Bareksa Barometer Kedatangan 3 Reksadana Pendatang Baru, Ada yang Cuan hingga 44,9%

Abdul Malik • 10 Nov 2023

an image
Ilustrasi top 5 reksadana unggulan Bareksa Barometer. (Shutterstock)

Tiga reksadana pendatang baru ialah BNP Paribas Pesona, Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A dan Setiabudi Dana Pasar Uang

Bareksa.com - Bareksa Barometer kembali kedatangan pendatang baru pekan ini yang merupakan akhir pekan kedua dan jelang pekan ketiga November 2023. Tiga reksadana new comer itu ialah BNP Paribas Pesona, Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A dan Setiabudi Dana Pasar Uang. Masuknya tiga reksadana itu seiring membaiknya skor Barometer Point seiring dinamika pasar. 

Ketiganya masing-masing masuk di posisi 5 dalam daftar reksadana saham unggulan, daftar reksadana pendapatan tetap unggulan dan reksadana pasar uang unggulan. BNP Paribas Pesona pekan ini meraih Barometer Point 4,5 dengan dana kelolaan Rp685,17 miliar dan imbal hasilnya 15,83% dalam 3 tahun terakhir. 

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A juga masuk top 5 reksadana pendapatan tetap unggulan dengan Barometer Point 4, dana kelolaan Rp660,66 miliar dan imbal hasilnya 4,7% setahun terakhir. Kemudian Setiabudi Dana Pasar Uang di posisi 5 besar reksadana pasar uang unggulan Bareksa Barometer dengan skor Barometer Point 4, dana kelolaan Rp753,78 miliar dan imbal hasilnya 4,55%. 

Investasi Reksadana di Sini

Pekan ini skor tertinggi dicatatkan Capital Money Market Fund dengan Barometer Point 5. Dengan dana kelolaan Rp607,8 miliar dan imbal hasil 5,26% setahun terakhi, reksadana ini di posisi 1 dalam daftar reksadana pasar unggulan Bareksa Barometer. 

Kinerja cuan menarik dicatatkan TRIM Kapital Plus dengan imbalan 44,95% dalam 3 tahun terakhir, yang berada di posisi 4 dalam daftar rekadana saham unggulan. Kemudian, Setiabudi Dana Campuran dengan catatan cuan 45,14% dalam 3 tahun terakhir dan berada di posisi kelima dalam daftar reksadana campuran unggulan. Masing-masing membukukan Barometer Point 4,5 dan 3,5. 

Reksadana lainnya dengan skor tertinggi di setiap kategori dan memimpin daftar reksadana unggulan ialah Majoris Sukuk Negara Indonesia dengan skor 4,5 dengan imbal hasil 6,37% setahun yang memimpin daftar reksadana pendapatan tetap unggulan. Kemudian, Prospera Bijak di posisi 1 dalam daftar reksadana saham unggulan dengan Barometer Point 4,5 dan imbalan 26,23% dalam 3 tahun.

Selanjutnya, Manulife Dana Campuran II mempimpin daftar reksadana campuran unggulan dengan Barometer Point 4,5 dan imbalan 14,35% dalam 3 tahun. Serta BNP Paribas Sri Kehati di posisi 1 dalam daftar reksadana indeks unggulan dengan Barometer Point 4,5 dengan imbal hasil 14,35% dalam 3 tahun terakhir.

Investasi Reksadana di Sini

Daftar top 5 reksadana unggulan per jenis selengkapnya, sebagai berikut: 

Top 5 Reksadana Saham Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Saham

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

Prospera Bijak

Prospera Asset Management

Rp112,5 miiar

4,5

26,23%

BNP Paribas Ekuitas

BNP Paribas Asset Management

Rp1,08 triliun

4,5

19,75%

Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp312,69 miliar 

4,5

21,13%

TRIM Kapital Plus

Trimegah Asset Management

Rp270,96 miliar

4,5

44,95%

BNP Paribas Pesona

BNP Paribas Asset Management

Rp685,17 miliar

4,5

15,83%

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 9/11/2023​

Investasi Prospera Bijak di Sini

Investasi Trim Kapital Plus di Sini

Investasi BNP Paribas Pesona di Sini

Investasi BNP Paribas Ekuitas di Sini

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pendapatan Tetap

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Majoris Sukuk Negara Indonesia

Majoris Asset Management

Rp280,02 miliar

4,5

6,37%

Trimegah Dana Tetap Syariah

Trimegah Asset Management

Rp114,43 miliar

4,5

6,22%

Capital Fixed Income Fund

Capital Asset Management

Rp360,19 miliar

4,5

8,67%

Mandiri Investa Dana Syariah

Mandiri Manajemen Investasi

Rp109,63 miliar

4

4,35%

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A

Eastspring Investments Indonesia

Rp660,66 miliar

4

4,70%

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 9/11/2023

Investasi Trimegah Dana Tetap Syariah di Sini

Investasi Capital Fixed Income di Sini

Top 5 Reksadana Pasar Uang Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pasar Uang

