Bank Danamon (BDMN) Catat Pendapatan Bunga Neto Rp11,29 Triliun Hingga September 2023

Hanum Kusuma Dewi • 31 Oct 2023

an image
Kantor Bank Danamon di Bandung, Jawa Barat. (Shutterstock)

Pendapatan bunga naik 7,7% sementara laba bersih yang dapat diatribusikan pada entitas induk naik 1,5%

Bareksa.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat pendapatan bunga neto Rp11,29 triliun hingga periode 30 September 2023 naik 7,7% dari Rp10,48 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba 

Laporan keuangan perseroan yang dipublikasi Selasa (31/10/2023) menyebutkan, pendapatan operasional naik menjadi Rp3,48 triliun pada sembilan bulan 2023, naik 2% dari pendapatan operasional Rp3,41 triliun periode sama tahun lalu. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp3,41 triliun naik 1,4% dari laba sebelum pajak Rp3,36 triliun tahun sebelumnya.

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk diraih Rp2,56 triliun naik 1,5% dari Rp2,52 triliun pada periode sama tahun lalu. Jumlah aset mencapai Rp208,27 miliar per 30 September 2023 naik 5,3% dari Rp197,72 miliar hingga periode 31 Desember 2022.

Sebagai informasi, Bank Danamon adalah bagian dari MUFG Bank, bank terbesar di Jepang dan lembaga keuangan terkemuka di dunia. 

Beli Reksadana, Klik di Sini

(IQPlus/30332152/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Saham adalah instrumen investasi yang memiliki risiko kerugian. Artikel ini bertujuan untuk berbagi informasi seputar pasar dengan analisa untuk meminimalisir risiko. Setiap keputusan transaksi beli jual saham ada di tangan investor.