Bank Sentral Korea Selatan Pertahankan Suku Bunga 3,50%

Martina Priyanti • 30 Nov 2023

an image
Ilustrasi persentase suku bunga acuan yang digambarkan dengan lambang persen dipegang oleh tangan seseorang. (shutterstock)

Sebagian besar ekonom melihat bahwa Bank Sentral Korea Selatan telah mencapai tingkat suku bunga puncaknya

Bareksa.com - Bank Sentral Korea Selatan kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada hari Kamis (30/12/2023), karena ketidakpastian global dan resistensi terhadap biaya pinjaman yang lebih tinggi melebihi kekhawatiran seputar tekanan harga yang kaku.

Bank of Korea (BOK) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya sebesar 3,50%, pada pertemuan tinjauan kebijakan di Seoul. Keputusan Bank Sentral Korea Selatan, seperti yang diperkirakan oleh 36 ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Jeda tersebut menandai pertemuan ketujuh berturut-turut di mana para pejabat tetap absen selama siklus suku bunga, di mana biaya pinjaman melonjak 300 basis poin.

Sebagian besar ekonom melihat bahwa Bank Sentral Korea Selatan telah mencapai tingkat suku bunga puncaknya. Selain itu, mereka juga memperkirakan bahwa Bank Sentral Korea Selatan akan mulai melakukan pelonggaran kebijakan mulai kuartal ketiga tahun depan. Alasannya adanya penurunan inflasi membuat pembatasan biaya pinjaman sulit untuk dibenarkan oleh masyarakat.

Negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia ini tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal ketiga berkat membaiknya ekspor, sementara sentimen bisnis pada bulan Desember mencapai titik tertinggi dalam setahun terakhir.

Namun, kebijakan moneter yang restriktif belum berdampak pada perlambatan inflasi. Inflasi konsumen meningkat pada bulan ketiga di bulan Oktober menjadi 3,8%, dibandingkan tahun sebelumnya di tengah kenaikan harga pangan, jauh di atas target Bank Sentral Korea Selatan sebesar 2%.

Menurut Kathleen Oh, Ekonom Morgan Stanley, ada kemungkinan besar bahwa pertemuan dimaksud adalah kali terakhir mereka mengambil keputusan hawkish sebelum beralih ke dovish mulai tahun depan. "Penentuan waktu pandangan Bank Sentral Korea Selatan, mengenai stabilisasi inflasi jangka menengah diperkirakan akan menentukan waktu perubahan Bank Sentral Korea Selatan."

Perkiraan bank mencatat bahwa inflasi akan kembali ke target 2% pada akhir tahun depan.

Investasi Saham di Sini

Suku Bunga Acuan Indonesia

Sementara itu sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Dalam siaran pers BI (23/11/2023) disebutkan Keputusan ini tetap konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor (imported inflation), sehingga inflasi tetap terkendali.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui penguatan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan penurunan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) untuk mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.

Investasi Saham di Sini

(IQPlus/33333596/Martina)

* * *

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.