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun

Capital Money Market Fund

Capital Asset Management

Rp607,81 miliar

5

5,26%

Mega Dana Kas

Mega Asset Management

Rp373,33 miliar

4,5

4,75%

Shinhan Money Market Fund

Shinhan Asset Management Indonesia

Rp427,01 miliar

4

4,79%

Capital Sharia Money Market

Capital Asset Management

Rp62,25 miliar

4

4,62%

Setiabudi Dana Pasar Uang

Setiabudi Investment Management

Rp753,78 miliar

4

4,55%

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 9/11/2023

Investasi Capital Money Market di Sini

Investasi Shinhan Money Market Fund di Sini

Top 5 Reksadana Campuran Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Campuran

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

Manulife Dana Campuran II

Manulife Aset Manajemen Indonesia

Rp128,86 miliar

4,5

14,35%

TRAM Alpha

Trimegah Asset Management

Rp108,21 miliar

4,5

25,69%

Schroder Dana Terpadu II

Schroder Investment Management Indonesia

Rp885,62 miliar

4

18,47%

Schroder Dana Kombinasi

Schroder Investment Management Indonesia

Rp577,76 miliar

4

11,58%

Setiabudi Dana Campuran

Setiabudi Investment Management

Rp60,76 miliar

3,5

45,14%

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 9/11/2023

Investasi Schroder Dana Terpadu II di Sini

Investasi Schroder Dana Kombinasi di Sini

Top 5 Reksadana Indeks Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Indeks

Manajer Investasi

AUM Oktober 2023

Barometer Point

Imbal Hasil 3 Tahun

BNP Paribas Sri Kehati

BNP Paribas Asset Management

Rp3,37 triliun

3.5

27,20%

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A

Syailendra Capital

Rp885,33 miliar

3

24,06%

Allianz SRI KEHATI Index Fund

Allianz Global Investors Asset Management Indonesia

Rp247,16 miliar

3

25,55%

Trimegah FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index

Trimegah Asset Management

Rp30,85 miliar

3

-

BNP Paribas IDX Growth30

BNP Paribas Asset Management

Rp168,46 miliar

3

-

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 9/11/2023​

Investasi Reksadana di Sini

Apa yang Baru dari Bareksa Barometer?

Bareksa Barometer yang biasa dijadikan acuan oleh investor dalam berinvestasi reksadana jadi makin paten, seiring pembaruan metodologinya. Dengan inovasi ini, investor jadi punya panduan lebih mantap guna mencapai target investasinya dalam meraih cuan. Menurut Tim Analis Bareksa, inovasi terbaru Bareksa Barometer ialah dari sisi penilaian kinerja reksadana berdasarkan jangka waktunya.

Jika sebelumnya jangka waktu yang dinilai hanya 4 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun dengan bobot masing-masing 25%, kini ditambah menjadi 5 periode yakni 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 1 tahun dengan bobot penilaian masing-masing 20%. Metode baru ini semakin meningkatkan kualitas penilaian Bareksa Barometer. Karena itu penilaian atas kinerja suatu produk reksadana jadi semakin maksimal dan handal.

Bobot Periode Kinerja Reksadana oleh Bareksa Barometer

Periode

1 tahun

9 bulan

6 bulan

3 bulan

1 bulan

Bobot

20%

20%

20%

20%

20%

Sumber : Tim Analis Bareksa​

Beli Reksadana di Sini

Selain itu, dari sisi benchmark atau acuan atas kinerja produk reksadana, Bareksa Barometer kini hanya mengacu pada kinerja 8 Indeks Reksadana Bareksa. Sebelumnya, penilaian juga menyertakan indeks LQ45 untuk reksadana konvensional dan Jakarta Islamic Index (JII) untuk reksadana syariah.

Ini karena Bareksa Fund Index mengukur kinerja rata-rata seluruh produk reksadana yang ada di Indonesia dari per jenis reksadana, yakni reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

Kini penilaian kinerja suatu produk reksadana saham konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Saham Bareksa dan reksadana saham syariah akan dibandingkan dengan Indeks Reksadana Saham Syariah Bareksa.

Demikian juga penilaian kinerja produk reksadana pendapatan tetap konvensional akan mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Bareksa dan reksadana pendapatan tetap syariah mengacu pada Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah Bareksa.

Beli Reksadana di Sini

Sebelumnya, inovasi juga telah dilakukan Bareksa Barometer. Yakni Tim Analis Bareksa memaksimalkan penilaian Bareksa Barometer dari sisi momentum pergerakan pasar. Model ini dipilih karena Tim Analis Bareksa mempertimbangkan beberapa peristiwa penting yang sangat berdampak ke pasar modal.

Di antaranya beberapa kasus di industri pasar modal, pandemi Covid-19, hingga ancaman resesi global akibat kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Akibat beberapa peristiwa itu, pergerakan pasar saham dan obligasi menjadi sangat fluktuatif dan bergejolak, sehingga membuat investor ragu untuk berinvestasi ke aset yang lebih berisiko atau produk selain reksadana pasar uang.

Padahal, dengan strategi dan momentum yang tepat, dinamika pasar itu justru bisa dimanfaatkan untuk meraih cuan optimal. Karena itulah, Tim Analis Bareksa menyesuaikan model penilaian Bareksa Barometer guna menangkap peluang tersebut.

Meski begitu, penilaian dari sisi tata kelola yang baik (GCG) tidak mengalami perubahan dalam metode penilaian Bareksa Barometer.

Beli Reksadana di Sini

(Romainah/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.