5 Tips Investasi Tanpa Baper dengan Reksa Dana STAR Stable Income Fund

Hanum Kusuma Dewi • 11 Sep 2023

an image
Ilustrasi investor pemula berinvestasi reksa dana pendapatan tetap STAR Stable Income Fund untuk mencapai tujuan keuangannya. (Shutterstock)

Reksa Dana pendapatan tetap ini mencatat kinerja 7,32% setahun per 5 September 2023

Bareksa.com - Investasi adalah sebuah langkah pengaturan keuangan yang lebih dari sekadar menabung. Buat investor pemula yang baru mengenal investasi, baca terus artikel ini untuk memahami tips apa saja yang diperlukan dalam berinvestasi tanpa terbawa emosi alias baper

Bagi pemula, salah satu jenis investasi yang bisa dipilih adalah reksa dana. Reksa dana adalah kumpulan dana investor yang dikelola oleh manajer investasi profesional untuk dimasukkan ke dalam berbagai aset. 

Lebih lanjut, reksa dana terdiri dari berbagai jenis, tergantung dari aset di dalam portofolionya. Ada reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran.

Nah, terkadang, investasi reksa dana juga bisa membuat investor terbawa perasaan bila melihat nilainya yang naik turun. Makanya, investor perlu mengikuti kiat-kiat investasi berikut ini. 

1. Tentukan tujuan keuangan

Pertama-tama hal yang perlu kamu tentukan adalah untuk apa hasil investasi kamu. Jangan hanya ikut-ikutan trend saja, karena semua orang investasi jadi ikut menanamkan modal. 

Tujuan keuangan bisa berupa benda, seperti mobil, rumah, atau kebutuhan keuangan seperti biaya pendidikan, pensiun dan lainnya. Atau, bisa juga sejumlah uang seperti Rp100 juta. 

2. Kenali profil risiko

Setelah tahu tujuan, kamu juga harus mempertimbangkan risiko sesuai dengan karakter kamu. Bisakah kamu menerima perubahan dramatis dalam nilai portofolio? Atau, apakah investasi konservatif lebih cocok buat kamu? 

Buat investor pemula sebaiknya pilih investasi yang konservatif dulu dengan risiko rendah. Lalu, perlahan-lahan bisa menaikkan profil risiko dengan memilih instrumen dengan risiko moderat. 

3. Pilih reksa dana yang sesuai

Bila kamu yang masih pemula, sebaiknya pilih investasi dengan risiko rendah seperti reksa dana pasar uang, yang isi portofolionya adalah deposito dan instrumen pasar uang.

Namun, buat yang sudah paham tentang risiko ini, bisa naik kelas demi mendapatkan potensi return lebih di reksa dana pendapatan tetap. Salah satu contoh produknya adalah STAR Stable Income Fund

Beli STAR Stable Income Fund

4. Baca dan riset

Sebelum mempercayakan dana kamu untuk dikelola manajer investasi dalam produk reksa dana, ketahuilah apa isi portofolionya. Selalu baca prospektus dan fund fact sheet (laporan bulanan) reksa dana sebelum membeli. 

Selain itu, riset juga rekam jejak manajer investasi dan bagaimana mereka mengelola dana. Kinerja di masa lalu bisa memberi gambaran tentang cara manajer investasi mengelola dana, meski bukan jaminan kinerja di masa depan. 

5. Mulailah dengan modal kecil

Namanya juga masih pemula, sehingga masih perlu melihat dahulu bagaimana hasil dari investasi. reksa dana bisa dipilih karena modal untuk masuknya sangat rendah, dan bisa mendapat potensi imbal hasil yang sama dengan investor bermodal besar. Selain itu, dengan modal kecil, risiko kehilangan juga tidak terlalu besar dan tidak membuat kamu baper.

Sebagai contoh, reksa dana STAR Stable Income Fund bisa dibeli dengan modal mulai Rp10.000 saja. Kalau kamu sudah bisa merasakan bagaimana keuntungan dari reksa dana, kami bisa secara bertahap menambah modal kamu yang bisa mendorong potensi keuntungan lebih besar lagi. 

STAR Stable Income Fund Jadi Pilihan

Kamu investor pemula dan mau mencoba produk stabil untuk jangka waktu menengah? STAR Stable Income Fund bisa menjadi pilihan buat kamu. 

Reksa dana pendapatan tetap yang dikelola oleh manajer investasi Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM) ini bertujuan untuk mengupayakan tingkat pertumbuhan yang stabil dan berkesinambungan dengan tingkat risiko yang terukur untuk melindungi modal Pemegang Unit Penyertaan.

Per Agustus 2023, komposisi portofolio dalam reksa dana ini adalah 82,87% di obligasi. Sementara itu, 17,13% dari portofolio reksa dana berinvestasi pada kas dan deposito.

Dari sisi kinerja, reksa dana ini menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Selama setahun terakhir (per 5 September 2023), STAR Stable Income Fund mencatat return 7,32%.

Lalu, apa yang menopang kinerja reksa dana ini? Menurut fund fact sheet reksa dana per Agustus 2023, berikut daftar 10 aset terbesar (top holdings) STAR Stable Income Fund: 

  • Deposito PT Bank Sahabat Sampoerna

  • Obligasi Berkelanjutan I SINAR MAS MULTIARTHA THP II TH 2020 SERI B

  • Obligasi Berkelanjutan II SINAR MAS MULTIFINANCE THP I TH 2020 SERI B

  • Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap I Tahun 2022 Seri A

  • Obligasi Berkelanjutan IV Indomobil Finance Tahap III Tahun 2022 Seri B

  • Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Tahap V Tahun 2023 Seri B

  • Obligasi Berkelanjutan VI Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2023 Seri B

  • Obligasi II Hino Finance Indonesia Tahun 2023 Seri B

  • Obligasi OKI PULP & PAPER MILLS II TH 2022 SERI B

  • Sukuk Mudharabah Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry I Tahun 2018 Seri B

Reksa dana pendapatan tetap ini mendapat kepercayaan investor yang cukup besar, terlihat dari pertumbuhan dana kelolaannya (asset under management/AUM) dalam sebulan terakhir. Per Agustus 2023, AUM reksa dana ini mencapai Rp3,2 triliun, naik sekitar 10% dibandingkan angka per akhir Juli 2023 sebesar Rp2,9 triliun. 

Temukan STAR Stable Income Fund sebagai produk eksklusif di super app Bareksa. Reksa Dana ini bisa dibeli dengan modal mulai Rp10.000 saja.

Beli STAR Stable Income Fund

(ADV | hm)

* * *

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.