
Bareksa - Di Super App Investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil 1,8% dan 1,35% dalam sehari pada Senin, 06 Oktober 2025, yaitu Reksa Dana Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A dan Simas Danamas Saham. Kinerja reksadana tersebut terdorong oleh saham-saham yang menguat seperti BRPT (3,90%), PSAB (9,01%), TOBA (6,05%), dan TBIG (7,65%) pada perdagangan Senin (6/10/2025).
Reksadana Reksa Dana Syailendra Equity Opportunity Fund Kelas A yang dikelola oleh PT Syailendra Capital, mencetak imbal hasil (return) 1,8% dalam sehari pada perdagangan 06 Oktober 2025. Menurut fund fact sheet periode Agustus 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Sedangkan Simas Danamas Saham yang juga dikelola oleh PT Sinarmas Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 1,35% dalam sehari pada perdagangan 06 Oktober 2025. Menurut fund fact sheet periode Agustus 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), deposito Bank KB Bukopin, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (06/10/2025) naik 0,27% ke level 8.139,894. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat turun ke level 6,315% pada Senin (06/10/2025) pukul 17.25 WIB.
Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 06 Oktober 2025) :
IHSG : 3,46%
Indeks Reksadana Saham : 3,14%
Sucorinvest Maxi Fund : 12,7%
Indeks Reksadana Saham Syariah : 4,15%
TRIM Syariah Saham : 11,39%
Indeks Reksadana Campuran : 2,86%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 11,27%
Indeks Reksadana Campuran Syariah : 4,38%
Schroder Syariah Balanced Fund : 4,67%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,95%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 1,31%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1,15%
Mandiri Investa Dana Syariah Kelas A : 1,21%
Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan
Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,36%
Capital Money Market Fund : 0,47%
Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,33%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,45%
Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 : -0,95%
BRI Indeks Syariah : 6,24%
(Reynaldi Gumay/hm)
***
DISCLAIMER
Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.