Principal Islamic Equity Pendatang Baru, Reksadana Saham Syariah Dominasi Bareksa Barometer

Abdul Malik • 27 Jul 2023

an image
Ilustrasi Bareksa Barometer. (Shutterstock)

Dalam daftar top 5 reksadana saham unggulan Bareksa Barometer pekan ini, top 3 di antaranya diisi oleh reksadana saham syariah

Bareksa.com - Daftar reksadana unggulan dalam Bareksa Barometer pekan ini,  yang merupakan pekan terakhir Juli 2023 dan jelang pekan I Agustus, kembali kedatangan pendatang baru. Principal Islamic Equity Growth Syariah jadi pendatang baru dalam daftar reksadana saham unggulan dan lansung menempati posisi pertama dengan Barometer Point 4. 

Reksadana saham syariah kelolaan PT Principal Asset Management yang mengelola dana Rp104,46 miliar per Juni 2023 itu mencatatkan imbal hasil 4,18% setahun terakhir (per 26/7/2023). Reksadana ini mengalokasikan 83,91% dari portofolionya di saham, 7,87% di obligasi dan 8,22% di pasar uang. 

Uniknya dalam daftar top 5 reksadana saham unggulan Bareksa Barometer pekan ini, top 3 di antaranya diisi oleh reksadana saham syariah. Selain Principal Islamic Equity Growth, reksadana saham syariah lainnya ialah BNP Paribas Pesona Syariah dan Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A, yang masing-masing mencatat Barometer Point 4. 

BNP Paribas Pesona Syariah mencatatkan imbal hasil 4,05% dengan dana kelolaan Rp640,68 miliar dan Manulife Syariah Sektoral Amanah imbalannya masih negatif 0,59% dengan kelolaan Rp223,26 miliar per Juni 2023. Dua reksadana syariah tersebut masuk dalam daftar unggulan Bareksa Barometer pekan lalu seiring moncernya kinerja saham-saham syariah sektor energi yang jadi portofolionya. 

Posisi BNP Paribas Pesona Syariah dan Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A pekan ini juga melesat dari pekan lalu di posisi 3 dan 5. 

Baru di posisi keempat dan kelima dalam daftar reksadana saham unggulan Bareksa Barometer pekan ini diisi oleh reksadana saham konvensional yakni TRIM Kapital Plus dan Rencana Cerdas dengan kelolaan masing-masing Rp168,59 miliar dan Rp107,3 miliar dan imbal hasil 11,74% dan 12,47%.

Beli Reksadana di Sini

Beli TRIM Kapital Plus di Sini

Top 5 Reksadana Saham Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Saham

Jenis 

Dana Kelolaan / AUM (Rp Miliar)

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun (%)

Principal Islamic Equity Growth Syariah

Syariah

104,46

4

4,18

BNP Paribas Pesona Syariah

Syariah

640,68

4

4,05

Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A

Syariah

223,26

4

-0,59

TRIM Kapital Plus

Konvensional

168,59

4

11,74

Rencana Cerdas

Konvensional

107,3

4

12,47

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 26 Juli 2023

Dalam daftar reksadana indeks unggulan Bareksa Barometer pekan ini masih diisi oleh produk reksadana yang sama seperti pekan lalu. Danareksa Indeks Syariah jadi penghuni baru top 5 reksadana indeks unggulan Bareksa Barometer sejak pekan lalu yang bertahan di posisi 4. Reksadana kelolaan PT Danareksa Investment Management itu berada mencatat Barometer Point 4 dengan dana kelolaan Rp41,3 miliar per Juni 2023. 

Empat reksadana lainnya merupakan jenis konvensional yakni Avrist Indeks LQ45 bertahan di posisi 1 dengan Barometer Point 4,5, imbalan 3,6% setahun dan dana kelolaan Rp666,02 miliar per Juni 2023. Posisi kedua diisi oleh BNP Paribas Sri Kehati dengan Barometer Point 4 dan imbal hasil 16,66% dengan dana kelolaan Rp2,35 triliun, naik 1 peringkat dibandingkan pekan lalu.

Posisi ketiga Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A, turun 1 peringkat dari pekan lalu, dengan Barometer Point 4 dengan imbal hasil 15,93% dan dana kelolaan Rp743,7 miliar. Di posisi 5 ada Allianz SRI KEHATI Index Fund dengan Barometer Point 4, dana kelolaan Rp257,2 milar dan imbal hasil 15,35%. 

Beli Reksadana Avrist Indeks LQ45 di Sini​

Beli BNP Paribas Sri Kehati di Sini

Beli Reksadana Indeks Syailendra MSCI di Sini

Beli Allianz SRI KEHATI di Sini

Top 5 Reksadana Indeks Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Indeks

Jenis

Dana Kelolaan / AUM (Rp Miliar)

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun (%)

Avrist Indeks LQ45

Konvensional

666,021,642,981

4.5

3,6

BNP Paribas Sri Kehati

Konvensional

2,357,202,849,377

4

16,66

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A

Konvensional

743,788,657,145

4

15,93

Danareksa Indeks Syariah

Syariah

41,308,302,450

4

-2,86

Allianz SRI KEHATI Index Fund

Konvensional

257,266,211,236

4

15,35

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 26 Juli 2023

Reksadana pendapatan tetap yang mengisi top 5 unggulan Bareksa Barometer pekan ini masih diisi oleh produk yang sama dan posisinya juga tidak berubah dari pekan lalu. Allianz Fixed Income Fund 2 masih menempati posisi pertama dengan Barometer Point 4 dan imbal hasil 10,78% setahun. 

