
Bareksa – Bareksa menghadirkan fitur investasi reksadana dolar AS (USD) untuk memperluas pilihan nasabah. Produk ini memberi akses ke aset global, potensi imbal hasil kompetitif, serta fungsi lindung nilai terhadap pelemahan rupiah.
Pilihannya pun beragam, mulai dari pasar uang, pendapatan tetap, hingga saham, sesuai profil risiko. Seiring kemudahan tersebut, transaksi reksadana USD kini semakin praktis. Nasabah bisa berinvestasi melalui berbagai metode pembayaran, baik dari rekening USD maupun rupiah.
Namun, ada beberapa ketentuan penting yang perlu dipahami. Hal ini agar nasabah terhindar dari biaya tambahan, risiko konversi kurs, maupun kesalahan dalam proses transaksi.
Berikut penjelasan cara transaksi reksadana USD di Super App Bareksa menggunakan rekening BCA.
Nasabah bisa bertransaksi reksadana USD melalui beberapa sumber dana:
Rekening USD → paling efisien, tanpa konversi kurs
Rekening IDR → akan dikonversi ke USD sesuai kurs bank
Setoran tunai USD → tersedia dengan batas maksimal US$50.000 per hari (tidak berlaku untuk semua produk)
Bagi nasabah non-BCA untuk bank tertentu, transfer bisa dilakukan via SWIFT dengan kode bank tujuan.
Ini poin krusial yang sering terlewat:
Jika tidak memiliki rekening USD, hasil penjualan reksadana akan otomatis dikonversi ke rupiah (IDR) mengikuti kurs bank.
Jika ingin tetap dalam USD, nasabah wajib menggunakan rekening USD (bukan multi currency/poket valas).
Beberapa bank kustodian tidak mendukung transfer USD ke rekening multi currency, sehingga dana tetap dikonversi ke rupiah.
Beberapa batas penting yang perlu diperhatikan:
Transfer via e-banking: hingga ekuivalen Rp300–500 juta per hari
Konversi IDR ke USD: maksimal US$100.000 per bulan
Setor tunai USD: maksimal US$50.000 per hari
Limit ini dapat berbeda tergantung kanal dan kebijakan bank.
Meski transaksi reksadana umumnya tanpa biaya di platform, nasabah tetap perlu memperhatikan biaya dari sisi bank, seperti:
Biaya transfer valas
Biaya SWIFT & koresponden (± US$25–40)
Biaya full amount (± US$25)
Provisi sekitar 0,125% dari nilai transaksi
Biaya percepatan dana (value today)
Besaran biaya mengikuti kebijakan masing-masing bank.
Berikut langkah sederhana yang bisa diikuti:
A. Melalui Mobile Banking (rekening USD/IDR):
Login ke aplikasi mobile banking
Pilih menu Transfer ke rekening bank
Masukkan nomor rekening tujuan reksadana USD
Masukkan nominal pembelian reksadana dalam USD
Pilih sumber dana:
USD (tanpa konversi), atau
IDR (akan dikonversi ke USD)
Pastikan rekening sumber dana, rekening tujuan dan nominal telah sesuai
Isi kolom berita dengan nama pemilik rekening sumber dana atau pemilik akun reksadana
Konfirmasi dan lakukan pembayaran
Simpan & upload bukti transfer di aplikasi investasi
B. Melalui Teller (setor tunai USD/IDR):
Datang ke cabang bank
Isi formulir setoran
Cantumkan:
Nama penyetor
Nomor & nama rekening tujuan
Nominal USD
Berita: nama pemilik sumber dana atau pemilik akun reksadana
Lakukan setoran (maks. US$50.000/hari untuk tunai USD)
Simpan bukti dan upload ke aplikasi
Beberapa bank kustodian tidak mendukung metode setoran tunai. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Customer Service Bareksa melalui Live Chat pada aplikasi Bareksa (Pukul 08.00 – 22.00 WIB), atau email: cs@bareksa.com atau telepon: (021) 8067 6767 setiap hari pukul 08.00 - 17.00 WIB.
C. Transfer dari Bank Lain / Luar Negeri (SWIFT):
Gunakan kode SWIFT bank tujuan (misalnya: CENAIDJAXXX)
Pilih opsi full amount agar dana tidak terpotong. Namun, tetap terdapat kemungkinan adanya potongan atau biaya tambahan dari bank koresponden.
Isi data penerima sesuai detail produk
Isi kolom berita dengan nama rekening reksadana secara lengkap dan sesuai detail produk (untuk menghindari terjadi tolakan/retur)
Lakukan transfer dan simpan bukti
Upload bukti ke aplikasi
Agar transaksi lebih optimal:
Gunakan bank yang sama dengan rekening reksadana untuk menghindari keterlambatan penerimaan dana dan potensi biaya tambahan
Gunakan rekening USD untuk menghindari konversi kurs
Pastikan kolom berita diisi dengan benar
Upload bukti transfer
Transaksi pembelian akan diproses setelah dana diterima dan diverifikasi. Unit reksadana umumnya masuk ke portofolio dalam waktu maksimal H+2 hari kerja bursa.
Transaksi reksadana USD fleksibel, namun efisiensinya sangat ditentukan oleh jenis rekening dan metode transfer. Memahami alur pembayaran, biaya, serta risiko konversi kurs akan membantu nasabah menghindari biaya yang tidak perlu dan mengoptimalkan hasil investasi.
1. Apakah bisa beli reksadana USD tanpa rekening USD?
Bisa, tapi saat jual akan dikonversi ke rupiah.
2. Bagaimana agar dana tetap dalam USD saat jual?
Gunakan rekening USD (bukan multi currency/ poket valas).
3. Apakah ada biaya transaksi di platform?
Umumnya tidak ada, namun biaya sesuai ketentuan bank tetap berlaku.
4. Berapa lama dana masuk ke portofolio?
Maksimal H+2 hari kerja bursa.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Adepansa P/Dwi Siwi S.W/Sigma K/Reggy A/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.