Mayoritas Indeks di Bursa Saham AS Wall Street Melemah

Abdul Malik • 14 Mar 2024

an image
Ilustrasi papan penunjuk jalan Wall Street tempat Bursa Saham New York berada. (Shuttestock)

Pasar akan mengamati indeks harga produsen dan angka penjualan ritel pada Kamis pagi

Bareksa.com - Bursa saham Wall Street sebagian besar ditutup melemah pada Rabu, dengan indeks S&P 500 yang berbasis luas mundur dari rekornya dan investor mengamati indikator-indikator ekonomi utama ke depan. Indeks Komposit Nasdaq yang berbasis teknologi merosot 0,5% menjadi 16.177,77, sementara S&P tergelincir 0,2% menjadi 5.165,31. Namun Dow Jones Industrial Average menambah keuntungan 0,1% menjadi 39.043,32.

"Mengingat kita telah mengalami reli yang sangat luar biasa dan sangat kuat selama tiga atau empat bulan terakhir, masuk akal jika laju kenaikan akan melambat," kata Angelo Kourkafas, analis dari Edward Jones.

Meskipun tidak ada rilis data ekonomi utama pada Rabu, ia menambahkan, pasar akan mengamati indeks harga produsen dan angka penjualan ritel pada Kamis pagi untuk mengukur bagaimana kinerja perekonomian. Hal ini terjadi setelah angka inflasi konsumen mencatat percepatan yang mengejutkan pada bulan Februari, menurut angka minggu ini. Inflasi yang tak beranjak dapat mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Saham Nvidia kehilangan 1,1% setelah menguat pada hari sebelumnya. saham raksasa teknologi Apple turun 1,2 persen.

Beli Saham di Sini

(IQPlus/07325491/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.