
Bareksa - Dua reksadana pasar uang di Super App Investasi Bareksa berhasil mencetak imbal hasil 18,58% dan 18,13% dalam tiga tahun. Dua reksadana itu ialah Insight Money dan Capital Money Market Fund.
Reksadana Insight Money yang dikelola oleh PT Insight Investments Management, mencetak imbal hasil (return) 18,58% dalam tiga tahun. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Deposito BANK ALADIN SYARIAH Tbk, PT, BANK MANDIRI ( PERSERO ) Tbk, PT, BANK MEGA SYARIAH Tbk, PT, BANK NATIONALNOBU Tbk, PT, BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk, PT, .
Obligasi INTEGRASI JARINGAN EKOSISTEM, PT (IJEE02A), LONTAR PAPYRUS PULP & PAPER INDUSTRY, PT (LPPI03ACN3), MERDEKA BATTERY MATERIALS Tbk, PT (MBMA03A), TBS ENERGI UTAMA Tbk, PT (TOBA01A), dan TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA Tbk, PT (TRIM01ACN3)
Sedangkan Capital Money Market Fund yang juga dikelola oleh PT Capital Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 18,13% dalam tiga tahun. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Deposito Bank Bukopin Syariah, Deposito Bank Aladin Syariah Tbk, Sukuk Wakalah I Metro Healthcare Indonesia Thn 2025 seri A, Deposito Bank Capital Tbk, Obligasi Bkljt VI Tower Bersama Infrastructure Thp V Thn 2025 sr A, Obligasi Bkljt VI Pegadaian Thp III Thn 2025 seri A, Obligasi Bkljr VII Federal International Finance Thp II Thn 2025 sr A, Obligasi Bkljt II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industri Thp I Thn 2023 seri A, Obligasi III Merdeka Battery Materials Tahun 2025 seri A, dan Obligasi Bkljt I Wahana Inti Selaras Thp II Tahun 2025.
Reksadana pasar uang dapat menjadi aset diversifikasi ketika pasar saham bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (28/01/2026) turun 7,35% ke level 8.320,556, menyusul pengumuman MSCI terkait peninjauan transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat tetap di level 6,367% pada Rabu (27/01/2026) pukul 14.42 WIB.
Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 27 Januari 2026) :
IHSG : -2,55%
Indeks Reksadana Saham : 0,7%
Sucorinvest Maxi Fund : 3,94%
Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,54%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 0,67%
Indeks Reksadana Campuran : 0,66%
Sucorinvest Anak Pintar : 2,5%
Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,67%
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,26%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,15%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,42%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,06%
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : -0,03%
Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan
Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,37%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,48%
Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,37%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,42%
Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -5,02%
BRI Indeks Syariah : -2,44%
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Reynaldi Gumay/hm)
***
Disclaimer:
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.