
Bareksa - PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia terkait rencana pengambilalihan saham oleh PT Penajam Makmur Jaya (PMJ). Informasi ini penting karena perubahan pengendali biasanya berdampak pada arah bisnis, manajemen, dan struktur kepemilikan emiten.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2026, BIKE menegaskan seluruh informasi telah melalui proses verifikasi internal dan disusun sesuai prinsip keterbukaan informasi.
PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk merupakan emiten yang bergerak di sektor perdagangan dan industri sepeda serta produk terkait.
Dalam penjelasan kepada bursa, PMJ direncanakan mengambil alih saham milik Andrew Mulyadi, Henry Mulyadi, dan Stephen Mulyadi.
Setelah transaksi rampung, PMJ diperkirakan menguasai 71,22% saham BIKE. Sementara pemegang saham publik tetap 28,78%.
Manajemen menyebut aksi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan bisnis.
BIKE menjelaskan nilai tambah yang diharapkan mencakup peningkatan efisiensi operasional, penguatan struktur permodalan, dan optimalisasi kinerja perseroan.
Perseroan juga menyebut terdapat potensi peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang apabila strategi bisnis baru berjalan efektif.
PMJ disebut berencana melakukan sinergi usaha melalui integrasi operasional dan pengembangan bisnis yang sejalan dengan kegiatan usaha perseroan.
Dalam jawaban kepada BEI, BIKE menyatakan PMJ untuk saat ini berencana melakukan perubahan bidang usaha serta perubahan manajemen.
Namun detail perubahan tersebut belum diumumkan dan disebut akan disampaikan dalam RUPS atau RUPSLB mendatang.
Perseroan menegaskan BIKE akan tetap menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Terkait mandatory tender offer (MTO), harga pembelian disebut akan mengacu pada rata-rata perdagangan bursa selama 90 hari setelah penunjukan sekuritas penyelenggara dan persetujuan efektif OJK.
Jadwal pelaksanaan, mekanisme pembelian, dan pembayaran akan diumumkan kemudian setelah proses regulator selesai.
Untuk dividen, perseroan menyebut kebijakan pembagian laba ke depan tetap akan mempertimbangkan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan.
BIKE menyatakan tidak terdapat potensi gangguan terhadap operasional akibat perubahan pengendalian.
Perseroan menambahkan kegiatan usaha berjalan normal dan belum ada perubahan material terhadap layanan maupun aktivitas bisnis saat ini.
Manajemen juga menyebut belum ada rencana aksi korporasi lain dalam 12 bulan ke depan.
Tabel Struktur Pemegang Saham
Pemegang Saham | Sebelum | Setelah |
|---|---|---|
Andrew Mulyadi | 25,30% | 0% |
Henry Mulyadi | 25,30% | 0% |
Stephen Mulyadi | 20,62% | 0% |
PT Penajam Makmur Jaya | 0% | 71,22% |
Publik | 28,78% | 28,78% |
Sumber: BIKE
Poin | Detail |
|---|---|
Emiten | PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk |
Kode Saham | BIKE |
Tanggal Keterbukaan | 22 April 2026 |
Calon Pengendali Baru | PT Penajam Makmur Jaya |
Kepemilikan Setelah Akuisisi | 71,22% |
Status Listing | Tetap tercatat di BEI |
Rencana Awal | Perubahan bidang usaha dan manajemen |
Sumber: BIKE
BIKE mengonfirmasi proses pengambilalihan saham oleh PMJ yang akan menjadi pemegang saham pengendali baru dengan porsi 71,22%. Perseroan menyatakan operasional tetap normal dan status sebagai perusahaan terbuka dipertahankan. Pasar umumnya akan menunggu detail strategi bisnis, perubahan manajemen, dan jadwal tender wajib.
1. Siapa calon pengendali baru BIKE?
PT Penajam Makmur Jaya (PMJ).
2. Berapa saham yang akan dikuasai PMJ?
Sekitar 71,22% setelah transaksi selesai.
3. Apakah BIKE akan delisting?
Tidak. Perseroan menyatakan tetap menjadi perusahaan tercatat di BEI.
4. Apakah akan ada tender wajib?
Ya, perseroan menyebut proses MTO akan mengikuti ketentuan OJK.
5. Apa rencana PMJ setelah akuisisi?
Saat ini disebut fokus pada perubahan bidang usaha dan manajemen.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.