
Bareksa - Keputusan The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi momentum penting bagi investor yang memegang dana dalam denominasi US Dollar (USD). Penurunan ini membuat imbal hasil berbagai instrumen berbasis USD ikut melandai, terutama deposito. Karenanya, investor kini membutuhkan alternatif investasi dengan risiko rendah tetapi mampu memberikan potensi imbal hasil lebih optimal.
Salah satu pilihan menarik adalah reksa dana pasar uang USD, seperti Mandiri Money Market USD. Produk investasi ini menawarkan potensi return lebih tinggi dibanding deposito USD—bahkan di tengah penurunan suku bunga The Fed.
Dikelola oleh Mandiri Manajemen Investasi, salah satu manajer investasi terbesar dan berpengalaman di Indonesia, Mandiri Money Market USD berfokus pada instrumen pasar uang USD. Aset dasarnya terdiri dari deposito dolar berkualitas, instrumen pasar uang jangka pendek berdenominasi USD, serta efek bersifat utang jangka pendek dengan risiko relatif rendah.
Karena berinvestasi di instrumen jangka pendek dan likuid, reksa dana pasar uang USD cocok untuk investor yang ingin menyimpan dolar dengan risiko minim, sambil tetap mengejar potensi hasil lebih baik dari deposito.
Grafik Pertumbuhan NAB Reksa Dana Mandiri Money Market USD
Sumber: Bareksa, per 10 Desember 2025
Dalam setahun terakhir, return deposito USD berada di kisaran 1% per tahun sebelum pajak. Setelah dikurangi pajak bunga deposito (20%), return bersih yang diterima investor hanya sekitar 0,8% per tahun. Dengan penurunan suku bunga The Fed, peluang deposito USD naik menjadi semakin kecil, bahkan cenderung menurun.
Bagi investor yang mengandalkan deposito sebagai tempat penyimpanan dana USD, kondisi ini tentu kurang ideal. Di situlah reksa dana pasar uang USD dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, dalam 12 bulan terakhir, Mandiri Money Market USD membukukan return bersih 3,03% (per 10 Desember 2025), jauh lebih tinggi dibanding deposito USD yang hanya menghasilkan 0,8% (net) setahun.
Deposito Valas di Bank BUMN setelah pajak, data per 10 Desember 2025, Sumber: Bareksa
Perbedaan ini sangat signifikan, terutama bagi investor yang memegang dana USD dalam jumlah besar. Momentum penurunan Fed Rate juga berpotensi menjaga selisih kinerja ini tetap menarik, karena deposito USD kemungkinan tidak kembali menawarkan tingkat bunga yang tinggi dalam waktu dekat.
Produk ini menawarkan sejumlah manfaat yang membuatnya menarik sebagai alternatif deposito:
1. Potensi imbal hasil lebih tinggi
Return historis mengungguli deposito USD yang masih rendah, apalagi setelah dipotong pajak.
2. Risiko rendah dan likuiditas tinggi
Instrumen pasar uang USD memiliki volatilitas rendah serta bisa dicairkan kapan saja melalui aplikasi reksa dana Bareksa.
3. Tidak ada pajak final 20% seperti deposito
Seluruh return yang tercatat di reksa dana merupakan imbal hasil bersih (net) yang secara langsung tercermin pada nilai investasi investor.
4. Pengelolaan profesional
Dikelola oleh tim berpengalaman dari Mandiri Investasi dengan strategi konservatif namun optimal.
Mandiri Money Market USD sangat cocok untuk:
Investor yang memegang dana USD dan menginginkan return lebih baik dari deposito
Investor konservatif hingga moderat yang membutuhkan instrumen rendah risiko
Investor yang menunggu momentum untuk masuk ke instrumen USD lain seperti obligasi USD
Investor yang punya tujuan investasi dalam nilai tukar USD, seperti liburan atau pendidikan ke luar negeri
Investor yang butuh instrumen “parkir dana” dalam USD sebelum mengambil keputusan investasi lebih besar
Penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 bps membuat return deposito USD cenderung menurun dan kurang menarik. Di tengah kondisi tersebut, Mandiri Money Market USD menjadi pilihan yang lebih cermat untuk mengelola dana USD. Dengan return 3,03% dalam setahun dan risiko rendah, reksa dana pasar uang USD ini menawarkan keseimbangan ideal antara stabilitas, likuiditas, dan imbal hasil.
Saatnya optimalkan dana USD kamu dengan pilihan yang lebih menarik.
(ADV)
***
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana. PT Mandiri Manajemen Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.