
Bareksa - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatat pendapatan bersih Rp1,5 triliun dan laba bersih Rp90,13 miliar pada tahun buku 2025.
Tahun lalu merupakan tahun pertama FORE sebagai perusahaan publik, setelah IPO di Bursa Efek Indonesia pada April 2025.
Kinerja ini menjadi indikator awal bagi investor dalam menilai daya tahan model bisnis kedai kopi premium terjangkau di tengah persaingan industri F&B yang semakin kompetitif.
Ringkasan Kinerja 2025
Indikator | Nilai | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
Pendapatan | Rp1,50 T | 44,1% |
Laba Bruto | Rp924 M | 45,6% |
Laba Operasional | Rp105,76 M | 59,3% |
Laba Bersih | Rp90,13 M | 54,8% |
Sumber: laporan tahunan FORE
Pertumbuhan pendapatan berada dalam kisaran target manajemen (40–50%). Namun, laba bersih tumbuh lebih moderat akibat kenaikan beban administrasi dan depresiasi seiring ekspansi gerai.
Uraian | 2025 (Rp M) | 2024 (Rp M) | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
Pendapatan Bersih | 1.497.135 | 1.038.659 | 44,1% |
Laba Bruto | 924.319 | 634.902 | 45,6% |
Laba Operasional | 105.762 | 66.415 | 59,3% |
Laba Bersih | 90.133 | 58.219 | 54,8% |
Total Aset | 1.160.172 | 640.760 | 81,1% |
Ekuitas Neto | 680.588 | 253.123 | 168,9% |
Total Gerai Aktif | 322 | 232 | 90 gerai |
Sumber: Laporan Tahunan 2025 PT Fore Kopi Indonesia Tbk (dalam jutaan rupiah)
Keterangan | Detail |
|---|---|
Tanggal IPO | 14 April 2025 |
Harga IPO | Rp188 per saham |
Total Gerai 2025 | 322 outlet |
Tambahan Gerai | +90 (termasuk >60 pasca-IPO) |
Komposisi Gerai | 316 Indonesia, 4 Singapura, 2 Fore Donut |
Sumber: FORE
Pergerakan saham 2025:
April: ~Rp360
Juni (puncak): ~Rp800
Akhir tahun: Rp505–540
| Pilar Strategi | Fokus |
|---|---|
Ekspansi | Selektif & produktif |
Operasional | Optimalkan gerai existing |
Data | Pengambilan keputusan berbasis data |
Keuangan | Disiplin pengelolaan modal |
Sumber: FORE, diolah
Fore Coffee tetap menjadi core business, sementara Fore Donut dikembangkan secara bertahap.
Faktor | Data |
|---|---|
Pertumbuhan ekonomi 2026 | 5% (prediksi IMF) |
Keyakinan konsumen | 125,2 (Feb 2026) |
Penjualan ritel | 5,7% YoY (Jan 2026) |
Harga kopi global | 267,57 sen/pon (Feb 2026) |
Inflasi | 4,76% YoY (Feb 2026) |
Risiko utama:
Volatilitas harga kopi
Inflasi
Pola musiman permintaan
Perseroan belum mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan akan ditentukan melalui RUPST dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan ekspansi.
FORE mencatat pertumbuhan solid di tahun IPO dengan pendapatan naik 44,1% dan laba bersih Rp90,13 miliar, didukung ekspansi hingga 322 gerai.
Memasuki 2026, strategi bergeser ke kualitas pertumbuhan—menekankan produktivitas, efisiensi, dan disiplin modal di tengah peluang industri yang masih terbuka namun tetap disertai risiko.
1. Apakah FORE memberikan target kinerja 2026?
Tidak. Manajemen tidak memberikan guidance angka spesifik untuk 2026 dan lebih fokus pada kualitas pertumbuhan, seperti ekspansi selektif dan efisiensi operasional.
2. Apakah FORE membagikan dividen untuk tahun buku 2025?
Belum ada pengumuman dividen. Kebijakan dividen akan ditentukan melalui RUPST dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan ekspansi.
3. Bagaimana strategi utama FORE di 2026?
Strategi difokuskan pada empat pilar: ekspansi selektif, peningkatan produktivitas gerai existing, pemanfaatan data, dan disiplin pengelolaan modal.
4. Apa faktor yang mendorong kinerja FORE di 2025?
Pertumbuhan didorong ekspansi gerai yang agresif, sehingga pendapatan meningkat 44,1% YoY, meski diikuti kenaikan beban operasional.
5. Apa risiko utama yang dihadapi FORE?
Risiko utama meliputi volatilitas harga kopi global, tekanan inflasi, dan pola musiman permintaan yang dapat memengaruhi arus kas dan biaya operasional.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.