Kelolaan Industri Reksadana Nasional per Februari 2023 Capai Rp509,37 Triliun

Hanum Kusuma Dewi • 09 Mar 2023

an image
Ilustrasi kelolaan industri reksadana yang ditampilkan dengan gambar koin, dan grafik pertumbuhan nilai aktiva bersih. (Shutterstock)

Meski secara bulanan turun, nilai aktiva bersih reksadana per Februari naik dibandingkan dengan akhir 2022

Bareksa.com - Bagi industri reksadana nasional, bulan Februari tidak banyak perubahan dari segi nilai aktiva bersih (NAB) atau yang sering disebut sebagai dana kelolaan. Kelolaan reksadana secara industri terkoreksi tipis 0,66% sepanjang Februari 2023, meski beberapa jenis reksadana mengalami pertumbuhan. 

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NAB reksadana mencapai Rp509,37 triliun per akhir Februari 2023. Angka tersebut turun 0,66% atau Rp3,39 triliun dibandingkan Rp512,76 triliun per akhir Januari 2023. 

Meski turun secara bulanan, jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu NAB industri reksadana masih ada sedikit peningkatan 0,23% dari Rp508 triliun per akhir Desember 2022. 

Baca juga Kelolaan Industri Reksadana Januari 2023 Naik Rp4,57 Triliun, Ditopang Pendapatan Tetap

Tabel Kelolaan Reksadana per Jenis Februari vs. Januari 2023

Jenis Reksadana

Dana Kelolaan (Rp Triliun)

Pertumbuhan

Februari 2023

Januari 2023

Nilai Rp Triliun

Persentase

Reksadana Terproteksi

103,88

100,22

3,67

3,53%

Reksadana Saham

108,42

110,64

-2,21

-2,04%

Exchanged Traded Fund

14,59

14,34

0,25

1,69%

Reksadana Pendapatan Tetap

141,93

143,34

-1,41

-0,99%

Reksadana Global

13,96

13,88

0,08

0,55%

Reksadana Indeks

13,72

13,37

0,35

2,53%

Reksadana Campuran

24,39

23,15

1,24

5,07%

Reksadana Pasar Uang

82,93

88,67

-5,74

-6,92%

Reksadana Sukuk

5,55

5,15

0,40

7,21%

TOTAL

509,37

512,76

-3,39

-0,66%

Secara lebih rinci, tiga jenis reksadana, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham, mengalami penurunan sehingga menyeret kinerja industri. Di sisi lain, 6 dari 9 jenis reksadana yang tercatat di OJK untuk dijual ke publik ini justru mengalami peningkatan. 

Penurunan terbesar terjadi pada NAB reksadana pasar uang secara industri yang turun Rp5,74 triliun atau 6,92% menjadi Rp82,93 triliun. Kemudian, kelolaan reksadana saham juga turun 2,04% atau Rp2,21 triliun menjadi Rp108,42 triliun per akhir Februari 2023. Selanjutnya, kelolaan reksadana pendapatan tetap turun, 0,99% atau 1,41% ke Rp141,93 triliun. 

Sementara itu, kenaikan tertinggi secara nilai terjadi pada dana kelolaan reksadana terproteksi yang naik 3,53% atau Rp3,67 triliun sepanjang Februari 2023. Adapun secara persentase, kenaikan tertinggi terjadi pada jenis reksadana sukuk yang naik 7,21% atau sekitar Rp400 triliun ke Rp5,55 triliun per akhir Februari 2023.

Sebagai informasi, Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) mencerminkan jumlah nilai aset yang dikelola dalam reksadana. Biasa disebut sebagai dana kelolaan, NAB tidak hanya dipengaruhi oleh kepercayaan investor untuk menaruh dana mereka di reksadana, tetapi juga performa atau kinerja pengelolaan investasi. 

Baca juga : Pasar Bergejolak Akibat Pidato Powell, Reksadana Berbasis Obligasi Korporasi Prospektif

Raih Financial Freedom dengan Investasi di Reksadana, Klik di Sini

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas,klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.