
Bareksa - Reksadana pendapatan tetap USD Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A menjalankan strategi defensif di tengah ketidakpastian arah suku bunga global. Hal ini penting dicermati investor karena kondisi suku bunga tinggi di jangka waktu lebih lama “higher for longer” membuat obligasi tenor panjang lebih sensitif terhadap gejolak pasar.
Berdasarkan fund fact sheet Allianz GI Asset Management Indonesia per April 2026, produk ini mayoritas berinvestasi pada obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD dan sukuk global USD. Portofolio utama reksadana ini berisi seri INDON dan INDOIS tenor pendek-menengah seperti RI0127, RI0128, RI0229, RI0727, SNI0627, dan SNI0729 dengan jatuh tempo dominan pada 2027–2029.
Strategi tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih fokus pada stabilitas dibanding mengejar risiko duration panjang. Komposisi terbesar ditempatkan pada seri SNI28 sebesar 12,86% dan RI0127 sebesar 14,44%.
Kupon obligasi USD RI dalam portofolio mayoritas berada di kisaran 3,5%–5,4%. Pendekatan ini membuat reksadana berpotensi memperoleh pendapatan kupon yang relatif stabil sekaligus menjaga volatilitas lebih moderat saat pasar obligasi global bergerak fluktuatif.
Pergerakan US Treasury dan kebijakan suku bunga The Fed masih menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja produk berbasis obligasi USD.
Data Bareksa menunjukkan NAB/unit Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A berada di US$1,1 per unit per 11 Mei 2026, dengan imbal hasil sebulan terakhir 0,42% dan 1 tahun sekitar 2,93%.
Kebijakan investasi produk menetapkan alokasi 80–100% pada obligasi dan maksimal 20% di pasar uang. Per April 2026, sekitar 97,91% portofolio ditempatkan pada obligasi pemerintah. Kondisi ini membuat produk cenderung memiliki karakter defensif dibanding reksadana obligasi USD yang agresif di tenor panjang.
Di tengah ketidakpastian pemangkasan suku bunga AS, strategi tenor pendek-menengah dinilai lebih adaptif terhadap perubahan yield global. Meski begitu, investor tetap perlu mencermati risiko pasar obligasi, risiko nilai tukar dolar AS, dan perubahan kebijakan moneter global. Kinerja masa lalu juga tidak mencerminkan hasil investasi di masa mendatang.
Ringkasan Produk dan Portofolio
| Keterangan | Data |
|---|---|
Jenis | reksadana Pendapatan Tetap USD |
Manajer Investasi | AllianzGI Indonesia |
NAB/Unit | US$1,1 (per 11 Mei 2026) |
Dana Kelolaan | US$8,72 juta |
Imbal Hasil 1 bulan | 0,42% |
Imbal Hasil 1 Tahun | 2,93% |
Peluncuran | 2 Oktober 2023 |
Alokasi Obligasi | 97,91% |
Alokasi Pasar Uang | 2,09% |
Sumber: fund fact sheet April 2026, diolah Bareksa
Top Holdings Utama
Kode | Jenis | Kupon | Maturity | Komposisi |
|---|---|---|---|---|
RI0127 | INDON USD | 4,35% | 2027 | 14,44% |
RI0128 | INDON USD | 3,5% | 2028 | 6,34% |
RI0128A | INDON USD | 4,55% | 2028 | 8,06% |
RI0229 | INDON USD | 4,75% | 2029 | 10,52% |
RI0428 | INDON USD | 4,1% | 2028 | 5,98% |
RI0727 | INDON USD | 3,85% | 2027 | 6,39% |
SNI0627 | INDOIS USD Sukuk | 4,4% | 2027 | 8,84% |
SNI0729 | INDOIS USD Sukuk | 5,1% | 2029 | 7,36% |
SNI1128 | INDOIS USD Sukuk | 5,4% | 2028 | 4,11% |
SNI28 | INDOIS USD Sukuk | ±4.45–4.55% | 2028 | 12,86% |
Sumber: fund fact sheet April 2026, diolah Bareksa
Fokus pada obligasi USD pemerintah Indonesia
Dominan tenor 2027–2029
Berpotensi lebih stabil dibanding tenor panjang
Sensitif terhadap arah suku bunga AS dan US Treasury
Memiliki risiko nilai tukar dolar AS
Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A mencerminkan strategi obligasi USD yang lebih defensif di tengah ketidakpastian arah suku bunga global. Fokus pada obligasi pemerintah Indonesia tenor pendek-menengah membuat volatilitas produk berpotensi lebih terjaga dibanding strategi durasi panjang.
Meski menawarkan eksposur obligasi USD dengan pendekatan relatif konservatif, investor tetap perlu memahami risiko pasar obligasi dan pergerakan dolar AS sebelum berinvestasi. Produk ini dapat menjadi perhatian bagi investor yang mencari diversifikasi aset berbasis USD.
1. Apa isi utama portofolio reksadana Allianz USD Fixed Income Fund Kelas A?
Mayoritas berisi obligasi pemerintah Indonesia denominasi USD dan sukuk global USD.
2. Apa arti strategi defensif pada reksadana ini?
Manajer investasi lebih banyak memilih obligasi tenor pendek-menengah agar volatilitas relatif lebih terkendali.
3. Berapa imbal hasil reksadana ini?
Per 11 Mei 2026, imbal hasil 1 tahun sekitar 2,93% dan sebulan terakhir 0,42%
4. Apa risiko utama produk reksadana ini?
Risiko suku bunga global, pergerakan US Treasury, dan nilai tukar dolar AS.
5. Kapan reksadana ini diluncurkan?
Produk diluncurkan pada 2 Oktober 2023.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.