IHSG Rekor Tertinggi di 2023, Empat Reksadana Jadi Pendatang Baru di Bareksa Barometer

Abdul Malik • 23 Dec 2023

an image
Karyawan berada di bawah monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/12). (ANTARA FOTO/Sigid K)

Penguatan pasar saham Tanah Air ditopang fenomena window dreesing dan optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS pada Maaret 2024

Bareksa.com - Kinerja Pasar Saham Indonesia yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor penutupan tertinggi di 2023. IHSG ditutup naik 0,39% atau bertambah 27,9 poin menjadi 7.237,52 pada Jumat (22/12). Dalam sepekan, periode 18-22 Desember, IHSG naik 0,8%. Menurut Tim Analis Bareksa, penguatan IHSG utamanya topang window dressing dan optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) mulai Maret 2024. 

IHSG juga ditopang melonjaknya saham-saham farmasi seiring kembali melonjaknya kasus Covid-19. Beberapa saham berkapitalisasi pasar besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga jadi saham-saham yang terbanyak ditransaksikan. Menurut Bursa Efek Indonesia, kapitalisasi pasar Bursa sepekan ini naik 0,97% menjadi Rp11,65 triliun dari pekan sebelumnya Rp11,54 triliun. Moncernya kinerja pasar saham mendorong kinerja reksadana berbasis saham, seperti reksadana saham dan indeks. Utamanya imbal hasil reksadana yang memiliki portofilo saham BBCA yang ikut terdongkrak. Saham BBCA pekan lalu masih di kisaran Rp8.600-an, namun pekan ini ditutup di Rp9.325 pada Jumat (22/12). 

Selain itu, rilis data Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Federal Reserve (The Fed), naik 2,6% pada November 2023, lebih rendah dari perkiraan pasar. Hal ini menambah sentimen positif bagi pasar modal global, termasuk IHSG. Kinerja reksadana pekan ini juga dibayangi sentimen positif penguatan ekspektasi imbal hasil (yield) Oblogasi Negara Syariah (SBSN) project based sukuk (PBS). Hal itu membuat kinerja reksadana pendapatan tetap syariah pekan ini ikut moncer. 

Investasi Reksadana di Sini

Sumringahnya pasar saham Tanah Air mendorong 2 reksadana berbasis saham jadi pendatang baru di daftar reksadana saham dan reksadana indeks unggulan Bareksa Barometer pekan ini. Menguatnya yield Obligasi Negara Syariah juga menopang dua reksadana pendapatan tetap syariah jadi pendatang baru dalam daftar reksadana pendapatan tetap unggulan Bareksa Barometer pekan ini, jelang pekan terakhir Desember 2023. 

Empat reksadana pendatang baru itu yakni Batavia Dana Saham di posisi 5 daftar reksadana saham unggulan, Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index mengisi peringkat 4 daftar reksadana indeks unggulan, serta Majoris Sukuk Negara Indonesia dan Mandiri Investa Dana Syariah masing-masing mengisisi posisi 4 dan 5 daftar reksadana pendapatan tetap unggulan. 

Batavia Dana Saham Optimal mencatat Barometer Point 4 dengan imbal hasil 2,93% setahun terakhir. Kemudian Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index memperoleh Barometer Point 3,5 dan imbal hasilnya 6,78% setahun. Serta Majoris Sukuk Negara Indonesia dan Mandiri Investa Dana Syariah mencatat Barometer Point masing-masing 3,5 dan imbal hasilnya masing-masing 6,29% dan 4,03%. 

Investasi Reksadana di Sini

Top 5 Reksadana Saham Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Saham

Manajer Investasi

AUM November 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp317,11 miliar

4,5

5,51%

TRIM Kapital Plus

Trimegah Asset Management

Rp267,24 miliar

4,5

11,47%

BNP Paribas Ekuitas

BNP Paribas Asset Management

Rp1,05 triliun

4,5

4,05%

BNP Paribas Pesona

BNP Paribas Asset Management

Rp682,6 miliar

4

2,66%

Batavia Dana Saham

Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Rp2,18 triliun

4

2,93%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 22/12/2023

Investasi Trim Kapital Plus di Sini

Investasi BNP Paribas Ekuitas di Sini

Investasi BNP Paribas Pesona di Sini

Top 5 Reksadana Indeks Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Indeks

Manajer Investasi

AUM November 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Avrist Indeks LQ45

Avrist Asset Management

Rp555,04 miliar

4

5,58%

BNP Paribas IDX Growth30

BNP Paribas Asset Management

Rp163,28 miliar

4

4,16%

Danareksa MSCI Indonesia ESG Screened Kelas A

BRI Manajemen Investasi

Rp460,06 miliar

3,5

5,74%

Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index

Trimegah Asset Management

Rp30,63 miliar

3,5

6,78%

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp864,38 miliar

3,5

9,27%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 22/12/2023

Investasi Avrist Indeks LQ45 di Sini

Investasi BNP Paribas IDX Growth30 di Sini

Investasi Syailendra MSCI Indonesia Value di Sini

Investasi Trimegah FTSE Indonesia Low di Sini

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pendaptan Tetap

Manajer Investasi

AUM November 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Bahana Mes Syariah Fund Kelas G

