
Bareksa - PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD/rights issue) sekaligus melakukan transaksi material berupa akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO), emiten terafiliasi konglomerat Prajogo Pangestu.
Mengutip keterangan perseroan di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (16/40, nilai transaksi akuisisi ini mencapai sekitar Rp1,73 triliun, dan akan didanai sebagian dari dana hasil rights issue.
Aksi ini juga termasuk transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020 karena keterkaitan pihak penjual dengan pengendali tertentu, namun tidak mengandung benturan kepentingan.
Detail Rencana Rights Issue
Komponen | Rencana |
|---|---|
Maksimal saham baru | 721.500.000 saham |
Nilai nominal | Rp100 per saham |
Harga pelaksanaan asumsi | Rp5.000 per saham |
Total dana maksimum | ± Rp3,607 triliun |
Jadwal RUPS | 26 Mei 2026 |
Efektivitas OJK | Setelah pernyataan efektif |
Sumber: SINI
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk:
Detail Akuisisi KMS
Item | Keterangan |
|---|---|
Target akuisisi | PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) |
Porsi saham | 99,995% |
Penjual | PTRO |
Nilai transaksi | Rp1,7304 triliun |
Sektor | Holding & batu bara (melalui anak usaha) |
Sumber: SINI
Manajemen menyebut strategi ini untuk:
Memperkuat bisnis holding
Masuk ke sektor batu bara yang masih punya permintaan stabil
Mendukung pertumbuhan jangka menengah dari energi berbasis fosil
Diversifikasi portofolio usaha
Permintaan batu bara global masih didorong negara seperti China dan India, sementara di Indonesia batu bara masih dominan dalam bauran energi nasional.
Jika rights issue dan akuisisi berjalan, kondisi keuangan Perseroan diproyeksikan berubah signifikan:
Posisi | Sebelum | Setelah |
|---|---|---|
Total aset | 1,57 T | 3,99 T |
Total liabilitas | 2,25 T | 2,46 T |
Total ekuitas | -0,68 T | 1,53 T |
Kas | 33,5 M | 1,39 T |
Sumber: SINI
Rasio keuangan
Liabilitas/aset turun dari 1,44 → 0,62
Liabilitas/ekuitas membaik dari negatif → 1,60
Artinya: struktur modal diperkirakan lebih kuat setelah aksi korporasi.
Jika pemegang saham tidak mengikuti rights issue, maka:
Kepemilikan akan terdilusi secara proporsional
Namun perusahaan mendapatkan tambahan modal besar untuk ekspansi
Aksi ini tunduk pada:
POJK 17/2020 (transaksi material)
POJK 42/2020 (transaksi afiliasi)
POJK PMHMETD
Perseroan wajib memperoleh:
Persetujuan RUPS
Pernyataan efektif dari OJK
Laporan keterbukaan informasi ke publik
Jadwal Penting
Tahap | Tanggal |
|---|---|
Keterbukaan informasi | 16 April 2026 |
RUPS | 26 Mei 2026 |
Rights issue | Setelah efektif OJK |
Akuisisi KMS | Setelah seluruh syarat terpenuhi |
Sumber: SINI
PT Singaraja Putra Tbk melakukan langkah besar berupa rights issue hingga Rp3,6 triliun untuk memperkuat struktur modal, melunasi utang, serta membiayai akuisisi KMS senilai Rp1,73 triliun. Aksi ini berpotensi memperkuat fundamental perusahaan, namun tetap membawa risiko dilusi bagi pemegang saham lama.
1. Apakah rights issue ini wajib diikuti investor?
Tidak wajib, tetapi jika tidak ikut akan terdilusi.
2. Apakah akuisisi ini sudah pasti terjadi?
Belum, masih menunggu persetujuan RUPS dan efektif OJK.
3. Apakah ada risiko dari transaksi ini?
Ada risiko eksekusi, integrasi bisnis, dan perubahan kondisi pasar.
4. Apakah transaksi ini benturan kepentingan?
Tidak, meskipun termasuk transaksi afiliasi.
5. Kapan harga rights issue ditentukan?
Akan diumumkan dalam prospektus setelah efektif OJK.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugoroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.