
Bareksa - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp450 miliar dalam RUPS yang digelar 7 April 2026 di Jakarta. Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (8/4), nilai tersebut setara dengan sekitar Rp80,04 per saham, menawarkan potensi imbal hasil (dividend yield) sekitar 10,7% berdasarkan asumsi harga saham Rp745.
Selain pembagian dividen, ROTI juga menegaskan langkah ekspansi ke bisnis pakan ternak. Perusahaan berencana memproduksi tepung pakan secara mandiri melalui investasi pembangunan fasilitas feed mill. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha di luar bisnis utama.
Manajemen memastikan ekspansi tersebut tidak akan mengganggu operasional inti perusahaan yang selama ini fokus pada produksi roti dan kue. Dengan dukungan tenaga kerja yang dinilai memadai, ROTI optimistis dapat menjalankan dua lini bisnis ini secara bersamaan.
Jadwal Dividen ROTI:
Dari sisi pasar, dividen dengan yield dua digit menjadi daya tarik utama bagi investor, khususnya yang mencari pendapatan pasif. Sementara itu, rencana ekspansi ke pakan ternak masih dinilai netral oleh pelaku pasar, mengingat detail implementasi dan arah strateginya masih perlu dicermati lebih lanjut.
Sepanjang tahun buku 2025, ROTI membukukan laba bersih Rp256,44 miliar. Perusahaan juga mencatat saldo laba ditahan yang belum dibatasi penggunaannya Rp193,55 miliar, dengan total ekuitas mencapai Rp2,04 triliun.
ROTI menawarkan dividen menarik dengan yield sekitar 10,7%, sementara ekspansi ke bisnis pakan ternak masih bersifat netral dan menunggu kejelasan eksekusi.
1. Kapan dividen ROTI dibagikan?
Dividen akan dibayarkan pada 24 April 2026, dengan recording date pada 17 April 2026.
2. Apa itu dividend yield?
Dividend yield adalah persentase imbal hasil dividen dibanding harga saham saat ini.
3. Apa tujuan ROTI masuk bisnis pakan ternak?
Untuk diversifikasi usaha dan membuka sumber pendapatan baru.
4. Apakah ekspansi ini berisiko?
Risiko tetap ada, terutama pada eksekusi dan persaingan di industri baru.
5. Apakah bisnis roti ROTI akan terdampak?
Manajemen menyatakan tidak, karena kedua bisnis akan tetap berjalan paralel.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.