Stock Pick : IHSG Tertekan Profit Taking, Rekomendasi Saham Hari Ini MTDL, SRTG, ERAL dan ISAT

Abdul Malik • 20 Feb 2024

an image
Ilustrasi investor memantau perkembangan pasar saham, termasuk IHSG dan memilih saham unggulan sesuai rekomendasi stock pick Tim Analis Bareksa. (Shutterstock)

Pelemahan IHSG karena tertekan aksi ambil untung, setelah pekan lalu melesat di tengah optimistime atas Pemilu yang aman dan damai

Bareksa.com - Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (19/2) dan saham pilihan rekomendasi Tim Analis Bareksa, Selasa (20/2/2024):

IHSG : last price 7.297,7

Kinerja Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari IHSG ditutup melemah 0,53% atau berkurang 38,84 poin menjadi 7.297,7 pada Senin (19/2), dengan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) juga turun 0,53%  jadi 998,28. Pelemahan IHSG kemarin tertekan aksi ambil untung, setelah pekan lalu melesat di tengah optimistime investor atas pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang aman dan damai. 

Pelaku pasar juga tengah tengah menanti (wait and see)  keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada Rabu. BI diprediksi tetap menahan suku bunga acuan di 6%, mempertimbangkan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) yang juga masih tetap 5,25-5,5%. Pada Kamis (22/2), The Fed akan merilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) bulan Januari 2024. Pelaku pasar mencermati risalah ini karena bisa jadi petunjuk ihwal kebijakan The Fed ke depan, terutama soal kapan pemangkasan suku bunga. 

Beli Saham di Sini

Pasar mulai khawatir The Fed akan menunda penurunan suku bunga acuannya hingga semester II tahun ini, dari ekspektasi sebelumnya di Maret atau kuartal II. Potensi penundaan ini karena angka inflasi masih di atas ekspektasi. The Fed sebelumnya mengindikasikan 3 kali pemangkasan suku bunga acuan masing-masing 0,25% atau total 0,75% sepanjang 2024. Pelemahan IHSG kemarin juga di tengah bursa saham Asia yang ditutup beragam cenderung melemah. 

Sentimen lain yang membayangi pasar ialah rilis data Producer Price Index (PPI) AS menunjukkan inflasi di level produsen naik 0,3% secara bulanan (MTM) pada Januari 2024, merupkan level tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Sebelumnya pada Desember 2023, inflasi produsen AS justru minus 0,1% MTM. Senada inflasi inti produsen AS juga naik 0,5% pada Januari 2024, atau merupakan level tercepat sejak Juli 2023, setelah di bulan sebelumnya minus 0,1%. Secara tahunan core PPI AS naik 2% pada Januari 2024, lebih cepat dari bulan sebelumnya naik 1,7%. 

Data inflasi di tingkat produsen AS rilis setelah sebelumnya data inflasi di tingkat konsumen masih tetap tinggi dan masih di atas target The Fed. CPI AS naik 3,1% secara tahunan (YOY) pada Januari 2024, atau melambat inflasi 3,4% bulan sebelumnya, namun masih jauh di atas target The Fed inflasi 2%. Kemudian, inflasi inti konsumen (Core CPI) naik 3,9% pada Januari 2024, atau sama dengan laju inflasi di Desember 2023.

IHSG kemarin dibuka di zona merah hingga penutupan. Secara sektoral, 9 sektor saham turun dipimpin barang baku minus 1,25%, barang konsumen primer dan industri turun 0,85%. Namun hanya 2 sektor saham menguat yakni teknologi naik 0,81% dan energi menguat 0,12%. Saham-saham yang naik tertinggi yakni BBSS, ALII, UNRD, CUAN dan SMLE. Sedangkan saham-saham yang turun terdalam yakni HUMI, WIDI, PTPP, BAIK dan TOSK.

Nilai transaksi IHSG mencapai sekitar Rp10 triliun melibatkan 17 miliaran saham yang diperdagangkan 1,2 juta kali. Sebanyak 198 saham naik, 336 saham turun dan 242 saham stagnan. Kinerja bursa saham regional Asia kemarin yakni indeks Nikkei melemah 0,04% jadi 38,470,39, indeks Hang Seng turun 1,13% jadi 16.115,61, indeks Shanghai naik 1,56% jadi 2.910,54, dan indeks Straits Times naik 0,12% jadi 3,225,91.

