Rahasia Imbal Hasil I-Hajj Syariah Fund & Capital Fixed Income Fund Tembus 25% dalam 3 Tahun

Abdul Malik • 30 Jan 2026

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap atau fixed income fund. (Shutterstock)

Dua reksadana pendapatan tetap di Bareksa, I-Hajj Syariah Fund dan Capital Fixed Income Fund, cetak return di atas 25% dalam 3 tahun di tengah pasar bergejolak.

Bareksa - Dua reksadana pendapatan tetap di Super App Investasi Bareksa berhasil mencetak imbal hasil 25,76% dan 25,19% dalam tiga tahun terakhir. Dua reksadana itu ialah I-Hajj Syariah Fund dan Capital Fixed Income Fund.

I-Hajj Syariah Fund yang dikelola oleh PT Insight Investments Management berhasil mencatatkan imbal hasil sebesar 25,76% dalam periode tiga tahun terakhir. Berdasarkan fund fact sheet per Desember 2025, reksadana pendapatan tetap syariah ini menempatkan dana investasinya pada kombinasi deposito dan sukuk korporasi, antara lain deposito Bank CIMB Niaga, obligasi PT Bukit Makmur Mandiri Utama, Integrasi Jaringan Ekosistem, Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, Medco Power Indonesia, OKI Pulp & Paper Mills, Pindo Deli Pulp and Paper Mills, serta obligasi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Diversifikasi pada instrumen berbasis syariah tersebut menopang kinerja reksadana ini di tengah dinamika pasar keuangan Indonesia.

Sementara itu, Capital Fixed Income Fund yang dikelola oleh PT Capital Asset Management juga mencetak kinerja solid dengan imbal hasil 25,19% dalam tiga tahun terakhir. Mengacu pada fund fact sheet per Desember 2025, portofolio reksadana pendapatan tetap ini didominasi oleh obligasi dan sukuk korporasi, seperti Sukuk Wakalah I Metro Health Care Indonesia, obligasi Jaya Ancol, surat berharga perpetual Bank BJB, obligasi Summarecon Agung, serta obligasi Medco Energi International, OKI Pulp & Paper Mills, Merdeka Copper Gold, dan Provident Investasi Bersama. Selain itu, dana juga ditempatkan pada deposito Bank Capital Tbk untuk menjaga likuiditas dan stabilitas kinerja

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (29/01/2026) turun 1,06% ke level 8.232,203. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik di level 6,376% pada Kamis (29/01/2026) pukul 08.00 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 29 Januari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -4,77%

Indeks Reksadana Saham : -2,44%
Sucorinvest Maxi Fund : 2,13%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,96%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : -3,8%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,82%
Sucorinvest Anak Pintar : -1,39%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,16%
Schroder Syariah Balanced Fund : -1,69%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,23%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,32%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,02%
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : -0,12%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,32%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,33%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,37%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -3,33%
BRI Indeks Syariah : -5,86%

Kesimpulan

Di saat IHSG melemah dan yield obligasi naik, reksadana pendapatan tetap seperti I-Hajj Syariah Fund dan Capital Fixed Income Fund mampu menunjukkan kinerja solid dengan imbal hasil di atas 25% dalam tiga tahun. Ini menegaskan peran reksadana obligasi sebagai alternatif investasi yang relatif lebih stabil di tengah volatilitas pasar.

FAQ 

1. Apakah return 25% dalam 3 tahun tergolong tinggi untuk reksadana pendapatan tetap?
Ya, imbal hasil tersebut tergolong menarik untuk kategori pendapatan tetap yang umumnya berisiko lebih rendah dibanding reksadana saham.

2. Apakah kenaikan yield obligasi selalu berdampak negatif ke reksadana pendapatan tetap?
Tidak selalu. Dalam jangka pendek bisa menekan harga, tetapi dalam jangka menengah dapat meningkatkan potensi imbal hasil kupon.

3. Apakah reksadana pendapatan tetap cocok untuk investor pemula?
Relatif cocok, terutama bagi investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat, namun tetap perlu memahami risiko fluktuasi nilai.

4. Apa perbedaan utama reksadana pendapatan tetap syariah dan konvensional?
Reksadana syariah hanya berinvestasi pada instrumen yang sesuai prinsip syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.

5. Apakah kinerja masa lalu menjamin hasil ke depan?
Tidak. Kinerja historis hanya menjadi referensi, sementara hasil ke depan tetap dipengaruhi kondisi pasar dan strategi pengelolaan.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.