdasarkan dividen terakhir (tahun buku 2024) sebesar Rp182,08 per saham dan harga penutupan PGAS Rp1.940 per 27 April 2026, estimasi dividend yield adalah ~9,38%. Dividen tahun buku 2025 belum diputuskan.

4. Apakah PGAS sudah mengumumkan dividen tahun buku 2025?
Belum. Keputusan dividen FY2025 belum tercantum dalam laporan ini. Pantau keterbukaan informasi RUPST 2026 di BEI (www.idx.co.id).

5. Berapa P/E estimasi PGAS berdasarkan hasil Q1 2026?
Dengan EPS Q1 2026 sebesar Rp63,60 dan annualized ~Rp254,4, serta harga saham Rp1.940, P/E estimasi berada di sekitar 7,6x — berdasarkan kurs Rp17.183,1/USD dan harga penutupan 27 April 2026.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.