6 Reksadana Ini Pendatang Baru di Bareksa Barometer, Cuan hingga 37,9%

Abdul Malik • 25 Nov 2023

an image
Ilustrasi top 5 reksadana unggulan Bareksa Barometer. (Shutterstock)

Pendatang baru itu merata di semua jenis reksadana

Bareksa.com - Bareksa Barometer pekan ini, yang merupakan pekan terakhir November 2023 ramai pendatang baru. Tercatat ada enam reksadana new comer masuk dalam daftar unggulan Bareksa Barometer dibandingkan pekan lalu. Pendatang baru itu merata di semua jenis reksadana. Maraknya pendatang baru tersebut seiring dinamika pasar dan perubahan skor Barometer Point dari reksadana bersangkutan.

Reksadana pendatang baru tersebut di antaranya HPAM Ultima Ekuitas 1 yang langsung menempati urutan kelima dalam daftar reksadana saham unggulan Bareksa Barometer pekan ini dengan skor Barometer Point 4,5. Reksadana kelolaan Henan Putihrai Asset Management yang mengelola dana Rp668,75 miliar itu berhasil mencatatkan imbal hasil 29,04% dalam 3 tahun terakhir. 

Selanjutnya ada dua reksadana kelolaan Avrist Asset Management dalam daftar reksadana indeks unggulan Bareksa Barometer, yakni Avrist Indeks LQ45 di posisi 2 dan Avrist IDX30 di posisi 5 dengan Barometer Point 3,5 dan 3 dan imbalannya masing-masing 7,97% dan 3,96% dalam 3 tahun. 

Investasi Reksadana di Sini

Dalam daftar reksadana campuran ada Trimegah Balanced Absolute Strategy Kelas A sebagai pendatang baru di posisi 5 dengan Barometer Point 3,5 dan cuannya mencapai 37,93% dalam 3 tahun terakhir. Reksadana besutan Trimegah Asset Management itu mengelola dana investor Rp284,7 miliar. 

Bahana Mes Syariah Fund Kelas G jadi pendatang baru dalam daftar reksadana pendapatan tetap unggulan Bareksa Barometer, di posisi 5 dengan Barometer Point 3,5 dan imbalannya 5,67% setahun terakhir. Terakhir ialah Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia yang berada di posisi 5 dalam daftar reksadana pasar uang unggulan dengan Barometer Point 4 dan imbal hasilnya 4,46% setahun terakhir. 

Nilai Barometer Point tertinggi pekan ini yakni skor 5 dicatatkan Capital Money Market Fund yang juga menempati posisi 1 dalam reksadana pasar uang unggulan dengan imbalan 5,29% setahun terakhir. Peringkat 1 lainnya di masing-masing kategori, yakni Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A yang memimpin daftar reksadana saham unggulan dengan Barometer Point 4,5 dan imbalannya 10,27% dalam 3 tahun terakhir. 

Kemudian BNP Paribas IDX Growth30 memimpin dalam daftar reksadana indeks unggulan dengan skor Barometer Point 3,5, TRAM Alpha nomor wahid di daftar reksadana campuran unggulan dengan Barometer Point 4,5 dan imbalannya 19,43%, serta Majoris Sukuk Negara Indonesia di posisi 1 daftar reksadana pendapatan tetap unggulan dengan Barometer Point 4,5 dan imbalannya 4,54% setahun terakhir. 

Investasi Reksadana di Sini

Daftar selengkapnya reksadana ungulan Bareksa Barometer pekan ini ialah sebagai berikut: 

Top 5 Reksadana Saham Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Saham

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp312,69 miliar

4,5

10,27%

TRIM Kapital Plus

Trimegah Asset Management

Rp270,96 miliar

4,5

34,88%

BNP Paribas Ekuitas

BNP Paribas Asset Management

Rp1,08 triliun

4,5

11,24%

Batavia Dana Saham Optimal

Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Rp521,26 miliar

4,5

18,05%

HPAM Ultima Ekuitas 1

Henan Putihrai Asset Management

Rp668,75 miliar

4,5

29,04%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 24/11/2023

Investasi Trim Kapital Plus di Sini

Investasi BNP Paribas Ekuitas di Sini

Top 5 Reksadana Indeks Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Indeks

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

BNP Paribas IDX Growth30

BNP Paribas Asset Management

Rp168,46 miliar

3.5

-

Avrist Indeks LQ45

Avrist Asset Management

Rp555,08 miliar

3.5

7,97%

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp885,33 miliar

3.5

16,10%

BNP Paribas Sri Kehati

BNP Paribas Asset Management

Rp3,37 triliun

3

19,69%

AVRIST IDX30

Avrist Asset Management

Rp170,67 miliar

3

3,96%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 24/11/2023

Investasi BNP Paribas IDX Growth30 di Sini

Investasi Avrist Indeks LQ45 di Sini

Investasi Avrist IDX30 di Sini

Investasi BNP Paribas Sri Kehati di Sini

Investasi Syailendra MSCI Indonesia Value di Sini

Top 5 Reksadana Campuran Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Campuran

