Laba TOTL Melesat 37% di Q1 2026, Ditopang Lonjakan Pendapatan Proyek Ventura Bersama

Abdul Malik • 28 Apr 2026

an image
Jajaran direksi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 03 November 2025 di Jakarta. (Dok. Perusahaan)

Laba bersih PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) Q1 2026 naik 37,4% YoY menjadi Rp104,1 miliar. EPS tumbuh dari Rp22 ke Rp30. Simak kinerja lengkap dan analisis untuk investor.

Bareksa - PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan laba bersih Rp104,1 miliar pada kuartal I 2026, naik 37,4% dibandingkan Rp75,79 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Pencapaian ini menjadi perhatian pasar karena pertumbuhan laba bersifat profitable-driven, bukan semata didorong pertumbuhan pendapatan.  

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Q1 2026 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada 27 April 2026, pendapatan usaha tercatat Rp837,72 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp847,43 miliar di Q1 2025 atau hanya turun 1,1% YoY. Namun laba melonjak signifikan, mencerminkan adanya kontribusi pendapatan dari luar operasional konstruksi murni yang substansial. TOTL merupakan emiten sektor konstruksi, bergerak dalam jasa pembangunan gedung komersial, perkantoran, dan infrastruktur.

Faktor penggerak utama adalah lonjakan laba proyek ventura bersama dari hanya Rp2 miliar di Q1 2025 menjadi Rp62,88 miliar di Q1 2026, atau melonjak lebih dari 30 kali lipat. Ini mencerminkan realisasi proyek-proyek yang dikerjakan bersama mitra ventura, yang skala dan progresnya meningkat tajam dalam satu kuartal ini.

Efisiensi Biaya dan Profitabilitas

Laba kotor TOTL tercatat Rp152,8 miliar, turun tipis 3,9% dari Rp158,99 miliar di Q1 2025, dengan gross margin 18,2% (vs 18,8% di Q1 2025). Penurunan margin kotor ini wajar dalam industri konstruksi yang berbasis kontrak, dan masih dicermati sebagai level yang kompetitif. Beban umum dan administrasi naik dari Rp63,14 miliar menjadi Rp75,15 miliar, sejalan dengan ekspansi kapasitas operasional.

Laba sebelum pajak tercatat Rp104,79 miliar, naik 36,7% dari Rp76,67 miliar di Q1 2025. Beban pajak penghasilan kini sangat minimal di Rp692 juta, karena sebagian besar pendapatan dikenakan pajak final. Laba per saham dasar (EPS) naik dari Rp22,22 menjadi Rp30,52 per saham, sebuah pertumbuhan 37,4% yang dapat dicermati sebagai indikator kualitas laba yang meningkat.

Arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp226,54 miliar di Q1 2026, naik signifikan dari Rp158,3 miliar di Q1 2025. Penerimaan dari pelanggan meningkat menjadi Rp1,18 triliun dari Rp910,16 miliar, mencerminkan percepatan penagihan yang mendukung posisi likuiditas perusahaan.

Neraca Solid, Kas Meningkat Tajam

Posisi kas dan setara kas TOTL pada 31 Maret 2026 tercatat Rp1,3 triliun, naik dari Rp1,1 triliun pada akhir 2025, didominasi deposito berjangka Rp1,11 triliun. Total aset meningkat menjadi Rp4,33 triliun dari Rp4,04 triliun pada Desember 2025, mencerminkan ekspansi aktivitas bisnis. Posisi investasi jangka panjang juga meningkat dari Rp207,08 miliar menjadi Rp290,33 miliar, sejalan dengan tambahan investasi ke proyek ventura bersama sebesar Rp20 miliar di kuartal ini.

Total ekuitas tercatat Rp1,43 triliun, tumbuh dari Rp1,33 triliun pada akhir 2025. Perusahaan tidak memiliki utang berbunga (interest-bearing debt), menjadikan struktur permodalannya sangat konservatif dan bebas risiko suku bunga. Dividen tunai terakhir yang dibagikan tercatat Rp255,75 miliar (untuk tahun buku 2024), yang telah dibayarkan penuh pada 18 Juni 2025 berdasarkan keputusan RUPST 15 Mei 2025.

