IHSG Anjlok, Sucorinvest Money Market Fund dan Capital Money Market Fund Masih Cuan

Abdul Malik • 22 Aug 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang. (Shutterstock)

Sucorinvest Money Market Fund dan Capital Money Market Fund mencetak imbal hasil 4,81 persen dan 4,46 persen setahun

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 19 Agustus 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 6,48%
Indeks Reksadana Saham : 4,9%
Sucorinvest Maxi Fund : 10,46%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 3,06%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 5,92%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 3,06%
Sucorinvest Flexi Fund : 9,2%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,91%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,04%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 1,38%
TRAM Strategic Plus : 2,9%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 1%
Majoris Sukuk Negara Indonesia : 1,83%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,29%
Cipta Dana Cash : 0,45%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,25%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,31%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 19 Agustus 2022 turun 0,2% ke level 7.172,43. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 19/08/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,1% pada 19 Agustus 2022. 

Di tengah melemahnya IHSG, ​reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan untuk investasi jangka pendek dan diversifikasi portofolio. Reksadana pasar uang berisikan instrumen pasar uang yang terbilang stabil, seperti deposito bank dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun.

Di aplikasi super app investasi Bareksa terdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak imbal hasil 4,81% dan 4,46% dalam setahun terakhir. Dua reksadana itu ialah Sucorinvest Money Market Fund dan Capital Money Market Fund.

Reksadana Sucorinvest Money Market Fund yang di kelola oleh PT Sucorinvest Asset Management, mencatatkan cuan 4,81% setahunBerdasarkan  fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi MFIN04ACN4, Obligasi OPPM02A, Obligasi PNMP04ACN2, Obligasi PPGD05ACN1, Obligasi SMMA02ACN1, deposito Bank Jabar BJB, deposito BPD Sumsel Balbel, deposito PT Bank Mega Tbk, deposito PT Bank MNC Internasional Tbk, dan deposito PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sedangkan reksadana Capital Money Market Fund yang dikelola oleh PT Capital Asset Management, mencatatkan cuan 4,46% setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah deposito BPD Sulawesi Utara, deposito Bank Aladin Syariah, deposito Bank Neo Commerce Tbk, deposito Bank Nobu Tbk, deposito Bank Panin Syariah Tbk, deposito Bank Sampoerna, deposito Bank Victoria Syariah, Obligasi Subordinasi Bank Capital II Tahun 2015, Obligasi Berkelanjutan II MCN Kapital Indonesia Tahap I Tahun 2018, dan Obligasi Berkelanjutan IV PNM Tahap I Tahun 2021 seri A.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.