Punya TINS, SMGR dan BEST, Reksadana Saham Sucor Menguat Saat IHSG Turun

Hanum Kusuma Dewi • 13 Feb 2026

an image
Ilustrasi investasi di pasar saham dan reksadana saham yang digambarkan dengan analis melihat grafik saham di layar monitor komputer. (shutterstock)

Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Sucorinvest Sustainability Equity Fund mencetak imbal hasil 1,88% dan 1,66% dalam sehari

Bareksa - Dua reksadana saham di Super App Investasi Bareksa mampu mencetak imbal hasil 1,88% dan 1,66% sehari pada Kamis (12/02/2026). Reksadana itu ialah Sucorinvest Sharia Equity Fund dan Sucorinvest Sustainability Equity Fund. Hal ini seiring dengan penguatan sejumlah saham dalam portofolio reksadana. 

Sucorinvest Sharia Equity Fund yang dikelola oleh PT Sucor Asset Management (Sucor AM), mencetak imbal hasil (return) 1,88% dalam sehari pada (12/02/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO), dan PT Timah Tbk (TINS).

Sedangkan Sucorinvest Sustainability Equity Fund yang juga dikelola oleh Sucor AM, mencetak imbal hasil 1,66% dalam sehari (12/02/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Timah Tbk (TINS).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (12/02/2026) turun 0,31% ke level 8.265,352. Sementara sejumlah saham dalam portofolio reksadana yang justru menguat seperti TINS (+9,97%), BEST (+2,59%), dan SMGR (+13,07%) pada perdagangan Kamis. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat turun ke level 6,409% pada Kamis (12/02/2026) pukul 16.30 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 12 Februari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -6,97%

Indeks Reksadana Saham : -4,49%
Sucorinvest Maxi Fund : -1,39%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -5,37%
TRIM Syariah Saham : -6,67%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -1,99%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 2,93%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -2,84%
TRIM Syariah Berimbang : -4,05%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,31%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,22%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,01%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : 0,54%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,3%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,34%
Insight Money Syariah : 0,45%

Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 0,14%
BRI Indeks Syariah : -4,82%

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.