Indeks Saham Melemah, Cuan Reksadana Pasar Uang Sucor dan Capital AM Masih Stabil

Sucorinvest Money Market Fund dan Capital Money Market Fund mencetak imbal hasil 2,8% dan 2,67% sepanjang tahun berjalan
Hanum Kusuma Dewi • 11 Aug 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang yang stabil terus bertumbuh di tengah gejolak pasar. (shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 10 Agustus 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 5,13%
Indeks Reksadana Saham : 5,24%
Sucorinvest Maxi Fund : 10,34%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 4,27%
TRIM Syariah Saham : 7,71%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 3,05%
Sucorinvest Citra Dana Berimbang : 9,33%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 3,5%
Schroder Syariah Balanced Fund : 2,24%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,57%
TRAM Strategic Plus : 1,73%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,34%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,62%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,2%
Cipta Dana Cash : 0,44%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,2%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,35%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 10 Agustus 2022 turun 0,23% ke level 7.086,24. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 10/08/2022 pukul 17:00 WIB), benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,2% pada 10 Agustus 2022.

Di tengah melemahnya IHSG, ​reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan untuk investasi jangka pendek dan diversifikasi portofolio. Reksadana pasar uang berisikan instrumen pasar uang yang terbilang stabil, seperti deposito bank dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun.

​Di aplikasi marketplace reksadana Bareksa terdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,8% dan 2,67% sejak awal tahun hingga 10 Agustus 2022 (year to date). Dua reksadana itu ialah Sucorinvest Money Market Fund dan Capital Money Market Fund.

Reksadana Sucorinvest Money Market Fund mencetak return 2,8% secara year to date. Berdasarkan  fund fact sheet periode Juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi MFIN04ACN4, Obligasi OPPM02A, Obligasi PNMP04ACN2, Obligasi PPGD05ACN1, Obligasi SMMA02ACN1, deposito TD BANK JABAR BJB, TD BPD SUMSELBABEL, TD PT BANK MEGA Tbk, TD PT BANK MNC INTERNASIONAL Tbk, dan TD PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

Sedangkan reksadana Capital Money Market Fund mencetak return 2,67% secara year to date​. Berdasarkan fund fact sheet periode juli 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Deposito BPD Sulawesi Utara, Deposito Bank Aladin Syariah, Deposito Bank Neo Commerce Tbk, Deposito Bank Nobu Tbk, Deposito Bank Panin Syariah Tbk, Deposito Bank Sampoerna, Deposito Bank Victoria Syariah, Obligasi Subordinasi Bank Capital II Thn 2015, Obligasi Bkljt II MCN Kapital Indonesia Thp I Th 2018, dan Obligasi Bkljt IV PNM Thp I Th 2021 seri A.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.