Kemudian Mandiri Investa Obligasi Seri II dengan dana kelolaan Rp612,6 miliar dengan imbal hasil 10,14% setahun, Manulife Obligasi Negara Indonesia Kelas A mengelolaa dana Rp4,9 triliun dengan imbalan 10,65% dan Majoris Sukuk Indonesia dengan dana kelolaan Rp362,7 miliar dengan return 7,82%. Terakhir Eastspring IDR Fixed Income Fund dengan kelolaan Rp5,8 triliun dan cuan 9,94% setahun. 

Allianz Fixed Income, Mandiri Investa Dana Obligasi, Manulife Obligasi Negara II dan Majoris Sukuk Negara sama-sama meraih Barometer Point 4. Sedangkan Eastpring IDR Fixed Income mencatat Barometer Point 3,5. 

Beli Allianz Fixed Income di Sini

Beli Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II di Sini

Beli Manulife Obligasi Negara Indonesia II di Sini

Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis

Dana Kelolaan / AUM (Rp Miliar)

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun (%)

Allianz Fixed Income Fund 2

Konvensional

135,12

4

10,78

Mandiri Investa Dana Obligasi Seri II

Konvensional

612,61

4

10,14

Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A

Konvensional

4.979,12

4

10,65

Majoris Sukuk Negara Indonesia

Syariah

362,72

4

7,82

Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A

Konvensional

5.892,2

3.5

9,94

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 26 Juli 2023

Beli Schroder Dana Terpadu II di Sini

Beli Schroder Syariah Balanced Fund di Sini

Beli Schroder Dynamic Balanced di Sini

Kemudian reksadana campuran yang mengisi daftar top 5 unggulan Bareksa Barometer pekan ini masih diisi oleh produk reksadana yang sama dengan posisi tidak berubah dibandingkan pekan lalu. Secara berurutan posisi 1-5 yakni Schroder Dana Terpadu II, Schroder Dynamic Balanced Fund, Schroder Syariah Balanced Fund, Sucorinvest Citra Dana Berimbang dan Setiabudi Dana Campuran. 

Top 5 Reksadana Campuran Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Campuran

Jenis

Dana Kelolaan / AUM (Rp Miliar)

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun (%)

Schroder Dana Terpadu II

Konvensional

664,513,187,325

4.5

13,46

Schroder Dynamic Balanced Fund

Konvensional

80,078,084,847

4

15,28

Schroder Syariah Balanced Fund

Syariah

105,288,144,286

3.5

6,38

Sucorinvest Citra Dana Berimbang

Konvensional

205,418,006,277

3.5

12,26

Setiabudi Dana Campuran

Konvensional

59,181,271,634

3.5

9,49

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 26 Juli 2023

Senada, daftar reksadana pasar uang dalam daftar unggulan Bareksa Barometer juga masih diisi oleh produk reksadana yang sama, namun terjadi pergeseran posisi. Di antaranya Capital Sharia Money Market pekan ini naik 1 peringkat jadi di posisi 1 dengan Barometer Point 4,5 dan imbal hasil 4,28%. Sebaliknya, Capital Money Market Fund turun 1 peringkat jadi di posisi 2 dengan Barometer Point 4,5 dan imbalan 4,77%. 

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia naik 2 peringkat ke posisi 3 pekan ini dengan Barometer Point 4,5 dan imbal hasil 4,3%. Selanjutnya STAR Money Market Kelas Utama yang bertahan di posisi 4 dengan Barometer Point 4 dan imbal hasil 4,37% dan Mega Dana Kas yang turun 2 peringkat ke posisi 5 dengan point 4 dan imbalan 4,44%.

Beli Capital Money Market Fund di Sini

Beli Majoris Pasar Uang Syariah di Sini

Beli STAR Money Market di Sini

Top 5 Reksadana Pasar Unggulan Bareksa Barometer

Reksadana Pasar Uang

Jenis

Dana Kelolaan /AUM (Rp Miliar)

Barometer Point

Imbal Hasil 1 Tahun (%)

Capital Sharia Money Market 

Syariah

50,064,578,935

4.5

4,28

Capital Money Market Fund

Konvensional

333,023,814,885

4.5

4,77

Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia

Syariah

228,278,384,826

4.5

4,3

STAR Money Market Kelas Utama

Konvensional

138,824,202,374

4

4,37

Mega Dana Kas

Konvensional

373,650,326,033

4

4,44

Sumber : Tim Analis Bareksa, kinerja per 26 Juli 2023

Beli Reksadana di Sini

Apa yang Baru dari Bareksa Barometer?

Apa inovasi terbaru yang diterapkan Bareksa Barometer dalam menilai produk reksadana? Berbeda dengan metode sebelumnya, kini Tim Analis Bareksa memaksimalkan penilaian Bareksa Barometer dari sisi momentum pergerakan pasar. 

Model baru ini dipilih karena Tim Analis Bareksa mempertimbangkan beberapa peristiwa penting yang sangat berdampak ke pasar modal. Di antaranya beberapa kasus di industri pasar modal, pandemi Covid-19, hingga ancaman resesi global akibat kenaikan agresif suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Akibat beberapa peristiwa itu, pergerakan pasar saham dan obligasi menjadi sangat fluktuatif dan bergejolak, sehingga membuat investor ragu untuk berinvestasi ke aset yang lebih berisiko atau produk selain reksadana pasar uang. 

Padahal, dengan strategi dan momentum yang tepat, dinamika pasar itu justru bisa dimanfaatkan untuk meraih cuan secara optimal. Karena itulah, Tim Analis Bareksa menyesuaikan model penilaian Bareksa Barometer guna menangkap peluang tersebut. 

Meski begitu, penilaian dari sisi tata kelola yang baik (GCG) tidak mengalami perubahan dalam metode penilaian Bareksa Barometer.

Beli Reksadana di Sini

(Romainah/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.