
Bareksa – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa keputusan FTSE Russell menunda review indeks Indonesia Maret 2026 tidak perlu disikapi berlebihan. Direktur BEI Jeffrey Hendrik (10/2) menyampaikan bahwa dalam pertemuan terbaru dengan FTSE, Indonesia justru mendapat dukungan penuh atas langkah reformasi pasar modal yang sedang dijalankan bersama OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO).
Menurut BEI, FTSE menekankan pentingnya implementasi reformasi berjalan sesuai timeline yang telah disampaikan. BEI mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan bahwa FTSE tidak menyampaikan kekhawatiran terkait klasifikasi negara Indonesia.
Sebagai informasi, FTSE Russell memutuskan menunda evaluasi indeks Maret 2026 karena masih ada ketidakpastian teknis dalam proses reformasi, khususnya terkait penentuan free float dan potensi gangguan pasar selama masa transisi. FTSE akan terus memantau perkembangan dan memberikan pembaruan pada review kuartalan Juni 2026, dengan pengumuman pada 22 Mei 2026.
Selama periode ini, FTSE untuk sementara tidak menerapkan perubahan indeks, seperti penambahan atau penghapusan saham, perubahan klasifikasi ukuran, bobot investasi, maupun rights issue. Namun, aksi korporasi tertentu seperti dividen, stock split, merger, dan delisting tetap berjalan.
FTSE juga menegaskan bahwa keputusan ini tidak terkait dengan Equity Country Classification. Jadwal pengumuman klasifikasi negara Indonesia tetap pada 7 April 2026.
Meski sentimen pasar sempat tertekan, BEI menilai fokus utama saat ini adalah kelancaran dan keberhasilan reformasi pasar modal, yang diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dalam jangka menengah hingga panjang.
BEI menegaskan penundaan review FTSE bersifat teknis dan reformasi pasar modal Indonesia justru mendapat dukungan. Klasifikasi negara tetap aman dan diumumkan sesuai jadwal.
1. Apakah FTSE menurunkan status pasar modal Indonesia?
Tidak. FTSE menegaskan keputusan ini tidak terkait klasifikasi negara.
2. Kapan update FTSE berikutnya?
Pada review kuartalan Juni 2026, pengumuman 22 Mei 2026.
3. Apakah dividen saham tetap berjalan?
Ya, dividen reguler dan khusus tetap berlaku.
4. Apa fokus utama BEI saat ini?
Implementasi reformasi pasar modal sesuai timeline.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.