Masih Stabil Saat IHSG Turun, Ini Portofolio Reksadana Pasar Uang MNC & Insight

Hanum Kusuma Dewi • 12 Mar 2026

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang. (Shutterstock)

MNC Dana Lancar dan Insight Money mencetak imbal hasil 1,1% dan 1,02% secara YtD dan punya nilai Barometer 4 dari skala 5

Bareksa - Dua reksadana pasar uang di Super App Investasi Bareksa berhasil mencetak imbal hasil 1,1% dan 1,02% sejak awal tahun hingga 11 Maret 2026 (year to date). Dua reksadana yang punya nilai Barometer Bareksa 4 dari skala 5 itu ialah MNC Dana Lancar dan Insight Money. Mayoritas alokasi portofolionya adalah deposito, dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. 

Reksadana pasar uang MNC Dana Lancar yang dikelola PT MNC Asset Management mencatatkan kinerja positif dengan imbal hasil 1,1% secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet Januari 2026, Portofolionya antara lain terdiri dari deposito TDP ALADIN SYR, TDP BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN, TDP CAPITAL, TDP MAYAPADA, TDP MNC, TDP BPD LAMPUNG, TDP NAGARI, TDP NOBU, TDP BPD NTT, dan TDP PANIN SYH.

Sementara itu, Reksadana Insight Money yang dikelola oleh PT Insight Investments Management membukukan return 1,02% secara year to date. Mengacu pada fund fact sheet Februari 2026, Portofolionya antara lain terdiri dari deposito BANK PEMBANGUNAN DAERAH BANTEN Tbk, PT, obligasi BARITO PACIFIC Tbk, PT (BRPT03ACN2), DAAZ BARA LESTARI Tbk, PT (DAAZ01A), INTEGRASI JARINGAN EKOSISTEM, PT (IJEE02A), LONTAR PAPYRUS PULP & PAPER INDUSTRY, PT (LPPI03ACN3), MERDEKA BATTERY MATERIALS Tbk, PT (MBMA03A), MERDEKA COPPER GOLD Tbk, PT (MDKA04BCN3), PT. SAMPOERNA AGRO, Tbk (SGRO01BCN2), RMKE (RMKE01ACN1), dan TBS ENERGI UTAMA Tbk, PT (TOBA01A).

Nilai Barometer Bareksa diukur tidak hanya dari kinerja tetapi konsistensi, potensi ke depan, dan tata kelola reksadana tersebut. Reksadana pasar uang dapat menjadi aset diversifikasi ketika pasar saham bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (11/03/2026) turun 0,69% ke level 7.389,399. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat tetap di level 6,692% pada Rabu (11/03/2026) pukul 16.58 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 11 Maret 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -10,87%

Indeks Reksadana Saham : -7,04%
Sucorinvest Maxi Fund : -6,73%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -6,1%
TRIM Syariah Saham : -4,67%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -3,29%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : -3,81%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -3,86%
TRIM Syariah Berimbang : -1,14%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,67%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : -0,17%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,37%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : 0,31%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,25%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,4%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,23%
Reksa Dana Syariah Capital Sharia Money Market : 0,34%

​Reksadana Ind​eks​

BNP Paribas IDX Growth30 : -6,34%
BRI Indeks Syariah : -13,73%

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

***

Disclaimer

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.​