Top 5 Manajer Investasi dengan Kelolaan Reksadana Saham Syariah Terbesar April 2022

BNP AM bertahan menempati posisi pertama manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar
Hanum Kusuma Dewi • 19 May 2022
cover

Ilustrasi daftar top 5 manajer investasi juara dana kelolaan reksadana, unit penyertaan dan reksadana imbalan tertinggi. (Shutterstock)

Bareksa.com - ​Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2022 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kelolaan reksadana saham syariah mencapai Rp25,61 triliun per akhir April 2022. 

Angka kelolaan reksadana saham syariah tersebut tumbuh 18 persen secara tahunan atau year to year/YOY. Namun, sepanjang tahun berjalan/YTD dan bulanan/MOM, kelolaan reksadana saham syariah terkoreksi masing-masing 1 persen dan 2 persen.

Di sisi lain, jumlah unit penyertaan reksadana saham syariah pada April 2022 semakin bertambah baik secara MOM, YTD, maupun YOY yakni masing-masing naik 1 persen, 2 persen, dan 6 persen. Unit penyertaan reksadana saham syariah pada bulan lalu 12,70 miliar unit.

Baca juga Pasar Saham Turbulensi Hebat Sepekan, Ini Top 10 Reksadana yang Bertahan Cuan

Manajer Investasi Juara Dana Kelolaan

Berikut daftar nama 5 top manajer investasi (MI) yang menjuarai dana kelolaan reksadana saham syariah pada April 2022 :

1. BNP Paribas Asset Management

BNP AM tercatat bertahan pada posisi pertama daftar manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar, yang pada April 2022 mencapai Rp6,60 triliun. Pangsa pasar reksadana saham syariah yang dikuasai BNP AM tercatat 26 persen.

Dana kelolaan reksadana saham syariah BNP AM tercatat naik 6 persen secara YTD dan melesat 92 persen secara YOY.

2. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Posisi kedua masih ditempati Manulife AM atau MAMI. Dana kelolaan reksadana saham syariah Manulife AM pada bulan lalu Rp6,03 triliun. Manulife AM menguasai pangsa pasar reksadana saham syariah 24 persen.

3. Schroders Indonesia

Schroder Investment Management Indonesia juga tercatat bertahan di posisi 3 sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar pada bulan lalu. Dana kelolaan reksadana saham syariah Schroders Indonesia tercatat Rp2,24 triliun pada April 2022.

Pangsa pasar reksadana saham syariah Schroders Indonesia 9 persen, dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana saham syariah naik 101 persen YOY.

4. Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Sementara itu Batavia PAM berhasil naik satu peringkat jadi menempati posisi ke-4. Dana kelolaan reksadana saham syariah Batavia PAM pada bulan lalu Rp1,82 triliun. Pangsa pasar reksadana saham syariah yang dikuasai Batavia PAM 7 persen, dengan pertumbuhan dana kelolaan 11 persen secara MOM, 57 persen secara YTD, dan 262 persen secara YOY.

5. Mandiri Manajemen Investasi

Mandiri Investasi turun satu peringkat jadi menempati posisi 5 MI dengan dana kelolaan reksadana saham syariah terbesar, yakni mencapai Rp1,78 triliun pada bulan lalu. Mandiri Investasi menguasai pangsa pasar reksadana saham syariah 7 persen pada April 2022.

Daftar 20 MI juara kelolaan reksadana saham syariah pada April 2022

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report April 2022

Sebagai catatan, dana kelolaan tidak mencerminkan kinerja produk reksadana tetapi bisa menjadi satu indikator kepercayaan investor untuk menaruh dana dalam produk reksadana atau manajer investasi tersebut.

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report April 2022. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

Baca juga Promo Bareksa OVO Ekstra Bantuin, Beli Reksadana Raih Cashback hingga Rp75 Ribu

(Martina Priyanti/Tim Data/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.