Beli Saham di Sini

Di tengah pelemahan IHSG, Tim Analis Bareksa merekomendasikan beberapa saham pilihan:

Stock Pick

MTDL

SRTG

ERAL

ISAT

Last price

Rp550

Rp1.590

Rp308

Rp9.575

Recommendation

Trading buy

Trading buy

Speculative buy

Trading buy

Entry

Rp545

Rp1.595

Rp308

Rp9.600

Rp530

Rp1.560

Rp296

Rp9.400

Target price (TP) 1

Rp565

Rp1.625

Rp316

Rp9.725

Target price (TP) 2

Rp575

Rp1.640

Rp326

Rp9.850

Stop loss

Rp510

Rp1.535

Rp290

Rp9.300

Sumber : Tim Analis Bareksa, last price per 19/2/2024

Beli Saham di Sini

MTDL : last price Rp550

Harga saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) naik 2,8% atau bertambah 15 poin menjadi Rp550 pada Senin (19/2). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham MTDL di rentang harga Rp530 dan Rp545, dengan target harga ambil untung di Rp565 dan Rp575, serta stop rugi di Rp510. 

SRTG : last price Rp1.590

Harga saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melemah 0,63% atau berkurang 10 poin menjadi Rp1.590 pada Senin (19/2). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham SRTG di kisaran Rp1.560 dan Rp1.595, dengan target harga ambil untung di Rp1.625 Rp1.640, serta stop rugi di Rp1.535. 

ERAL : last price Rp308

Harga saham PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) menguat 0,65% atau bertambah 2 poin menjadi Rp308 pada Senin (19/2). Tim Analis Bareksa merekomendasikan spekulasi beli saham ERAL di rentang harga Rp296 dan Rp308, dengan target harga ambil untung di Rp316 dan Rp326, serta stop rugi di Rp290. 

ISAT : last price Rp9.575

Harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) melemah 2,3% atau berkurang 225 poin menjadi Rp9.575 pada Senin (19/2). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham ISAT di kisaran Rp9.400 hingga Rp9.600, dengan target harga ambil untung di Rp9.725 dan Rp9.850, serta stop rugi di Rp9.300.

Beli Saham di Sini

Ringkasan Berita Pasar

BDMN

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp3,5 triliun di 2023, meningkat 6% secara tahunan (YOY). Perolehan laba itu sejalan dengan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang naik 20 bps secara tahunan menjadi 8,2% meskipun tingkat suku bunga lebih tinggi. Sementara Pendapatan Operasional meningkat 7% YOY menjadi Rp18,2 triliun. Kinerja bisnis Danamon yang ciamik tidak terlepas dari pertumbuhan kredit yang tumbuh 19% YoY pada 2023, di mana Danamon telah menyalurkan kredit dan Trade Finance mencapai Rp 174,9 triliun. (Kontan)

CUAN - PTRO

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah resmi  menjadi pengendali baru PT Petrosea Tbk (PTRO). Ini terjadi setelah entitas anak usaha CUAN, yakni PT Kreasi Jasa Persada (KJP) menyelesaikan pembelian saham PTRO dari pemegang saham lama. Pada Jumat (16/2), PT Kreasi Jasa Persada  resmi mengalihkan sebanyak 342,92 juta  saham PTRO dari PT Caraka Reksa Optima (CRO). Jumlah ini mewakili 34%  dari modal disetor dan ditempatkan di dalam Petrosea. Nilai pembelian saham PTRO oleh CUAN mencapai Rp940 miliar. CUAN menggunakan dana  pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) untuk mengakuisisi saham PTRO. (Kontan)

BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan transaksi investor di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mencapai Rp140 triliun pada tahun ini. Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra mengatakan, terdapat peningkatan transaksi SPPA pada tahun 2024. Per 19 Februari 2024, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di SPPA mencapai Rp1,63 triliun, dengan total transaksi Rp32 triliun. Peningkatan nilai transaksi per 19 Februari ini terjadi di beberapa instrumen, bahkan di luar instrumen Obligasi Pemerintah Fixed Rate (Seri FR). (Kontan)

Beli Saham di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.