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

TRAM Alpha

Trimegah Asset Management

Rp108,21 miliar

4,5

19,43%

Manulife Dana Campuran II

Manulife Aset Manajemen Indonesia

Rp128,86 miliar

4

10,68%

Schroder Dana Kombinasi

Schroder Investment Management Indonesia

Rp577,76 miliar

4

10,96%

Schroder Dana Terpadu II

Schroder Investment Management Indonesia

Rp885,62 miliar

4

14,86%

Trimegah Balanced Absolute Strategy Kelas A

Trimegah Asset Management

Rp284,7 miliar

3,5

37,93%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 24/11/2023

Investasi Schroder Dana Terpadu II di Sini

Investasi Schroder Dana Kombinasi di Sini

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pendapatan Tetap

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Majoris Sukuk Negara Indonesia

Majoris Asset Management

Rp280,02 miliar

4,5

4,54%

Mandiri Investa Dana Syariah

Mandiri Manajemen Investasi

Rp109,63 miliar

4

3,8%

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Eastspring Investments Indonesia

Rp660,66 miliar

4

3,54%

Trimegah Dana Tetap Syariah

Trimegah Asset Management

Rp114,43 miliar

4

5,44%

Bahana Mes Syariah Fund Kelas G

Bahana TCW Investment Management

Rp599,53 miliar

3,5

5,67%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 24/11/2023

Investasi Trimegah Dana Tetap Syariah di Sini

Top 5 Reksadana Saham Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pasar Uang

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Capital Money Market Fund

Capital Asset Management

Rp607,81 miliar

5

5,29%

Mega Dana Kas

Mega Asset Management

Rp373,33 miliar

4,5

4,8%

Shinhan Money Market Fund

Shinhan Asset Management Indonesia

Rp427,01 miliar

4

4,85%

Setiabudi Dana Pasar Uang

Setiabudi Investment Management

Rp753,78 miliar

4

4,61%

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

Majoris Asset Management

Rp372,7 miliar

4

4,46%

Sumber : Tim Analis Bareksa, imbal hasil per 24/11/2023

Investasi Capital Money Market di Sini

Investasi Shinhan Money Market Fund di Sini

Investasi Majoris Pasar Uang Syariah di Sini

Apa yang Baru dari Bareksa Barometer?

Bareksa Barometer yang biasa dijadikan acuan oleh investor dalam berinvestasi reksadana jadi makin paten, seiring pembaruan metodologinya. Dengan inovasi ini, investor jadi punya panduan lebih mantap guna mencapai target investasinya dalam meraih cuan. Menurut Tim Analis Bareksa, inovasi terbaru Bareksa Barometer ialah dari sisi penilaian kinerja reksadana berdasarkan jangka waktunya.

Jika sebelumnya jangka waktu yang dinilai hanya 4 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun dengan bobot masing-masing 25%, kini ditambah menjadi 5 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun dengan bobot penilaian masing-masing 20%. Metode baru ini semakin meningkatkan kualitas penilaian Bareksa Barometer. Karena itu penilaian atas kinerja suatu produk reksadana jadi semakin maksimal dan handal.

Bobot Periode Kinerja Reksadana oleh Bareksa Barometer

Periode

1 tahun

9 bulan

6 bulan

3 bulan

1 bulan

Bobot

20%

20%

20%

20%

20%

Sumber : Tim Analis Bareksa​

Beli Reksadana di Sini

Selain itu, dari sisi benchmark atau acuan atas kinerja produk reksadana, Bareksa Barometer kini hanya mengacu pada kinerja 8 Indeks Reksadana Bareksa. Sebelumnya, penilaian juga menyertakan indeks LQ45 untuk reksadana konvensional dan Jakarta Islamic Index (JII) untuk reksadana syariah.

Ini karena Bareksa Fund Index mengukur kinerja rata-rata seluruh produk reksadana yang ada di Indonesia dari per jenis reksadana, yakni reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

Kini penilaian kinerja suatu produk reksadana saham konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Saham Bareksa dan reksadana saham syariah akan dibandingkan dengan Indeks Reksadana Saham Syariah Bareksa.

Demikian juga penilaian kinerja produk reksadana pendapatan tetap konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Bareksa dan reksadana pendapatan tetap syariah mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah Bareksa.

Beli Reksadana di Sini

Sebelumnya, inovasi juga telah dilakukan Bareksa Barometer. Yakni Tim Analis Bareksa memaksimalkan penilaian Bareksa Barometer dari sisi momentum pergerakan pasar. Model ini dipilih karena Tim Analis Bareksa mempertimbangkan beberapa peristiwa penting yang sangat berdampak ke pasar modal.

Di antaranya beberapa kasus di industri pasar modal, pandemi Covid-19, hingga ancaman resesi global akibat kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Akibat beberapa peristiwa itu, pergerakan pasar saham dan obligasi menjadi sangat fluktuatif dan bergejolak, sehingga membuat investor ragu untuk berinvestasi ke aset yang lebih berisiko atau produk selain reksadana pasar uang.

Padahal, dengan strategi dan momentum yang tepat, dinamika pasar itu justru bisa dimanfaatkan untuk meraih cuan optimal. Karena itulah, Tim Analis Bareksa menyesuaikan model penilaian Bareksa Barometer guna menangkap peluang tersebut.

Meski begitu, penilaian dari sisi tata kelola yang baik (GCG) tidak mengalami perubahan dalam metode penilaian Bareksa Barometer.

Beli Reksadana di Sini

(Romainah/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.