
Bareksa.com - Reksadana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam portofolio efek seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Dana yang terkumpul akan diinvestasikan sesuai dengan kebijakan investasi yang tercantum dalam prospektus reksadana.
Secara sederhana, reksadana memungkinkan investor untuk berinvestasi di pasar modal tanpa harus mengelola sendiri aset investasinya. Investor cukup membeli unit penyertaan, sementara pengelolaan investasi dilakukan oleh pihak profesional yang memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dana dari para investor dikumpulkan dalam satu wadah reksadana. Manajer Investasi kemudian mengalokasikan dana tersebut ke berbagai instrumen sesuai jenis reksadana yang dipilih. Nilai investasi investor tercermin dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit yang diperbarui setiap hari bursa.
Keuntungan investor berasal dari:
Investor dapat membeli atau menjual unit reksadana melalui aplikasi investasi, bank, atau perusahaan sekuritas yang telah bekerja sama dengan Manajer Investasi.
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang berinvestasi pada instrumen berjangka pendek seperti deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Karakteristik:
Reksadana jenis ini sering dipilih oleh investor pemula atau sebagai tempat menyimpan dana darurat.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap mengalokasikan sebagian besar dananya pada instrumen obligasi atau surat utang.
Karakteristik:
Jenis ini cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan relatif stabil dengan risiko terukur.
3. Reksadana Campuran
Reksadana campuran menginvestasikan dana ke saham, obligasi, dan pasar uang secara bersamaan.
Karakteristik:
Manajer Investasi memiliki keleluasaan mengatur komposisi aset sesuai kondisi ekonomi.
4. Reksadana Saham
Reksadana saham mengalokasikan minimal 80% dana ke instrumen saham.
Karakteristik:
Jenis ini sesuai bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi pasar demi potensi hasil optimal.
1. Dikelola oleh Profesional
Investor tidak perlu menganalisis pasar secara mendalam karena pengelolaan investasi dilakukan oleh Manajer Investasi berpengalaman.
2. Diversifikasi Otomatis
Dana diinvestasikan ke berbagai instrumen sehingga risiko tidak bergantung pada satu aset saja.
3. Modal Awal Terjangkau
Investasi reksadana bisa dimulai dengan dana relatif kecil, bahkan mulai dari puluhan ribu rupiah.
4. Likuid dan Mudah Dicairkan
Unit reksadana dapat dijual kembali dengan proses yang relatif cepat dan mudah.
5. Transparan dan Diawasi OJK
Kinerja reksadana dapat dipantau secara rutin dan berada di bawah pengawasan regulator resmi.
1. Risiko Penurunan Nilai
Nilai NAB reksadana dapat turun akibat kondisi pasar, terutama pada reksadana saham dan campuran.
2. Risiko Likuiditas
Dalam kondisi pasar ekstrem, pencairan dana bisa memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.
3. Risiko Kinerja Manajer Investasi
Hasil investasi sangat bergantung pada kemampuan Manajer Investasi dalam mengelola portofolio.
4. Risiko Pasar
Perubahan suku bunga, inflasi, dan kondisi ekonomi global dapat memengaruhi kinerja reksadana.
Agar investasi optimal, perhatikan hal berikut:
Reksadana merupakan instrumen investasi yang praktis, terjangkau, dan cocok untuk berbagai profil investor. Dengan beragam jenis seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham, investor dapat menyesuaikan pilihan dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing. Meski menawarkan banyak keuntungan, reksadana tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi. Dengan pemilihan yang tepat dan strategi yang sesuai, reksadana dapat menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
***
DISCLAIMER
Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.