Reksadana Campuran Ini Cuan 54 Persen Tiga Tahun, Apa Rahasianya?

Hanum Kusuma Dewi • 27 Jul 2022

an image
Ilustrasi grafik pergerakan harga saham yang naik dengan panah hijau ke atas yang menggambarkan kinerja investasi termasuk reksadana. (shutterstock)

Trimegah Balanced Absolute Strategy mengambil kebijakan investasi fleksibel di kondisi pasar apapun

Bareksa.com - Isu resesi global menghantui pasar keuangan saat ini. Namun, masih ada produk reksadana yang masih bisa meraih keuntungan menarik dengan pengelolaan fleksibel, yang bisa menjadi pilihan bagi investor untuk jangka panjang. 

Produk reksadana dimaksud adalah reksadana campuran Trimegah Balanced Absolute Strategy (BASTRA) yang dikelola oleh Trimegah Asset Management. Dalam tiga tahun terakhir, reksadana campuran ini mencetak imbal hasil (return) sebesar 54,06 persen (per 26 Juli 2022). 

Grafik Pertumbuhan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Trimegah Balanced Absolute Strategy 3 Tahun

Sumber: Bareksa.com

Menariknya reksadana campuran ini memiliki kebijakan pengelolaan yang fleksibel untuk mengoptimalkan imbal hasil (return) di setiap kondisi pasar. Sebab, manajer investasinya bisa mengalokasikan aset di kelas saham, obligasi dan pasar uang atau kas dengan mengacu pada tingkat suku bunga deposito 6 bulan ditambah target return 5 persen. 

Gabrielia Widya, Intermediary Sales Trimegah Asset Management, menjelaskan bahwa volatilitas yang ada di pasar belakangan ini cukup rumit, sehingga menyulitkan investor yang tidak punya waktu untuk menyesuaikan investasi dengan kondisi market. Sebagai solusinya, reksadana campuran bisa jadi pilihan investor di tiap kondisi pasar. 

"Market timing might not be for everyone. Kita punya produk BASTRA yang fleksibel dalam alokasi aset. Sebab, produk ini menggunakan benchmark absolut yaitu rata-rata deposito 6 bulan dengan target return plus 5 persen," ujar Gabrielia dalam BareksaTalk yang disiarkan dalam Instagram Live Bareksa, Selasa 26 Juli 2022. 

Maksudnya, reksadana campuran ini tidak mengikuti volatilitas dari indeks saham atau indeks obligasi yang mengharuskan portofolionya berisikan dua instrumen tersebut. Namun, BASTRA mengacu pada pasar uang yang secara umum stabil untuk terus naik, tetapi ditambah target imbal hasil dari saham dan obligasi yang lebih tinggi. 

Maka dari itu, ketika pasar saham yang tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun, reksadana campuran ini tidak serta merta ikut turun karena fund manajer bisa mengalokasikan portofolio lebih banyak di aset dengan risiko rendah yaitu pasar uang atau kas. Gabrielia, yang biasa disapa Gaby, mencontohkan kinerja produk BASTRA di saat awal pandemi yang masih bertahan karena memegang alokasi kas besar. 

"Saat awal pandemi di 2020, Strategi BASTRA lebih defensif dengan mengurangi porsi saham, sehingga cash level di Maret 2020 mencapai 46 persen, bahkan pada September mencapai 59 persen. Hal ini tidak bisa diaplikasikan pada reksadana saham atau reksadana berbasis obligasi. Sementara pada 2021, saat pemulihan ekonomi berjalan, BASTRA lebih agresif dengan porsi saham lebih dari 50 persen," jelas Gaby. 

Dengan pengelolaan ini, terbukti reksadana campuran tersebut dapat menghasilkan kinerja positif secara tahunan sejak 2019 hingga 2021. Return tahunan tertinggi dicatat pada 2021 yang saat itu BASTRA tumbuh 24,58 persen, sementara IHSG naik 10,08 persen dan Indeks Obligasi (Bindo Index) naik 5,43 persen. Adapun benchmark (rata-rata deposito 6 bulan plus 5 persen) hanya sebesar 8,15 persen. 

Bahkan, sejak peluncurannya pada 25 April 2019 hingga Juni 2022, reksadana campuran ini membukukan kinerja 64,09 persen, superior dibandingkan benchmark, IHSG dan Bindo Index. 

Grafik Kinerja BASTRA dibandingkan IHSG, Indeks Obligasi dan Benchmark

Sumber: Trimegah AM

Gaby menambahkan bahwa reksadana campuran ini cocok untuk investor yang tidak sempat memantau pergerakan pasar untuk memilih kelas aset investasi terbaik. Sebab, manajer investasi akan secara otomatis melakukan penyeimbangan (auto-rebalance) dengan kondisi ekonomi dan market. 

"Kita suggest BASTRA untuk smart investor yang punya goals jangka menengah hingga panjang sehingga hasilnya optimal. Buktinya sudah terlihat secara historis," jelas Gaby. 

Baca juga Indeks Saham Potensi Naik 10% Meski Resesi Global, Cari Cuan di Reksadana Ini

Strategi di Tengah Fluktuasi

Di tengah fluktuasi pasar saat ini, strategi manajer investasi BASTRA adalah menaikkan porsi kas di kisaran 20-30 persen portofolio untuk persiapan masuk ke saham saat harga murah. Saham-saham yang menjadi incaran termasuk saham kapitalisasi besar (big caps) dari sektor perbankan, infrastruktur dan telekomunikasi yang harganya sedang terkoreksi tapi memiliki katalis cukup baik ke depan. 

Untuk porsi obligasi dalam portofolio BASTRA saat ini di kisaran 30 persen, yang dibagi menjadi 15 persen di obligasi korporasi dan 15 persen di Surat Berharga Negara (SBN). 

Grafik Alokasi Aset BASTRA

Sumber: Trimegah AM

Meskipun secara historis reksadana campuran ini dapat mencatat kinerja positif dan mengalahkan Indeks Saham serta Obligasi, tentu masih ada risikonya. Sebab, pergerakan kinerja tersebut dipengaruhi oleh pasar baik pasar saham dan obligasi yang masuk dalam portofolio reksadana. 

"Disclaimer, kita tidak pernah menjanjikan positive return, karena itu dipengaruhi oleh market. Kinerja ini bergantung pada pengelolaan manajer investasi untuk rebalancing portofolio, seberapa fleksibel dan agile reksadana ini," jelasnya. 

Sebagai penutup, Gaby berpesan pada investor untuk tetap berinvestasi terlepas apapun kondisi pasarnya. Sebab, kunci sukses investasi adalah konsistensi untuk terus berinvestasi demi mencapai tujuan keuangan. 

Baca juga Beli Produk Reksadana Trimegah di Bareksa, Raih Cashback Rp50 Ribu

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.