IHSG Tertekan, Dua Reksadana Pendapatan Tetap Ini Catat Return Dua Digit

Abdul Malik • 09 Feb 2026

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap dan SBN, termasuk SBN Ritel. (Shutterstock)

Di tengah IHSG yang melemah, dua reksadana pendapatan tetap di Bareksa berhasil mencetak imbal hasil hingga 11% dalam setahun terakhir.

Bareksa - Dua reksadana pendapatan tetap di Super App Investasi Bareksa berhasil mencetak imbal hasil 11% dan 10,54% dalam setahun terakhir (per 6/2/2026). Dua reksadana itu ialah Sucorinvest Bond Fund dan KIM Fixed Income Fund Plus.

Sucorinvest Bond Fund yang dikelola oleh PT Sucor Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 11% dalam setahun. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Bkljt I Hutama Karya Tahap I Tahun 2016, Obligasi III Waskita Karya Tahun 2021 Seri A, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0056, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0092, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0097, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0098, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0103, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0107, Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Btn Tahap I Tahun 2025, dan SBSN Seri PBS003.

Sedangkan KIM Fixed Income Fund Plus yang juga dikelola oleh PT KISI Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 10,54% dalam setahun. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Allo Bank Indonesia, Bank Syariah Nasional, Bumi Resources II, Bumi Resources III, Indah Kiat Pulp & Paper Mills , Merdeka Bettery Materials, Oki Pulp & Paper Mills , Petrindo Jaya Kreasi, Provident Investasi Bersama, dan RMK Energy.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (06/02/2026) turun 2,08% ke level 7.935,26. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,444% pada Senin (06/02/2026) pukul 17.30 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 06 Februari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -11,18%

Indeks Reksadana Saham : -7,53%
Sucorinvest Maxi Fund : -3,02%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -8,22%
TRIM Syariah Saham : -12,19%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -4,04%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 3,82%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -5,37%
TRIM Syariah Berimbang : -9,09%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,48%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,09%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,08%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : -0,59%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,32%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,43%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,35%
Insight Money Syariah : 0,45%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -1,3%
BRI Indeks Syariah : -10,83%

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Kesimpulan

Di saat pasar saham bergejolak dan IHSG tertekan, reksadana pendapatan tetap menunjukkan daya tahan yang lebih baik. Sucorinvest Bond Fund dan KIM Fixed Income Fund Plus mampu mencetak imbal hasil dua digit dalam setahun terakhir, didukung portofolio obligasi dan surat utang. Kondisi ini membuat reksadana pendapatan tetap layak dipertimbangkan sebagai pilihan investasi defensif, khususnya bagi investor yang menginginkan risiko lebih terukur dibanding saham.

FAQ 

1. Kenapa reksadana pendapatan tetap bisa unggul saat saham turun?
Karena mayoritas asetnya di obligasi yang pergerakannya lebih stabil dibanding saham.

2. Apakah return 10–11% ini dijamin?
Tidak. Imbal hasil bisa berubah tergantung kondisi pasar dan suku bunga.

3. Cocok untuk investor pemula?
Relatif cocok, selama memahami risikonya dan berinvestasi sesuai profil risiko.

4. Lebih baik reksadana pendapatan tetap atau pasar uang?
Pendapatan tetap berpotensi return lebih tinggi, tapi risikonya juga sedikit lebih besar.

5. Kapan waktu yang tepat masuk reksadana pendapatan tetap?
Biasanya menarik saat pasar saham volatil dan imbal hasil obligasi sedang tinggi.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

Disclaimer:

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.​