Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN, CTRA, CUAN & WIRG, Begini Arah IHSG Pasca Rekor ATH 9.033

Abdul Malik • 15 Jan 2026

an image
Ilustrasi investor yang memantau perkembangan pasar saham yang menyentuh rekor all time high baru. (Shutterstock)

IHSG mencetak rekor baru di 9.033. Simak rekomendasi saham AMMN, CTRA, CUAN, dan WIRG untuk strategi trading hari ini

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (15/1/2026) merekomendasikan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Wir Asia Tbk (WIRG) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasca tembus rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) diprediksi bisa lanjut menguat atau konsolidasi sementara. 

1. AMMN : Beli Saat Harga Melemah di Rp7.950

Saham AMMN turun tipis 0,31% dan ditutup di Rp8.075 (14/1). Meski turun kecil, arah pergerakan saham AMMN sudah berubah ke tren naik setelah sebelumnya berada dalam tren turun. Ini menandakan fase positif baru mulai terbentuk.

Selama harga bertahan di atas area Rp7.100–7.700, peluang kenaikan jangka menengah masih terbuka, dengan target harga di kisaran Rp8.700–9.200. Indikator momentum menunjukkan angka sekitar 80, yang artinya saham sudah cukup tinggi dan berpotensi jeda atau turun tipis sementara sebelum lanjut naik.

Strategi yang disarankan:

  • Beli saat harga melemah di sekitar Rp7.950
  • Batas rugi (cut loss) di Rp7.825
  • Target ambil untung di Rp8.450. 

2. CTRA : Beli Spekulatif di Rp905

Saham CTRA naik 4,02% dan ditutup di Rp905. Setelah sempat turun dalam jangka menengah, saham CTRA kini bergerak mendatar (konsolidasi), belum masuk tren naik yang jelas.

Area Rp845–870 menjadi zona penahan penurunan yang penting dan bisa jadi area beli bertahap. Namun, sinyal tren naik baru benar-benar kuat jika harga mampu menembus di atas Rp945.

Selama belum menembus level tersebut, CTRA lebih cocok untuk trading jangka pendek dalam rentang harga, bukan untuk dipegang mengikuti tren naik panjang.

Strategi yang disarankan:

  • Beli spekulatif di sekitar Rp905
  • Batas rugi (cut loss) di Rp855
  • Target ambil untung di Rp945–965. 

3. CUAN: Beli Saat Harga Melemah di Rp1.870 

Saham CUAN turun 1,04% dan ditutup di Rp1.910 (14/1). Secara jangka panjang, arah pergerakan CUAN masih tren naik. Namun saat ini, saham sedang mengalami koreksi jangka menengah.

Area Rp1.880–2.010 menjadi zona penopang yang sangat penting. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang pantulan naik (rebound) cukup besar, dengan target teknikal di kisaran Rp2.300–2.450.

Jika harga turun menembus Rp1.880, risiko koreksi lebih dalam akan meningkat. Indikator momentum menunjukkan tekanan turun mulai melemah, sehingga peluang rebound jangka pendek cukup tinggi.

Strategi yang disarankan:

  • Beli saat harga melemah di sekitar Rp1.870
  • Batas rugi (cut loss) di Rp1.830
  • Target ambil untung di Rp2.050. 

4. WIRG: Beli Spekulatif di Rp104

Saham WIRG naik 5,05% dan ditutup di Rp104 (14/1). Meski naik cukup tajam kemarin, arah pergerakan jangka panjang WIRG masih cenderung turun. Sejak mencapai puncak di sekitar Rp242, harga terus membentuk puncak yang semakin rendah.

Saat ini, harga bergerak di sekitar Rp104, sedikit di atas area penopang naik yang terbentuk dari kisaran Rp70–74. Ini menandakan harga sedang menguji area penahan penurunan.

Strategi yang disarankan:

  • Beli spekulatif di sekitar Rp104
  • Batas rugi (cut loss) di Rp98
  • Target ambil untung di Rp112–115

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG ditutup menguat 84 poin atau 0,94% ke level 9.033, yang merupakan rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa (all time high). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.980–9.049. Saham BREN, DSSA, dan BRMS menjadi penggerak utama kenaikan indeks.

Secara tren, IHSG masih dalam tren naik yang kuat. Pergerakan indeks membentuk pola naik yang rapi, dengan harga terus mencetak level tertinggi dan terendah yang semakin naik. Saat ini IHSG bergerak di sekitar 9.032, dekat dengan puncak terdekat di 9.049, menandakan minat beli masih dominan.

Selama IHSG bertahan di atas garis tren naik utama, tren positif masih aman dan peluang lanjut naik tetap terbuka. Namun, indikator stochastic berada di kisaran 75–78, mendekati area jenuh beli. Artinya, momentum masih kuat, tetapi dalam jangka pendek bisa terjadi jeda, koreksi ringan, atau pergerakan mendatar sebelum naik lagi.

Jika IHSG mampu menembus dan bertahan di atas level 9.000, maka peluang kenaikan berikutnya terbuka menuju area 9.300–9.450.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.