Bahana TCW Investment Management

Rp614,5 miliar

4

4,84%

Trimegah Dana Tetap Syariah

Trimegah Asset Management

Rp110,86 miliar

4

5,76%

BNP Paribas Prima II Kelas RK1

BNP Paribas Asset Management

Rp733 miliar

3,5

5,2%

Majoris Sukuk Negara Indonesia

Majoris Asset Management

Rp276,14 miliar

3,5

6,29%

Mandiri Investa Dana Syariah

Mandiri Manajemen Investasi

Rp108,75 miliar

3,5

4,03%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 22/12/2023

Investasi Trimegah Dana Tetap Syariah di Sini

Investasi BNP Paribas Prima II di Sini

Investasi Majoris Sukuk Negara di Sini

Top 5 Reksadana Pasar Uang Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pasar Uang

Manajer Investasi

AUM November 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Capital Money Market Fund

Capital Asset Management

Rp697,06 miliar

5

5,35%

Mega Dana Kas

Mega Asset Management

Rp360,95 miliar

5

4,9%

Shinhan Money Market Fund

Shinhan Asset Management Indonesia

Rp454,1 miliar

4,5

4,98%

Setiabudi Dana Pasar Uang

Setiabudi Investment Management

Rp707,09 miliar

4,5

4,71%

Avrist Ada Kas Mutiara

Avrist Asset Management

Rp123,61 miliar

4

4,6%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 22/12/2023

Investasi Capital Money Market di Sini

Investasi Shinhan Money Market Fund di Sini

Top 5 Reksadana Campuran Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Campuran

Manajer Investasi

AUM November 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Manulife Dana Campuran II

Manulife Aset Manajemen Indonesia

128,866,859,542.00

5

3,42%

TRAM Alpha

Trimegah Asset Management

110,593,854,948.00

4

5,04%

Schroder Dana Terpadu II

Schroder Investment Management Indonesia

894,928,682,042.00

4

5,01%

Schroder Dana Kombinasi

Schroder Investment Management Indonesia

569,653,598,604.00

3,5

4,16%

Schroder Syariah Balanced Fund

Schroder Investment Management Indonesia

89,823,070,203.00

3,5

0,75%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 22/12/2023

Investasi Schroder Syariah Balanced di Sini

Investasi Schroder Dana Terpadu II di Sini

Investasi Schroder Dana Kombinasi di Sini

Apa yang Baru dari Bareksa Barometer?

Bareksa Barometer yang biasa dijadikan acuan oleh investor dalam berinvestasi reksadana jadi makin paten, seiring pembaruan metodologinya. Dengan inovasi ini, investor jadi punya panduan lebih mantap guna mencapai target investasinya dalam meraih cuan. Menurut Tim Analis Bareksa, inovasi terbaru Bareksa Barometer ialah dari sisi penilaian kinerja reksadana berdasarkan jangka waktunya.

Jika sebelumnya jangka waktu yang dinilai hanya 4 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun dengan bobot masing-masing 25%, kini ditambah menjadi 5 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun dengan bobot penilaian masing-masing 20%. Metode baru ini semakin meningkatkan kualitas penilaian Bareksa Barometer. Karena itu penilaian atas kinerja suatu produk reksadana jadi semakin maksimal dan handal.

Bobot Periode Kinerja Reksadana oleh Bareksa Barometer

Periode

1 tahun

9 bulan

6 bulan

3 bulan

1 bulan

Bobot

20%

20%

20%

20%

20%

Sumber : Tim Analis Bareksa​

Beli Reksadana di Sini

Selain itu, dari sisi benchmark atau acuan atas kinerja produk reksadana, Bareksa Barometer kini hanya mengacu pada kinerja 8 Indeks Reksadana Bareksa. Sebelumnya, penilaian juga menyertakan indeks LQ45 untuk reksadana konvensional dan Jakarta Islamic Index (JII) untuk reksadana syariah.

Ini karena Bareksa Fund Index mengukur kinerja rata-rata seluruh produk reksadana yang ada di Indonesia dari per jenis reksadana, yakni reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

Kini penilaian kinerja suatu produk reksadana saham konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Saham Bareksa dan reksadana saham syariah akan dibandingkan dengan Indeks Reksadana Saham Syariah Bareksa.

Demikian juga penilaian kinerja produk reksadana pendapatan tetap konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Bareksa dan reksadana pendapatan tetap syariah mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah Bareksa.

Beli Reksadana di Sini

Sebelumnya, inovasi juga telah dilakukan Bareksa Barometer. Yakni Tim Analis Bareksa memaksimalkan penilaian Bareksa Barometer dari sisi momentum pergerakan pasar. Model ini dipilih karena Tim Analis Bareksa mempertimbangkan beberapa peristiwa penting yang sangat berdampak ke pasar modal.

Di antaranya beberapa kasus di industri pasar modal, pandemi Covid-19, hingga ancaman resesi global akibat kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Akibat beberapa peristiwa itu, pergerakan pasar saham dan obligasi menjadi sangat fluktuatif dan bergejolak, sehingga membuat investor ragu untuk berinvestasi ke aset yang lebih berisiko atau produk selain reksadana pasar uang.

Padahal, dengan strategi dan momentum yang tepat, dinamika pasar itu justru bisa dimanfaatkan untuk meraih cuan optimal. Karena itulah, Tim Analis Bareksa menyesuaikan model penilaian Bareksa Barometer guna menangkap peluang tersebut.

Meski begitu, penilaian dari sisi tata kelola yang baik (GCG) tidak mengalami perubahan dalam metode penilaian Bareksa Barometer.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.