Pasar Masih Tidak Pasti? Cari Peluang dengan Active Bond Strategy

Hanum Kusuma Dewi • 06 May 2026

an image
Ilustrasi investasi reksa dana Allianz Fixed Income Fund 2 yang berfokus pada obligasi negara. (Photo by Markus Winkler: Pexels)

Mencatat kinerja 1 tahun sebesar 5,75% (per 4 Mei 2026), Allianz Fixed Income Fund 2 berfokus pada obligasi negara RI dengan pengelolaan aktif

Bareksa - Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika pasar keuangan masih dibayangi berbagai ketidakpastian—mulai dari arah suku bunga global, volatilitas nilai tukar, hingga pergerakan pasar saham yang cenderung fluktuatif. Dalam kondisi seperti ini, banyak investor mulai mencari alternatif yang tidak hanya defensif, tetapi juga tetap memiliki potensi imbal hasil yang terukur. Salah satu pendekatan yang mulai kembali relevan adalah investasi pada obligasi, khususnya yang dikelola secara aktif. 

Berbeda dengan anggapan umum bahwa reksa dana pendapatan tetap hanya “memegang obligasi hingga jatuh tempo”, strategi aktif justru berperan penting dalam mengoptimalkan peluang di tengah pergerakan pasar yang dinamis. Perubahan ekspektasi suku bunga, pergeseran bentuk yield curve, hingga momentum di pasar obligasi dapat dimanfaatkan melalui pengaturan durasi dan positioning portofolio secara taktis.

Pendekatan inilah yang menjadi inti dari pengelolaan Reksa Dana Allianz Fixed Income Fund 2 (Allianz FIF 2), reksa dana pendapatan tetap yang dikelola oleh PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia.

Lebih dari Sekadar Stabilitas

Di tengah volatilitas pasar saham dan sensitivitas nilai tukar rupiah, obligasi— terutama obligasi negara, serta potensi eksposur pada obligasi BUMN berperingkat investment grade—dapat berfungsi sebagai penyeimbang portofolio. Namun, nilai tambah sesungguhnya tidak hanya terletak pada stabilitas, tetapi pada bagaimana portofolio tersebut dikelola.

Allianz FIF 2 mengalokasikan sebagian besar asetnya pada obligasi berkualitas tinggi yang diperdagangkan di pasar reguler, dengan porsi terbatas pada instrumen pasar uang untuk menjaga likuiditas. Diversifikasi dilakukan tidak hanya pada jenis instrumen, tetapi juga pada tenor—mulai dari jangka pendek hingga panjang—untuk membantu meredam volatilitas sekaligus membuka peluang dari berbagai kondisi pasar.

Sumber: Fund Fact Sheet Reksa Dana, Maret 2026

Dengan durasi portofolio di kisaran menengah (5–7 tahun), strategi ini berada pada titik yang cukup sensitif terhadap perubahan yield, namun tetap terukur dari sisi risiko.

Mengandalkan Analisis, Bukan Sekadar Arah Pasar

Pengelolaan Allianz FIF 2 mengadopsi pendekatan tiga lapis (3-layer investment process), yang dimulai dari analisis makroekonomi domestik dan global untuk membaca arah suku bunga dan ekspektasi pasar.

Selanjutnya, analisis yield curve digunakan untuk mengidentifikasi potensi capital gain maupun risiko penurunan harga obligasi. Dari sini, manajer investasi dapat menentukan positioning yang optimal—baik melalui overweight maupun underweight terhadap tenor tertentu.

Tahap terakhir adalah pengelolaan durasi secara aktif, yang memungkinkan portofolio beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar secara dinamis.

Pendekatan ini diperkuat dengan manajemen risiko yang disiplin, termasuk stress testing terhadap berbagai skenario makroekonomi serta fleksibilitas dalam melakukan penyesuaian strategi.

Relevansi di Kondisi Saat Ini

Dalam lingkungan pasar yang tidak sepenuhnya stabil, memiliki eksposur pada instrumen yang dikelola secara aktif dapat menjadi pembeda. Bukan hanya untuk meredam risiko, tetapi juga untuk tetap menangkap peluang.

Sebagai gambaran, saat ini yield obligasi negara RI tenor 10 tahun berada di kisaran 6,8% per 5 Mei 2026, cukup tinggi dibandingkan dengan 6,1% pada 2 Januari 2026, menurut data Trading Economics. Hal ini menunjukkan tekanan pada pasar obligasi, tetapi bisa membuka peluang selektif bagi investor jangka menengah.

Secara historis, dalam setahun terakhir, reksa dana ini mencatat imbal hasil (return) sebesar 5,75% YoY, menurut data Bareksa per 4 Mei 2026. 

Kinerja Reksa Dana 1 Tahun

Sumber: Bareksa, data 4 Mei 2025 - 4 Mei 2026

Allianz FIF 2 hadir sebagai salah satu opsi bagi investor dengan profil risiko moderat dan horizon investasi jangka menengah, yang mencari keseimbangan antara stabilitas portofolio dan potensi imbal hasil

Strategi aktif pada instrumen obligasi memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan portofolio terhadap dinamika pasar secara terukur guna mengoptimalkan peluang di berbagai kondisi ekonomi.

Beli Allianz Fixed Income Fund 2

* * * 

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Tentang Penulis

* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.