Sambil Nunggu Antrean Haji, Dana Bisa Tetap Produktif Secara Syariah

Hanum Kusuma Dewi • 20 May 2026

an image
Ilustrasi pergi haji dengan tabungan haji mandiri menggunakan reksa dana I-Hajj Syariah Fund. (Photo by KOFS 24: Pexels)

Dengan return 1 tahun sebesar 8,26% per 13 Mei 2026, I-Hajj Syariah Fund dapat menjadi alternatif pengelolaan dana haji berbasis syariah bagi investor yang ingin menjaga potensi pertumbuhan aset dalam jangka menengah-panjang

Bareksa.com - Menunaikan ibadah haji menjadi impian banyak umat Muslim di Indonesia. Namun tingginya minat masyarakat membuat masa tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah kini semakin panjang, bahkan bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun.

Di tengah lamanya antrean tersebut, calon jamaah tidak hanya perlu mempersiapkan mental dan fisik, tetapi juga menjaga nilai dana haji agar tetap optimal hingga waktu keberangkatan tiba. Pasalnya, dana yang hanya disimpan di tabungan biasa berisiko tergerus inflasi seiring kenaikan biaya perjalanan dan kebutuhan ibadah dari tahun ke tahun.

Karena itu, sebagian masyarakat mulai mencari alternatif pengelolaan dana yang sesuai prinsip syariah untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah reksa dana syariah, termasuk I-Hajj Syariah Fund, dengan tetap memahami karakteristik dan risiko investasinya.

Reksa Dana Syariah Berbasis Sukuk Jadi Pilihan

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, instrumen berbasis pendapatan tetap syariah seperti sukuk mulai dilirik investor yang cenderung mencari stabilitas.

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah I-Hajj Syariah Fund, reksa dana syariah yang mayoritas portofolionya ditempatkan pada sukuk korporasi. Per April 2026, sekitar 91% portofolio produk ini berada di instrumen sukuk korporasi.

Dengan fokus pada instrumen pendapatan tetap syariah, produk ini dapat dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat, terutama yang memiliki tujuan keuangan berbasis syariah seperti dana haji maupun umrah. 

Berdasarkan data Bareksa per 13 Mei 2026, I-Hajj Syariah Fund membukukan return setahun sebesar 8,26%. Sementara itu, dana kelolaan atau asset under management (AUM) produk ini telah mencapai Rp2,01 triliun per April 2026, menunjukkan skala dana kelolaan yang cukup besar di segmen reksa dana syariah.

Simulasi Investasi di I-Hajj Syariah Fund

Masa tunggu haji yang panjang membuat calon jamaah perlu memikirkan strategi pengelolaan dana yang tepat. Sebab, jika dana hanya mengendap terlalu lama di tabungan biasa, nilainya bisa berkurang secara riil akibat inflasi.

Berikut simulasi investasi berdasarkan data historis reksa dana kalau investor menaruh Rp25 juta dan melakukan penambahan (top up) rutin bulanan selama 5 tahun. 

Sumber: Bareksa

Ilustrasi historis hasil investasi

  • Modal awal : Rp25 juta

  • Tambahan bulanan : Rp1 juta

  • Total modal Rp85 juta

  • Nilai akhir investasi berdasarkan simulasi historis: Rp107,89 juta

  • Selisih terhadap total modal: Rp22,89 juta

Seperti terlihat di dalam grafik, berbekal rutin dan konsisten, hasil investasi bisa mencapai Rp107,89 juta dalam 5 tahun (60 bulan). Artinya ada pertumbuhan sekitar Rp22,89 juta dari modal investasi. Simulasi ini menggunakan data historis NAB dan tidak menggambarkan proyeksi atau jaminan hasil investasi di masa mendatang

Ilustrasi tersebut menunjukkan bahwa instrumen seperti reksa dana syariah berbasis sukuk dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menjaga dana tetap produktif sambil tetap memperhatikan prinsip syariah. Selain dikelola secara profesional, produk reksa dana juga memiliki mekanisme pencairan sesuai ketentuan prospektus, sehingga dapat membantu investor mengelola fleksibilitas rencana keuangan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memahami bahwa investasi memiliki risiko dan kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Karena itu, penting bagi calon investor untuk mempelajari profil risiko, prospektus, dan fund fact sheet sebelum berinvestasi.

Pengelolaan Syariah & Fitur Dana Infaq

Bagi banyak calon jamaah, dana haji bukan sekadar simpanan biasa. Dana tersebut merupakan bagian dari persiapan ibadah, sehingga pengelolaannya pun diharapkan tetap sejalan dengan prinsip syariah.

Karena itu, reksa dana syariah yang dikelola sesuai ketentuan dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) sangat cocok untuk menyimpan dana haji, atau niat melakukan ibadah seperti umroh dan berkurban. Produk ini memungkinkan investor mengembangkan dana melalui instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti sukuk dan deposito syariah.

Selain menawarkan kemudahan akses, reksa dana syariah juga dinilai praktis karena pengelolaan portofolionya dilakukan secara profesional oleh manajer investasi, yaitu Insight Investments Management (PT IIM).

Ditambah lagi,I-Hajj Syariah Fund juga memiliki fitur sosial berupa penyisihan Dana Infaq yang ditujukan untuk mendukung pemberangkatan haji atau umrah bagi masyarakat yang belum mampu secara ekonomi, namun memiliki kontribusi sosial bagi lingkungannya.

Menjaga Niat Ibadah, Menjaga Nilai Dana

Mempersiapkan ibadah haji bukan hanya tentang mengumpulkan dana, tetapi juga mempertimbangkan cara mengelolanya sesuai tujuan dan jangka waktu keberangkatan. Dengan memilih instrumen yang sesuai prinsip syariah dan dikelola secara profesional, masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan ibadah dengan lebih tenang.

Di tengah panjangnya antrean haji di Indonesia, pengelolaan dana yang tepat dapat menjadi bagian dari ikhtiar finansial untuk mewujudkan perjalanan ke Tanah Suci di masa mendatang.

Beli I-Hajj Syariah Fund

(ADV | hm) 

***

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi Reksa Dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi Reksa Dana. 

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT TERKAIT PRODUK REKSA DANA , PROSPEKTUS DAN FUND FACT SHEET PRODUK REKSA DANA PT IIM DAPAT DIAKSES MELALUI TAUTAN insights.id/id/product 

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Tentang Penulis

* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.