Kinerja BBCA di Kuartal I 2026 Sesuai Ekspektasi, Valuasi Dinilai Menarik

Abdul Malik • 24 Apr 2026

an image
Menara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Jakarta Pusat. (Shutterstock)

Laba BBCA Q1 2026 naik 4% YoY sesuai ekspektasi. Analis soroti valuasi murah dan outlook kinerja tetap stabil.

Bareksa - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 4% secara tahunan (YoY) dan kuartalan (QoQ). 

Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/4), laba bersih BBCA setara sekitar 24% dari proyeksi kinerja tahun penuh 2026. Angka ini dinilai inline dengan konsensus pasar.

Kinerja operasional relatif stabil dengan pertumbuhan PPoP 4,4% YoY dan 7,4% QoQ. Pendapatan bunga bersih (NII) cenderung datar, namun ditopang pertumbuhan kuat pendapatan non-bunga yang naik 14% YoY dan 52% QoQ.

Kinerja ini penting bagi investor karena hasilnya sejalan dengan ekspektasi analis dan mencerminkan fundamental yang tetap stabil. BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia.

Pendapatan Non-Bunga Jadi Penopang

Pertumbuhan pendapatan non-bunga didukung oleh kenaikan fee-based income sebesar 14% YoY.

Pendapatan dari trading dan lainnya juga tumbuh 15% YoY.

Di sisi lain, beban pencadangan meningkat 19% YoY, namun masih dalam ekspektasi dengan cost of credit (CoC) di level 50 bps.

Kredit Moderat, Likuiditas Tetap Longgar

Pertumbuhan kredit BBCA tercatat 5,6% YoY. Segmen korporasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 9% YoY.

Manajemen tetap optimistis terhadap target pertumbuhan kredit 8–10% pada 2026, terutama dari kredit investasi.

Dana pihak ketiga tetap kuat, dengan giro tumbuh 18% YoY dan tabungan naik 7% YoY, mendorong LDR turun ke 75%.

Kualitas Aset Tetap Terjaga

Rasio loan at risk (LAR) stabil di 4,9%. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 1,8%.

Stabilitas ini menunjukkan kualitas aset tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Outlook 2026 Tetap, Valuasi Dinilai Menarik

Manajemen mempertahankan seluruh guidance 2026 tanpa perubahan. Net interest margin (NIM) diproyeksikan di kisaran 5,4–5,6%. Cost of credit berada di 40–60 bps. Pertumbuhan kredit tetap ditargetkan di kisaran 8–10% sepanjang tahun.

Menurut analis, saham BBCA saat ini diperdagangkan di valuasi sekitar 2,5x PBV dan 12,4x PE 2026. Level tersebut mendekati -3 standar deviasi dari rata-rata historis, sementara ROE tetap kuat di kisaran 22%.

Analis menyebut target harga masih dalam proses peninjauan, dengan mempertimbangkan dinamika pasar terbaru.

Tabel Ringkasan Kinerja BBCA Q1 2026

Indikator
Nilai
Pertumbuhan

Laba Bersih

Rp14,7 triliun

4% YoY

Total Kredit

Rp994 triliun

5,6% YoY

Kredit Produktif

Rp760,2 triliun

7,8% YoY

Kredit UMKM

Rp146 triliun

12% YoY

DPK

Rp1.292,4 triliun

8,3% YoY

CASA

Rp1.089 triliun

11,2% YoY

NPL

1,8%

Stabil

LAR

5,1%

Stabil

Sumber: BBCA

Kesimpulan

Kinerja BBCA pada kuartal I 2026 tercatat sesuai ekspektasi dengan operasional yang tetap stabil. Pertumbuhan pendapatan non-bunga dan kualitas aset yang terjaga menjadi penopang utama. Di sisi lain, valuasi yang relatif rendah dibanding historis menjadi perhatian analis di tengah outlook kinerja yang tetap positif.

FAQ

1. Apakah kinerja BBCA sesuai ekspektasi analis?
Ya, laba bersih Q1 2026 sejalan dengan konsensus dan proyeksi tahunan.

2. Apa yang menopang kinerja BBCA?
Pendapatan non-bunga dan stabilitas operasional.

3. Bagaimana prospek BBCA di 2026?
Manajemen mempertahankan target pertumbuhan kredit 8–10%.

4. Apakah kualitas aset BBCA aman?
Ya, NPL dan LAR tetap stabil di level rendah.

5. Apa yang disorot analis dari saham BBCA?
Valuasi yang relatif rendah dibanding rata-rata historis dan profitabilitas yang tetap kuat.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap. 

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.