CBDK Bidik Marketing Sales Rp563 Miliar! Andalkan Kawasan CBD PIK2

Abdul Malik • 16 Apr 2026

an image
Ilustrasi CBD PIK2. (www.cbdpik2.com)

CBDK targetkan marketing sales Rp563 miliar di 2026. Kaveling komersial dan kawasan CBD PIK2 jadi motor utama.

Bareksa - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membidik marketing sales Rp563 miliar pada 2026, tumbuh sekitar 31% secara tahunan (YoY).

Menurut perseroan, target ini disusun dengan pendekatan selektif dan adaptif di tengah dinamika pasar properti. 

Perusahaan juga berfokus mengembangkan kawasan Central Business District (CBD) PIK2 sebagai pusat bisnis baru.

Fokus Utama: Kaveling Komersial Jadi Andalan

Komposisi penjualan CBDK didominasi oleh:

  • Kaveling tanah komersial → kontributor utama
  • Produk residensial → penopang pertumbuhan
  • Produk komersial (ruko, SOHO, rukan) → dukung ekosistem bisnis

Permintaan kaveling dinilai tetap kuat, seiring minat pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2.

Tabel Ringkasan Kinerja & Strategi

Komponen
Keterangan

Target marketing sales 2026

Rp563 miliar

Pertumbuhan

±31% YoY

Segmen utama

Kaveling komersial

Land bank

±702 hektare

Lokasi utama

PIK2, Tangerang

Strategi

Selektif & adaptif

Sumber: perseroan

Katalis: NICE & Infrastruktur Dorong Kawasan

Pengembangan kawasan PIK2 diperkuat oleh:

  • Nusantara International Convention Exhibition (NICE)
    → salah satu pusat MICE terbesar di Indonesia

  • Rencana Hotel Hilton PIK2
    → sumber pendapatan berulang (recurring income)

  • Akses Tol KATARAJA
    → konektivitas ke Bandara Soekarno-Hatta & Jabodetabek

Kehadiran fasilitas ini dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan daya tarik kawasan.

Presiden Direktur Steven Kusumo menyampaikan target 2026 mencerminkan penguatan posisi CBD PIK2 sebagai pusat bisnis. 

“Mulai terlihat pemulihan minat pelaku usaha terhadap lahan strategis, serta penguatan ekosistem kawasan jadi kunci pertumbuhan jangka panjang,” ujar dia dalam keterangan di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (16/4). 

Fundamental & Strategi Perusahaan

Beberapa hal penting terkait CBDK:

  • Bank tanah mencapai 702 hektare

  • Fokus monetisasi kawasan CBD PIK2

  • Didukung induk usaha PANI

  • IPO 2025 menghimpun dana sekitar Rp2,3 triliun

  • Program buyback saham hingga Rp250 miliar (Feb–Mei 2026).

Langkah buyback dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham dan mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang.

Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor

  • Fluktuasi ekonomi global & domestik

  • Perubahan permintaan properti

  • Risiko suku bunga & pembiayaan

  • Biaya konstruksi & regulasi.

Proyeksi kinerja bersifat forward-looking dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

Kesimpulan

Target marketing sales Rp563 miliar menunjukkan optimisme CBDK terhadap pengembangan CBD PIK2 sebagai pusat bisnis baru. Dengan dukungan infrastruktur dan ekosistem kawasan, peluang pertumbuhan tetap terbuka. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko sebelum mengambil keputusan.

FAQ 

1. Apa itu marketing sales?
Nilai penjualan properti yang berhasil dipasarkan, belum tentu diakui sebagai pendapatan.

2. Apa keunggulan CBD PIK2?
Kawasan bisnis terintegrasi dengan akses tol dan dekat bandara.

3. Apakah target ini pasti tercapai?
Tidak. Target merupakan proyeksi yang bisa berubah.

4. Apa tujuan buyback saham?
Menjaga stabilitas harga dan struktur permodalan.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Adam Nugoroho/AM)

Tentang Penulis

​*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.