Indeks Saham Melemah, Cuan Reksadana Pendapatan Tetap Masih Mantap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund mencatat imbalan 2,57 dan 2,43 persen sepanjang tahun berjalan
Abdul Malik • 24 May 2022
cover

Ilustrasi kinerja reksadana pendapatan tetap yang terus bertumbuh di tengah gejolak pasar saham dan obligasi. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 23 Mei 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -5,33 persen
Indeks Reksadana Saham : -3,65 persen
Sucorinvest Maxi Fund : 0,71 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,75 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 2,02 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -2,05 persen
STAR Balanced : 1,06 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,82 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -0,89 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,95 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,58 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -1,15 persen
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,47 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,19 persen
Capital Money Market Fund : 0,42 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,24 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,33 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 23 Mei 2022 turun 1,12 persen ke level 6.840,77. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 23/05/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat turun ke level 7,2 persen pada 23 Mei 2022.

Di tengah melemahnya IHSG, beberapa produk ​reksadana pendapatan tetap masih terus bertumbuh dan mencatatkan kinerja mantap. ​Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang baik obligasi negara maupun obligasi korporasi.

Di aplikasi marketplace reksadana Bareksa terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,57 persen dan 2,43 persen sejak awal tahun hingga 23 Mei 2022 (year to date). Dua reksadana itu adalah reksadanaSyailendra Pendapatan Tetap Premium dan Sucorinvest Stable Fund

Reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencetak return 2,57 persen secara year to dateBerdasarkan fund fact sheet periode April 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah BBKP03ASBCN1,  FR0063, INKP01BCN3, JSMR02ACN1, saham Link Net Tbk (LINK), LPPI01BCN2, MDKA03BCN1, TDP-VICSEN, dan WSKT03BCN1.

Sedangkan ​reksadana Sucorinvest Stable Fund mencetak return 2,43 persen secara year to date. Berdasarkan fund fact sheet periode April 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi BAFI01CN5, Obligasi BCOM01, Obligasi BIIF03CN2, Obligasi IMFI04BCN3, Obligasi INKP01BCN3, Obligasi LPPI01BCN2, Obligasi MDKA03BCN1, Obligasi MFIN04BCN4, Obligasi PNMP04ACN2, dan Obligasi SMII02ACN5.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.