
Bareksa -- Awal tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah hingga -0,22% secara year-to-date (YTD hingga 20 Februari 2026), sementara indeks obligasi juga mengalami koreksi sekitar -0,03%. Tekanan terjadi baik di pasar saham maupun obligasi, membuat banyak investor bertanya: ke mana sebaiknya mengalokasikan dana agar tetap produktif namun tidak terlalu terpapar volatilitas?
Di tengah kondisi tersebut, strategi investasi campuran syariah menjadi semakin relevan. Salah satu produk yang menunjukkan ketahanan relatif adalah Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A, reksa dana campuran syariah yang mengkombinasikan sukuk pemerintah, sukuk korporasi, pasar uang syariah, serta porsi saham syariah secara terukur.
Volatilitas pasar pada awal tahun ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika global hingga sentimen domestik. Ketika pasar saham terkoreksi dan obligasi turut mengalami tekanan, investor dengan eksposur tunggal pada satu kelas aset cenderung merasakan dampak lebih besar.
Dalam situasi seperti ini, pendekatan multi-asset menjadi solusi rasional. Dengan mengombinasikan beberapa instrumen dalam satu portofolio, risiko dapat tersebar sehingga fluktuasi ekstrem pada satu aset tidak langsung menggerus seluruh nilai investasi. Reksa dana campuran syariah menawarkan pendekatan tersebut dalam kerangka yang tetap sesuai prinsip syariah.
Per 10 Februari 2026 Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A memiliki komposisi portofolio yang cenderung defensif:
79,4% obligasi syariah (sukuk)
50,2% sukuk pemerintah
29,2% sukuk korporasi
17,2% pasar uang syariah
3,4% saham syariah
Dominasi sukuk pemerintah memberikan fondasi stabilitas karena instrumen ini relatif lebih terjaga dari sisi risiko gagal bayar. Sementara itu, sukuk korporasi berkontribusi dalam meningkatkan potensi imbal hasil melalui kupon yang kompetitif.
Porsi pasar uang syariah berfungsi menjaga likuiditas dan meredam volatilitas. Sedangkan saham syariah, meski porsinya kecil, berperan sebagai penopang tambahan untuk meningkatkan potensi kinerja portofolio ketika kondisi pasar lebih kondusif.
Komposisi ini mencerminkan pendekatan yang berhati-hati, namun tetap memberi ruang pertumbuhan.
Dalam kondisi pasar yang dinamis, pengelolaan aktif menjadi faktor penting. Fund manager melakukan penyesuaian pada porsi saham syariah dari sebelumnya 4,9% (27 Januari 2026) menjadi 3,4% per 10 Februari 2026.
Penyesuaian tersebut dilakukan melalui penjualan seluruh kepemilikan saham Barito Pacific sebesar 0,5% dan Trimegah Bangun Persada sebesar 1,1%. Langkah ini menunjukkan upaya untuk menjaga volatilitas portofolio di tengah tekanan pasar saham.
Strategi seperti ini penting untuk investor pahami: reksa dana campuran bukan sekadar kombinasi aset, tetapi juga hasil pengelolaan aktif yang responsif terhadap perubahan kondisi pasar.
Sejak peluncuran pada 20 Agustus 2025 hingga 20 Februari 2026, atau sekitar 6 bulan, produk ini mencatatkan kinerja positif sebesar 5,36%. Angka tersebut mengalahkan performa Indeks Saham Syariah (JII) yang hanya menguat 4,04% pada periode sama.
Grafik Perbandingan Kinerja Reksa Dana vs. JII 6 Bulan
Secara YTD (1 Januari - 20 Februari 2026), kinerjanya relatif stabil di kisaran +0,57%. Capaian tersebut terlihat lebih baik dibandingkan dengan:
Indeks obligasi yang terkoreksi -0,03%
JII yang melemah hingga -2,99%
Meski tidak sepenuhnya kebal terhadap tekanan pasar, kinerja yang relatif stabil ini menunjukkan fungsi reksa dana campuran sebagai penyeimbang di tengah volatilitas.
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A dapat menjadi pilihan bagi beberapa tipe investor:
Investor moderat yang menginginkan stabilitas namun tetap memperoleh potensi imbal hasil di atas instrumen pasar uang.
Investor agresif yang ingin mengurangi risiko volatilitas tinggi di pasar saham tanpa sepenuhnya keluar dari pasar.
Investor syariah yang ingin memastikan portofolionya sesuai prinsip syariah sekaligus terdiversifikasi.
Dengan dominasi sukuk dan porsi saham yang terkontrol, produk ini dapat berfungsi sebagai jembatan antara instrumen konservatif dan agresif.
Volatilitas adalah bagian dari siklus investasi. Alih-alih bereaksi secara emosional terhadap penurunan jangka pendek, investor dapat mempertimbangkan penyesuaian strategi agar lebih seimbang.
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A menawarkan kombinasi stabilitas dan potensi pertumbuhan dalam kerangka syariah yang terukur. Dengan kinerja yang relatif stabil di tengah koreksi pasar, produk ini dapat menjadi bagian dari strategi investasi jangka menengah bagi investor yang ingin menjaga momentum tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Di tengah gejolak pasar, keseimbangan sering kali menjadi kunci.
Beli Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A
(ADV)
***
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.