Stock Pick : IHSG Menguat, Rekomendasi Saham Hari Ini ISAT, BRPT, BFIN dan MEDC

Abdul Malik • 19 Jan 2024

an image
Ilustrasi investor memantau pergerakan pasar saham dan IHSG, serta memilih saham unggulan sesuai rekomendasi stock pick Tim Analis Bareksa. (Shutterstock)

IHSG menguat seiring sentimen internal yakni BI mempertahankan suku bunga acuan 6% dan kuatnya fundamental ekonomi Tanah Air

Bareksa.com - Berikut kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (18/1/2024) dan saham pilihan rekomendasi Tim Analis Bareksa, Jumat (19/1/2024):

IHSG : last price 7.252,97

Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari IHSG pada Kamis (18/1), menguat setelah sehari sebelumnya melemah. Penguatan IHSG dinilai karena ditopang faktor internal, yakni Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 6% guna penguatan stabilisasi rupiah dengan target inflasi terkendali di 2,5% plus minus 1% pada 2024. BI memprediksi ekonomi RI tumbuh di kisaran 4,7-5,5% tahun ini. Pasar juga memantau perkembangan konflik Timur Tengah yang memanas, menyusul serangan baru Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi, Yaman.

IHSG kemarin ditutup menguat 0,73% atau bertambah 52,34 poin menjadi 7.252,97 dengan kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) naik 0,41% jadi 972,96. IHSG dibuka melemah, namun kemudian bergerak di zona positif hingga penutupan. Secara sektoral, 5 sektor saham menguat dipimpin barang baku naik 2,93%, kesehatan dan infrastruktur masing-masing naik 1,21% dan 0,82%. Sedangkan 6 sektor saham turun dipimpin energi minus 0,81%, transportasi & logistik serta ndustri masing-masing melemah 0,59% dan 0,24%. 

Investasi Saham di Sini

Saham-saham yang naik tertinggi yakni TPIA, CGAS, SRAJ, ACRO dan GRPH. Saham-saham turun terdalam yakni KOKA, GTRA, CUAN, MSKY dan NICE. Frekuensi perdagangan saham tercatat 1.267.132 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan 19,67 miliar lembar senilai Rp10,64 triliun. Sebanyak 250 saham naik, 261 saham turun dan 258 saham stagnan.

Investor asing terpantau net sell Rp1,07 triliun kemarin. Namun, sepanjang 2024, asing masih net buy Rp6,81 triliun. Kinerja Bursa Saham Asia kemarin di antaranya indeks Hang Seng naik 0,75% jadi 15.391,79, indeks Shanghai menguat 0,43% jadi 2.845,78, indeks Nikkei melemah 0,03% jadi 35.466,19 dan indeks Strait Times melemah 0,08% jadi 3.139,78.

Investasi Saham di Sini

Di tengah menguatnya IHSG, Tim Analis Bareksa merekomendasikan beberapa saham pilihan:

Stock Pick

ISAT

BRPT

BFIN

MEDC

Last price

Rp10.000

Rp1.110

Rp1.205

Rp1.250

Recommendation

Trading buy

Trading buy

Trading buy

Trading buy

Entry

Rp9.900

Rp1.100

Rp1.195

Rp1.240

Rp9.725

Rp1.040

Rp1.170

Rp1.210

Target price (TP) 1

Rp10.175

Rp1.155

Rp1.225

Rp1.280

Target price (TP) 2

Rp10.300

Rp1.210

Rp1.240

Rp1.300

Stop loss

Rp9.600

Rp990

Rp1.150

Rp1.170

Sumber : Tim Analis Bareksa, last price per 18/1/2023

Investasi Saham di Sini

ISAT : last price Rp10.000

Harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) naik 2,56% atau bertambah 250 poin menjadi Rp10.000 pada Kamis (18/1). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham ISAT di rentang harga Rp9.725 dan Rp9.900, dengan target harga ambil untung di Rp10.175 dan Rp10.300, serta stop rugi di Rp9.600. 

BRPT : last price Rp1.100

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 5,71% atau bertambah 60 poin menjadi Rp1.110 pada Kamis (18/1). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham BRPT di kisaran harga Rp1.040 dan Rp1.100, dengan target harga ambil untung di Rp1.225 dan Rp1.240, serta stop rugi di Rp1.150. 

BFIN : last price Rp1.205

Harga saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) menguat 1,69% atau bertambah 20 poin menjadi Rp1.205 pada Kamis (18/1). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham BFIN di rentang harga Rp1.170 dan Rp1.195, dengan target harga ambil untung di Rp1.225 dan Rp1.240, serta stop rugi di Rp1.150. 

MEDC : last price Rp1.250

Harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,04% atau bertambah 25 poin menjadi Rp1.250 pada Kamis (18/1). Tim Analis Bareksa merekomendasikan trading buy saham MEDC di kisaran harga Rp1.210 dan Rp1.240, dengan target harga ambil untung di Rp1.280 dan Rp1.300, serta stop rugi di Rp1.170. 

Investasi Saham di Sini

Ringkasan Berita Pasar

CTRA 

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan rekor marketing sales pada 2023 mencapai Rp10,2 triliun, melesat 24% secara tahunan (YOY), serta merealisasi 105% dari target perseroan. Lonjakan marketing sales didorong oleh proyek Citra Garden Serpong, Citraland Surabaya, Citraland Sampali Kota Deli Medan dan Citra Garden Bintaro. Pada kuartal IV 2023, proyek baru dan eksisting menyumbang Rp1,5 triliun dengan tingkat pengambilan 67% dari 1.214 unit yang terjual. Program insentif PPN juga berkontribusi ke marketing sales Rp769 miliar pada 2023. Segmen residensial masih memberikan kontribusi terbesar yakni 80%, lalu diikuti oleh ruko 17%. 

SMRA 

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan marketing sales pada 2023 mencapai Rp4,8 triliun atau lebih rendah dari target perusahaan Rp5 triliun. Pada 2023, marketing sales dari Summarecon Bandung menyumbang Rp650 miliar atau sekitar 11%. Pada tahun ini juga perusahaan telah membangun Summarecon Mall Bandung dengan nilai investasi Rp750 miliar. Dari sisi recurring income diproyeksikan menyumbang 23-28% ke pendapatan perusahaan di 2023.

Investasi Saham di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.