
Bareksa - Dua reksadana saham di Super App Investasi Bareksa mampu mencetak imbal hasil 1,29% dan 1,26% sehari pada Selasa (31/03/2026) di tengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Reksadana itu ialah TRIM Syariah Saham dan Henan Ultima Ekuitas Kelas A. Catatan kinerja kedua reksadana karena ditopang oleh saham-saham dalam portofolionya.
TRIM Syariah Saham yang dikelola oleh PT Trimegah Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,29% dalam sehari pada (31/03/2026). Menurut fund fact sheet periode Februari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Timah Tbk (TINS), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), obligasi SBSN Seri PBS030, saham PT Alamatri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk (INKP), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).
Sedangkan Henan Ultima Ekuitas Kelas A yang dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Management, mencetak imbal hasil 1,26% dalam sehari (31/03/2026). Menurut fund fact sheet periode Februari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), deposito Bank Mega Syariah, deposito Bank Panin Syariah, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Sementara itu, IHSG pada Selasa (31/03/2026) turun 0,61% ke level 7.048,222. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat turun ke level 6,848% pada Selasa (31/03/2026) pukul 08.33 WIB.
Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 31 Maret 2026) :
IHSG : -14,42%
Indeks Reksadana Saham : -10,38%
Sucorinvest Maxi Fund : -10,89%
Indeks Reksadana Saham Syariah : -8,05%
TRIM Syariah Saham : -14,39%
Indeks Reksadana Campuran : -5,33%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : -7,83%
Indeks Reksadana Campuran Syariah : -5,59%
TRIM Syariah Berimbang : -11,2%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -1,52%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : -1,09%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -1,03%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : -0,38%
Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan
Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,27%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,43%
Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,23%
Reksa Dana Syariah Capital Sharia Money Market : 0,4%
BNP Paribas IDX Growth30 : -9%
BRI Indeks Syariah : -13,85%
Di tengah IHSG yang turun, beberapa reksadana saham justru mampu mencetak imbal hasil harian positif, didorong oleh komposisi portofolio yang tepat, terutama di saham komoditas dan perbankan. Namun, secara bulanan kinerja reksadana saham masih tertekan mengikuti pasar. Ini menunjukkan peluang tetap ada, tapi investor perlu selektif dan memahami risiko karena kondisi pasar masih fluktuatif.
1. Kenapa reksadana bisa naik saat IHSG turun?
Karena kinerjanya tergantung saham dalam portofolio, bukan hanya indeks.
2. Apakah ini berarti pasar sudah pulih?
Belum, karena secara tren IHSG masih melemah.
3. Reksadana apa yang lebih stabil saat pasar turun?
Biasanya pasar uang dan pendapatan tetap.
4. Strategi investor saat ini?
Diversifikasi dan pilih produk sesuai profil risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Reynaldi Gumay/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.