Transaksi Rp8,24 Miliar, Bos AKR Haryanto Adikoesoemo Borong Lagi Saham AKRA

Hanum Kusuma Dewi • 27 Nov 2023

an image
Presiden Direktur/ Group CEO PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Haryanto Adikoesoemo. (Bareksa/Alfin Tofler)

Presiden Direktur Haryanto Adikoesoemo membeli 5.689.100 lembar saham AKRA di harga rata-rata Rp1.448,21 per saham

Bareksa.com - Haryanto Adikoesoemo sebagai Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) kembali menambah porsi kepemilikan saham di emiten distributor bahan bakar minyak tersebut pada tanggal 16 hingga 22 November 2023. 

Suresh Vembu Direktur dan Corporate Secretary AKRA dalam keterangan tertulisnya Jumat (24/11) menyampaikan bahwa telah membeli sebanyak 5.689.100 lembar saham AKRA di harga rata-rata Rp1.448,21 per saham. Dengan harga tersebut, maka total transaksi mencapai Rp8,24 miliar. 

Sebagai informasi, Haryanto juga pernah membeli sebanyak 976.200 lembar saham AKRA di harga rata-rata Rp1.477,58 per saham pada tanggal 9 dan 15 November 2023.

"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.

Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Haryanto Adikoesoemo di AKRA bertambah menjadi sebanyak 200,4 juta lembar saham atau menjadi sekitar 0,999% dibandingkan sebelumnya sebanyak 194,7 juta lembar saham atau sekitar 0,970%.

Investasi Saham, Klik di Sini

(IQPlus/33025659/hm)

* * *

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.