Ringkasan Kinerja Keuangan TOTL Q1 2026

Indikator
Q1 2026
Q1 2025
Perubahan

Pendapatan Usaha

Rp837,72 M

Rp847,43 M

-1,1%

Laba Kotor

Rp152,80 M

Rp158,99 M

-3,9%

Laba Ventura Bersama

Rp62,88 M

Rp2 M

3,038%

Laba Sebelum Pajak

Rp104,79 M

Rp76,67 M

36,7%

Laba Bersih

Rp104,10 M

Rp75,79 M

37,4%

EPS Dasar (Rp)

30,52

22,22

37,4%

Kas & Setara Kas

Rp1,30 T

-

18,4% vs Des-25

Total Aset

Rp4,33 T

-

7% vs Des-25

Total Ekuitas

Rp1,43 T

-

7,8% vs Des-25

Sumber: TOTL, diolah

Rasio Keuangan 

Rasio
Q1 2026
Q1 2025

Gross Profit Margin

18,2%

18,8%

Net Profit Margin

12,4%

8,9%

EPS Dasar (Rp/saham)

30,52

22,22

Current Ratio (estimasi)

~1,2x

-

Sumber: TOTL, diolah

Informasi Dividen Terakhir (Tahun Buku 2024)

Item
Keterangan

Total Dividen

Rp255,75 miliar

Dividen per Saham

Rp75 per saham (Rp255.750.000.000 ÷ 3.410.000.000 saham)

Tanggal RUPST

15 Mei 2025

Tanggal Pembayaran

18 Juni 2025

Payout Ratio (est.)

~61,3% dari laba bersih 2024 (Rp417 M)

Sumber: TOTL, diolah

Belum ada pengumuman dividen untuk tahun buku 2025. Berdasarkan pola historis, pengumuman dividen biasanya dilakukan di RUPST sekitar Mei–Juni.

Catatan Penting bagi Investor

  • Laba bersih naik 37,4% YoY meski pendapatan konstruksi relatif flat — kualitas laba meningkat

  • Lonjakan kontribusi ventura bersama dari Rp2 miliar menjadi Rp62,9 miliar menjadi faktor diferensiasi utama Q1 2026

  • Zero interest-bearing debt — TOTL beroperasi tanpa pinjaman berbunga, sangat konservatif

  • Kas besar Rp1,3 triliun (~90% dalam deposito berjangka), berpotensi mendukung kapasitas dividen ke depan

  • EPS naik ke Rp30,52 dari Rp22,22 — pertumbuhan kualitas earnings yang dapat dicermati

  • Arus kas operasi kuat Rp226,5 miliar di Q1, naik 43% YoY

  • Investasi ke ventura bersama ditambah Rp20 miliar di Q1 2026, mencerminkan ekspansi strategi proyek bersama

  • Dividen historis Rp75/saham untuk tahun buku 2024 — payout ratio sekitar 61%

Kesimpulan

Kinerja TOTL di Q1 2026 mencerminkan peningkatan profitabilitas yang signifikan, terutama didorong oleh lonjakan kontribusi pendapatan proyek ventura bersama yang menjadi faktor pembeda dibandingkan periode sebelumnya. Dengan posisi neraca yang kuat, bebas utang berbunga, dan kas yang besar, TOTL memiliki fleksibilitas finansial yang dapat menjadi perhatian investor dalam mencermati potensi aksi korporasi ke depan, termasuk kebijakan dividen untuk tahun buku 2025.

FAQ

1. Berapa laba bersih TOTL di Q1 2026? 
Laba bersih konsolidasian TOTL di Q1 2026 tercatat Rp104,10 miliar, naik 37,4% dari Rp75,79 miliar di Q1 2025.

2. Apa penyebab utama lonjakan laba TOTL di Q1 2026? 
Faktor utama adalah lonjakan laba dari proyek ventura bersama yang melonjak dari Rp2 miliar menjadi Rp62,88 miliar, meningkat lebih dari 30 kali lipat sementara pendapatan konstruksi inti relatif stabil.

3. Berapa dividen terakhir yang dibagikan TOTL? 
Dividen tunai terakhir adalah Rp75 per saham (total Rp255,75 miliar) untuk tahun buku 2024, diputuskan di RUPST 15 Mei 2025 dan dibayarkan penuh pada 18 Juni 2025.

4. Apakah TOTL memiliki utang bank? 
Tidak. TOTL beroperasi tanpa pinjaman berbunga (interest-bearing debt), dengan posisi net cash yang kuat dan kas Rp1,3 triliun per 31 Maret 2026.

5. Apa bisnis utama TOTL? 
TOTL adalah emiten sektor konstruksi yang bergerak dalam jasa pembangunan gedung komersial, perkantoran, fasilitas industri, dan properti, dengan kode saham TOTL di Bursa Efek Indonesia.

6. Kapan TOTL biasanya mengumumkan dividen tahunan? 
Berdasarkan pola historis, TOTL biasanya mengumumkan dividen di RUPST sekitar Mei–Juni setiap tahun. Untuk tahun buku 2025, pengumuman belum tersedia.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.