
Bareksa - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 22,7% secara tahunan (YoY), meski turun 7,4% secara kuartalan (QoQ) karena faktor musiman. Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (16/4), kinerja ini tercatat sedikit di atas estimasi analis dan melampaui konsensus pasar.
Peningkatan kinerja didorong oleh perbaikan biaya kredit (cost of credit/CoC) menjadi 0,9% dari 1,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 13% YoY, sementara margin bunga bersih (net interest margin/NIM) relatif stabil di level 3,6%.
Dari sisi penyaluran kredit, BBTN mencatat pertumbuhan sebesar 10,3% YoY, yang didorong oleh kredit perumahan subsidi dan kredit konsumer. Perseroan juga mulai mengembangkan segmen kredit payroll dengan menyasar pegawai pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio kredit.
Berdasarkan laporan tersebut, rekomendasi saham BBTN adalah Buy dengan target harga Rp1.875 per saham menggunakan asumsi 0,7x PBV FY26F. Adapun risiko yang perlu diperhatikan meliputi potensi kenaikan suku bunga dan likuiditas yang lebih ketat.
BBTN mencatat pertumbuhan laba dan kredit pada kuartal I 2026 dengan perbaikan kualitas aset. Rekomendasi saham tetap Buy dengan target harga Rp1.875 per saham, dengan memperhatikan risiko suku bunga dan likuiditas.
1. Apa itu NIM?
Margin bunga bersih yang menunjukkan selisih pendapatan bunga dengan biaya bunga bank.
2. Apa itu CoC?
Biaya kredit yang mencerminkan risiko kredit dalam penyaluran pinjaman.
3. Apa itu PBV?
Price to Book Value, rasio valuasi saham dibandingkan nilai buku perusahaan.
4. Apa itu kredit payroll?
Pinjaman yang diberikan kepada nasabah dengan sistem potong gaji.
5. Apa arti YoY dan QoQ?
YoY adalah perbandingan tahunan, QoQ adalah perbandingan antar kuartal.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.