Reksadana HPAM & Manulife Melesat hingga 3% Sehari, Punya Saham INKP, NCKL, SSIA

Abdul Malik • 01 Dec 2025

an image
Ilustrasi investor yang meraih keuntungan dari investasinya di reksadana saham. (shutterstock)

HPAM Ultima Ekuitas 1 dan Manulife Saham SMC Plus mencetak imbal hasil 3,99% dan 1,26% dalam sehari

Bareksa - Dua reksadana saham di Super App Investasi Bareksa mampu mencetak imbal hasil 3,99% dan 1,26% dalam sehari pada Jum'at, 28 November 2025, yaitu HPAM Ultima Ekuitas 1 dan Manulife Saham SMC Plus. Lonjakan kinerja itu karena kenaikan harga beberapa saham dalam portofolionya. 

Reksadana HPAM Ultima Ekuitas 1 yang dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 3,99% dalam sehari pada perdagangan 28 November 2025. Menurut fund fact sheet periode Oktober 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Sedangkan Manulife Saham SMC Plus yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 1,26% dalam sehari pada perdagangan 28 November 2025. Menurut fund fact sheet periode Oktober 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)..

Saham INKP, NCKL hingga SSIA tercatat melesat pada akhir pekan lalu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jum'at (28/11/2025) turun 0,43% ke level 8.508,706. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,314% pada Jum'at(28/11/2025) pukul 16.20 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 28 November 2025) :

Reksadana Saham

IHSG : 5,14%

Indeks Reksadana Saham : 5,4%
Sucorinvest Maxi Fund : 10,23%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 7,11%
Principal Islamic Equity Growth Syariah : -0,17%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,38%
Sucorinvest Anak Pintar : 6,92%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,91%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,21%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,54%
Reksa Dana Allianz Fixed Income Fund : -0,97%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,33%
Mandiri Investa Dana Syariah Kelas A : 0,54%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,32%
Sucorinvest Money Market Fund : 0,39%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,35%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,43%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 : 0,58%
BRI Indeks Syariah : 2,45%

Beli Reksadana, Klik di Sini

(Reynaldi Gumay/AM)

***

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.