
Bareksa - Salah satu kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah membeli saham hanya karena harganya sedang naik atau banyak dibicarakan. Padahal, harga saham belum tentu mencerminkan nilai sebenarnya.
Di sinilah pentingnya memahami cara menghitung valuasi saham. Dengan valuasi, kamu bisa menilai apakah suatu saham tergolong murah, wajar, atau justru kemahalan.
Valuasi saham membantu kamu mengambil keputusan investasi secara lebih rasional, bukan berdasarkan emosi atau tren sesaat.
Valuasi saham adalah proses untuk menentukan nilai intrinsik atau nilai wajar suatu saham berdasarkan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan. Jika nilai wajar lebih tinggi dibanding harga pasar, saham tersebut bisa dianggap undervalued dan berpotensi memberikan keuntungan. Sebaliknya, jika harga pasar terlalu tinggi dibanding nilai wajarnya, saham bisa dikatakan overvalued.
Dengan valuasi yang tepat, kamu bisa memilih saham berkualitas dengan risiko yang lebih terkontrol.
Valuasi membantu kamu menghindari keputusan spekulatif. Dengan memahami valuasi, kamu bisa:
Investor yang disiplin dalam melakukan valuasi cenderung lebih tenang menghadapi fluktuasi pasar.
PER merupakan salah satu rasio valuasi yang paling umum digunakan. Cara menghitungnya cukup sederhana, yaitu membagi harga saham per lembar dengan laba bersih per saham (EPS).
PER menunjukkan seberapa besar kamu membayar untuk setiap satu rupiah laba perusahaan. Semakin rendah PER, saham bisa dianggap lebih murah, namun tetap perlu dibandingkan dengan rata-rata industri.
PER cocok digunakan untuk perusahaan yang sudah stabil dan memiliki kinerja laba konsisten.
PBV digunakan dengan membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan. Cara menghitungnya adalah harga saham per lembar dibagi dengan nilai buku per saham.
PBV di bawah 1 sering dianggap murah, tetapi hal ini tidak selalu berarti saham tersebut menarik. Kamu juga perlu melihat kualitas aset dan prospek bisnis perusahaan.
PBV biasanya lebih relevan untuk sektor perbankan, properti, dan perusahaan berbasis aset lainnya.
Bagi kamu yang menyukai dividen, dividend yield bisa menjadi alat valuasi tambahan. Rasio ini dihitung dengan membagi dividen per saham dengan harga saham.
Dividend yield menunjukkan persentase imbal hasil dividen yang kamu peroleh dari harga saham saat ini. Semakin tinggi dividend yield, semakin menarik saham tersebut bagi investor, selama kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.
Untuk analisis yang lebih mendalam, kamu bisa menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF). Metode ini menghitung nilai wajar saham berdasarkan proyeksi arus kas di masa depan yang didiskontokan ke nilai saat ini.
Meski lebih kompleks, DCF memberikan gambaran yang lebih fundamental mengenai potensi perusahaan dalam jangka panjang. Metode ini membutuhkan asumsi pertumbuhan, tingkat diskonto, serta proyeksi keuangan yang realistis.
Valuasi tidak bisa berdiri sendiri. Kamu perlu membandingkan rasio valuasi saham dengan perusahaan lain di sektor yang sama. Perusahaan di industri berbeda memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda pula.
Membandingkan PER, PBV, dan rasio lainnya dengan rata-rata industri akan membantu kamu menilai apakah suatu saham benar-benar murah atau hanya terlihat murah.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain hanya mengandalkan satu rasio, tidak mempertimbangkan prospek bisnis, serta mengabaikan kondisi makroekonomi. Valuasi harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya lebih akurat.
Bagi investor pemula, mempelajari valuasi saham memang membutuhkan waktu dan latihan. Mengakses sumber edukasi yang kredibel sangat membantu kamu memahami rasio keuangan dan analisis fundamental.
Ekosistem investasi seperti Bareksa banyak dimanfaatkan investor untuk mendapatkan informasi dan pemahaman dasar mengenai berbagai instrumen investasi. Dengan bekal edukasi yang baik, kamu bisa memahami konsep valuasi sebelum menerapkannya dalam keputusan investasi saham.
Menghitung valuasi saham adalah langkah penting agar kamu tidak membeli saham hanya berdasarkan tren. Dengan memahami PER, PBV, dividend yield, hingga pendekatan DCF, kamu dapat menilai apakah suatu saham layak dibeli sesuai tujuan investasi.
Valuasi bukan soal mencari saham termurah, tetapi mencari saham berkualitas dengan harga yang masuk akal. Dengan pendekatan yang disiplin dan pengetahuan yang terus diperbarui, kamu bisa berinvestasi saham dengan lebih percaya diri dan terarah.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Tubagus Imam Satrio/Adam Nugroho/AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.