Agar Tak Boros, Ini Cara Atur Keuangan dengan Metode 50-30-20

Salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Times, Elizabeth Warren mempopulerkan metode ini pertama kali
Abdul Malik • 17 Jun 2022
cover

Ilustrasi cara mengatur keuangan dengan metode 50-30-20. (Shutterstock)

Bareksa.com - Memiliki gaji bulanan yang besar mungkin hampir menjadi impian setiap orang. Apalagi dengan berbagai kebutuhan yang terus meningkat, sementara jika pendapatan justru tidak bertambah sesuai dengan yang diharapkan maka bisa menimbulkan masalah keuangan.

Namun bagi kamu yang mungkin belum memiliki pendapatan yang cukup tak perlu berkecil hati, karena kita bisa menyikapinya dengan mengatur keuangan sebaik mungkin. Kamu perlu cermat mengatur gaji bulanan agar tidak tergoda berhutang, apalagi untuk kebutuhan sekunder yang kurang penting.

Sebenarnya besar atau kecilnya gaji tidak menjamin kebahagiaan seseorang dan tercukupinya segala kebutuhan hidupnya. Persoalan utama ada pada bagaimana kamu mampu bersyukur dan mengelola keuangan dengan sebaik mungkin. Karena ada saja orang yang gajinya ratusan juta setiap bulan, namun tetap saja masih mengeluh kurang. 

Padahal, gaji Rp 4 juta hingga Rp 5 juta pun sebenarnya tetap bisa tenang jika kamu bisa mengatur keuangan dengan baik. Agar hasil jerih payah dan keringatmu tidak “numpang lewat” begitu saja setiap bulannya, kamu harus pintar-pintar dalam menyisihkan gaji untuk ditabung. Tapi, apakah kamu sudah tahu bagaimana cara menghitung besaran yang harus masuk tabungan? 

Gunakan Metode 50-30-20

Metode 50/30/20 menjadi salah satu cara ampuh untuk mengatur keuangan bulanan agar tidak boros. Seringkali, orang-orang mengeluarkan banyak uang hingga lupa memenuhi kebutuhan pokok. Alokasi gaji yang belum tepat dapat membuat orang kesulitan dana mengatur keuangan. Untuk itu, kamu harus memilih cara mengatur keuangan yang cocok.

Salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Times, Elizabeth Warren mempopulerkan metode ini pertama kali. Atur penghasilan dengan metode 50-30-20 ini mudah dilakukan oleh semua orang dari berbagai kalangan. Mulai dari orang berpenghasilan tinggi sampai orang dengan gaji minim. Oleh sebab itu, metode ini bisa menjadi alternatif dalam perencanaan keuangan.

Sederhananya, metode 50-30-20 ini akan mengalokasikan pendapatan anda sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk memenuhi keinginan pribadi, dan 20 persen lainnya disisihkan untuk tabungan.

Secara lebih terstruktur, cara kerja metode budgeting gaji 50-30-20 ini dapat Anda realisasikan sebagai berikut :

1. Alokasi 50 Persen Gaji untuk Kebutuhan Pokok

Sebagian besar penghasilanmu harus mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari. Untuk itu, kamu harus mengalokasikan 50 persen penghasilan untuk membeli bahan makanan, alat mandi, biaya listrik, pulsa, obat-obatan, biaya transportasi, asuransi, dan sebagainya. Pastikan kamu menghitung 50 persen dari penghasilan bersih setiap bulan. Agar lebih optimal, kamu bisa membuat daftar pengeluaran setiap bulan sehingga tidak mengalami overspending. 

Misalkan penghasilanmu Rp4 juta, maka kamu bisa mengalokasikan Rp2 juta untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut. Dalam hal ini, kamu harus mengenali prioritas pos pengeluaran dan mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

2. Alokasi 30 Persen Gaji untuk Keinginan

Selanjutnya, kamu bisa mengalokasikan 30 persen gaji untuk kebutuhan hiburan atau hal-hal yang kamu inginkan. Misalnya, langganan layanan streaming film, jalan-jalan, staycation, belanja, dan sebagainya. Semua orang butuh self reward juga, bukan? Nah, kamu bisa mengalokasikan 30 persen penghasilan untuk memenuhi keinginanmu sebagai bentuk self reward! Kategori ini mencakup pengeluaran sekunder atau tersier di luar kebutuhan pokok setiap bulan.

3. Alokasi 20 Persen Gaji untuk Tabungan dan Investasi

Kegiatan menabung dan investasi menjadi bagian penting dalam mengatur keuangan. Untuk menyimpan dana darurat, kamu bisa alokasikan ke rekening khusus sehingga dapat mempesiapkan dana di situasi tak terduga. 

Di samping menabung, investasi dapat mengoptimalkan penghasilanmu untuk mempersiapkan tujuan finansial di masa yang akan datang. Misalnya, kamu ingin mempersiapkan biaya nikah, beli rumah, beli kendaraan, dana pensiun dan sebagainya. 

Seringkali, orang mengalokasikan sebagian penghasilan ke dalam instrumen investasi berisiko rendah seperti reksadana. Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan finansial, dan jangka waktu investasi agar bisa mendapatkan imbal hasil optimal.

Selain reksadana, emas batangan atau logam mulia juga bisa dipertimbangkan untuk investasi dengan tujuan jangka panjang. Kemudian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel bisa dipilih untuk mendiversifikasi investasi karena menawarkan imbalan yang menarik, juga aman karena 100 persen kupon dan pokoknya dijamin oleh negara.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.