Rekomendasi Saham Hari Ini BMRI, BTPS, CPIN & MIKA, IHSG Diprediksi Bisa Lebih Rendah

Abdul Malik • 16 Mar 2026

an image
Ilustrasi investor sedang menganalisis kinerja fundamental dan teknikal saham PT Mitra Keluarga Tbk (MIKA) dan berinvestasi melalui Bareksa Saham. (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini: Bank Mandiri (BMRI), Bank BTPN Syariah (BTPS), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA). IHSG diprediksi bergerak di kisaran 7.448–7.678 dengan potensi ditutup lebih rendah.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 16 Maret 2026. Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa lebih rendah. 

1. BMRI: Menguji level support

Saham BMRI turun 4,23% dan ditutup di harga Rp4.750 (13/3). Saat ini BMRI sedang mengalami tekanan turun dalam jangka pendek setelah gagal bertahan di atas level resistance Rp5.375.

Harga kemudian berbalik turun dan sekarang berada di bawah rata-rata pergerakan harga jangka pendek, yang menandakan momentum kenaikan mulai melemah.

Indikator momentum seperti Stochastic juga mulai bergerak turun dari area jenuh beli (overbought). Ini menunjukkan potensi risiko penurunan harga dalam waktu dekat.

Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di Rp4.630, dengan stop loss di Rp4.520 dan target profit di Rp4.880.

2. BTPS: Menguji level support

Saham BTPS turun 0,93% dan ditutup di harga Rp1.065 (13/3). Penurunan harga yang mendekati area support Rp1.015–1.020 menunjukkan bahwa saham ini sedang menguji area permintaan penting (area di mana biasanya ada minat beli).

Sejak mencapai puncak di sekitar Rp1.585, pergerakan harga menunjukkan pola lower high dan lower low, yang menandakan tren masih cenderung turun dalam jangka pendek hingga menengah.

Saat ini harga juga masih berada di bawah level resistance Rp1.270, yang menjadi penghalang penting jika harga ingin kembali naik.

Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di Rp1.030, dengan stop loss di Rp995 dan target profit di Rp1.085.

3. CPIN: Menguji level support

Saham CPIN turun 2,17% dan ditutup di harga Rp3.600 (13/3). Pergerakan harga menunjukkan pola lower high dan lower low, yang menandakan tren sedang melemah setelah gagal bertahan di atas area resistance Rp4.700–4.800.

Penurunan semakin cepat setelah harga menembus level support Rp4.090, yang memicu aksi jual lebih besar. Namun indikator momentum menunjukkan saham ini mulai masuk area jenuh jual (oversold) sehingga ada peluang rebound teknikal jangka pendek.

Strategi yang disarankan adalah buy on weakness di Rp3.520, dengan stop loss di Rp3.380 dan target profit di Rp3.750.

4. MIKA: Peluang rebound

Saham MIKA turun 0,48% dan ditutup di harga Rp2.060 (13/3). Pergerakan harga menunjukkan tren turun jangka pendek, ditandai dengan pola lower high dan lower low, setelah gagal melanjutkan kenaikan di sekitar level resistance Rp2.820.

Harga baru-baru ini turun cukup tajam dan sekarang sedang menguji area support Rp2.040–2.070. Area ini dianggap penting karena merupakan zona minat beli dan juga mendekati level terendah saham tahun lalu di sekitar Rp2.070.

Strategi yang disarankan adalah speculative buy jika harga menembus Rp2.090, dengan stop loss di Rp2.030 dan target profit di Rp2.160.

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: riset Ciptadana Sekuritas

IHSG turun 3,05% ke level 7.137 pada Jumat (13/3), dengan investor asing mencatat net sell Rp117 miliar.

Sektor yang paling menekan pasar adalah:

  • Transportasi & Logistik turun 3,87%

  • Bahan Baku (Basic Materials) turun 3,87%

  • Infrastruktur turun 3,64%.

Saham yang paling banyak menekan IHSG antara lain:

  • Dian Swastatika Sentosa (DSSA) turun 11,47% ke Rp66.925

  • Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 10,41% ke Rp4.950

  • Bank Mandiri (BMRI) turun 4,23% ke Rp4.750.

Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 23 poin menjadi Rp16.906 per dolar AS. Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 7.448 (support) hingga 7.678 (resistance), dengan kemungkinan ditutup lebih rendah hari ini (16/3).

Kesimpulan 

Riset Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan BMRI, BTPS, CPIN, dan MIKA sebagai saham trading jangka pendek hari ini. Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah turun tajam sebelumnya, dengan potensi bergerak di rentang 7.448–7.678 dan peluang ditutup lebih rendah. Beberapa saham pilihan dinilai menarik karena sedang menguji area support atau berpotensi rebound teknikal.

FAQ 

1. Apa itu buy on weakness?
Strategi membeli saham saat harga turun ke area support dengan harapan terjadi rebound.

2. Apa arti level support dan resistance?​
Support adalah area harga yang biasanya menahan penurunan, sedangkan resistance adalah batas harga yang sering menghambat kenaikan.

3. Apa itu rebound teknikal?
Kenaikan harga sementara setelah penurunan tajam karena kondisi pasar sudah jenuh jual.

4. Mengapa IHSG bisa turun meski ada saham yang direkomendasikan?
Karena rekomendasi saham biasanya untuk trading jangka pendek, sementara arah IHSG dipengaruhi banyak faktor seperti arus dana asing dan sentimen global.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.