
Bareksa - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp9,5 per saham dan menyetujui buyback saham hingga Rp50 miliar. Informasi ini penting bagi investor karena mencerminkan profitabilitas, potensi imbal hasil dividen, serta strategi manajemen terhadap struktur modal.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI tanggal 27 April 2026, total dividen yang dibagikan mencapai Rp350,34 miliar dari laba bersih 2025 sebesar Rp688,65 miliar. Dengan demikian, payout ratio tercatat sekitar 50,9%, level yang menunjukkan separuh laba didistribusikan kepada pemegang saham. Kebijakan ini dapat menjadi perhatian pasar karena menandakan arus kas dan posisi keuangan yang relatif solid.
Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Mei 2026, ex dividen 5 Mei 2026, recording date 6 Mei 2026, dan pembayaran dividen pada 20 Mei 2026. Investor yang ingin memperoleh dividen perlu mencermati tenggat waktu tersebut. GOOD merupakan emiten sektor makanan dan minuman.
Dengan harga penutupan saham GOOD di level Rp348,00 (27/4) dan dividen Rp9,5 per saham, estimasi dividend yield berada di kisaran sekitar 2,7%, yang mencerminkan imbal hasil dividen moderat dari emiten consumer goods ini.
Level yield tersebut menunjukkan keseimbangan antara distribusi laba kepada pemegang saham dan kebutuhan perusahaan untuk mempertahankan fleksibilitas keuangan, sehingga tetap relevan sebagai saham defensif dengan karakter pendapatan dividen yang stabil.
Selain dividen, perseroan memperoleh persetujuan pembelian kembali saham maksimal Rp50 miliar dengan periode pelaksanaan hingga 12 bulan. Nilai tersebut setara estimasi sekitar 143,32 juta saham atau 0,39% dari total saham beredar. Buyback kerap dicermati sebagai sinyal manajemen terhadap valuasi saham dan efisiensi permodalan.
Pasar juga mencermati transaksi pembelian saham oleh Komisaris Sudhamek Agoeng Waspodo S sebanyak 20.145.311 saham di harga Rp310 per saham pada 23 April 2026. Nilai transaksi diperkirakan sekitar Rp6,24 miliar.
Secara fundamental, GOOD membukukan saldo laba ditahan Rp2,6 triliun dan total ekuitas Rp4,36 triliun per akhir 2025. Posisi modal tersebut memberi ruang bagi perusahaan menjalankan dividen sekaligus buyback, sehingga langkah lanjutan perseroan berpotensi terus menjadi perhatian investor.
Ringkasan Dividen GOOD
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per Saham | Rp9,5 |
Total Dividen | Rp350,34 miliar |
Laba Bersih 2025 | Rp688,65 miliar |
Payout Ratio | 50,9% |
Saldo Laba Ditahan | Rp2,60 triliun |
Total Ekuitas | Rp4,36 triliun |
Sumber: GOOD, diolah
Jadwal Penting Dividen
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum Dividen Reguler & Negosiasi | 4 Mei 2026 |
Ex Dividen Reguler & Negosiasi | 5 Mei 2026 |
Recording Date | 6 Mei 2026 |
Cum Dividen Pasar Tunai | 6 Mei 2026 |
Ex Dividen Pasar Tunai | 7 Mei 2026 |
Pembayaran Dividen | 20 Mei 2026 |
Sumber: GOOD, diolah
Ringkasan Buyback & Insider Transaction
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Nilai Buyback Maksimum | Rp50 miliar |
Estimasi Saham Buyback | 143,32 juta saham |
Periode Buyback | Maks. 12 bulan |
Pembeli Saham | Komisaris |
Jumlah Dibeli | 20,15 juta saham |
Harga Transaksi | Rp310 |
Sumber: GOOD, diolah
Garudafood membagikan dividen dengan payout ratio sekitar 51% sambil menyiapkan buyback saham hingga Rp50 miliar. Kombinasi kebijakan ini mencerminkan fleksibilitas keuangan dan fokus pada nilai pemegang saham. Tambahan pembelian saham oleh komisaris menjadi faktor sentimen yang turut dicermati pasar. Investor dapat memantau realisasi buyback dan kinerja operasional berikutnya sebagai indikator lanjutan.
1. Berapa dividen GOOD tahun buku 2025?
Rp9,5 per saham.
2. Kapan cum dividen GOOD?
4 Mei 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi.
3. Kapan dividen dibayarkan?
20 Mei 2026.
4. Berapa nilai buyback GOOD?
Maksimal Rp50 miliar.
5. Siapa yang membeli saham GOOD baru-baru ini?
Komisaris Sudhamek Agoeng Waspodo S membeli 20,15 juta saham.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.