
Bareksa - Sepanjang 2025, kinerja berbagai instrumen investasi menunjukkan hasil yang kontras. Bitcoin justru melemah sekitar 6,3%, sementara aset lain seperti saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), reksadana saham, Surat Berharga Negara (SBN) Ritel, hingga emas mencatat kinerja positif.
IHSG dan indeks reksadana saham sama-sama naik sekitar 22%, reksadana campuran tumbuh 14%, sementara SBN Ritel memberikan kupon stabil di kisaran 6,5–6,7% per tahun.
Yang paling mencolok, emas mencetak kenaikan signifikan, hingga 65% untuk harga emas spot global dan bahkan meroket sekitar 74% untuk emas fisik digital dalam rupiah di Super App Bareksa.
Banyak investor menganggap aset berisiko tinggi seperti kripto selalu memberi imbal hasil paling besar. Namun data 2025 membuktikan sebaliknya. Saat volatilitas tinggi melanda kripto, aset konvensional dan defensif justru tampil lebih konsisten.
Sumber: Bareksa
Kenaikan emas juga dipicu oleh ketidakpastian global dan ekspektasi penurunan suku bunga, sementara saham dan reksadana diuntungkan oleh pemulihan ekonomi domestik.
Sumber: Bareksa Emas
Pelajaran terpenting dari 2025 adalah return tinggi tidak selalu datang dari aset paling berisiko. Strategi diversifikasi terbukti efektif, dengan saham dan reksadana mendorong pertumbuhan, sementara SBN dan emas berperan menjaga stabilitas portofolio.
Menghadapi 2026 yang berpotensi penuh volatilitas, investor disarankan mengombinasikan aset agresif dan defensif sesuai tujuan dan profil risiko, bukan bertumpu pada satu instrumen saja.
Bareksa merupakan pioneer aplikasi investasi emas yang praktis dan aman untuk membeli serta menyimpan emas secara digital. Kamu bisa memantau harga emas harian, melihat tren, dan menentukan waktu beli terbaik langsung dari aplikasi. Selain emas, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan saham, sehingga kamu bisa mengatur strategi investasi dalam satu super app berizin OJK sejak 2016.
(Rahmat Hidayat/AM)
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, bekerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.