Bareksa Update : IHSG Bertahan di 6.500, Ini Reksadana Berkinerja Gemilang

Meskipun mengalami koreksi secara mingguan, namun IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.500
Abdul Malik • 08 Nov 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana yang terus bertumbuh, di tengah penurunan kinerja pasar saham yang tercermin dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Shutterstock)

Bareksa.com - Pekan pertama November 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di atas level psikologis 6,500. Dalam perdagangan yang berlangsung mulai dari 1 hingga 5 November 2021, indeks saham nasional hanya mampu berakhir di zona hijau sebanyak 2 kali, sementara 3 hari lainnya berakhir di zona merah.

Secara mingguan, IHSG mengakumulasi koreksi 0,15 persen ke level 6.581,79. Menurut analisis Bareksa, meskipun mengalami koreksi secara mingguan, namun IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.500 seiring masuknya aliran dana asing Rp387 miliar, meskipun diterpa berbagai isu dari luar negeri.

Perkembangan kasus Covid-19 dalam negeri yang konstan menunjukkan perbaikan, mendorong potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini turut menopang kinerja reksadana saham dan reksadana indeks atau index fund.

Meski begitu, pasar obligasi mengalami penguatan karena beberapa sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Keputusan Pemerintah untuk membatalkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) hingga akhir tahun, mendorong penguatan harga SBN.

Selain itu, penurunan imbal hasil (yield) acuan obligasi AS turut mempengaruhi pelemahan yield obligasi global, termasuk Indonesia. Hal tersebut menopang penguatan reksadana pendapatan tetap.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 05/11/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tetap di level 6,2 persen, pada 05 November 2021.

Di tengah pelemahan pasar saham dan penguatan pasar obligasi, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa menimbang beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks atau index fund yang berhasil mencatatkan kinerja gemilang berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 5 November 2021)

Reksadana Saham

Manulife Dana Saham Kelas A : 23,85 persen
BNP Paribas Pesona Syariah : 14,51 persen

Reksadana Indeks

BNP Paribas Sri Kehati : 12,99 persen
RHB SRI KEHATI Index Fund : 12,98 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

TRAM Strategic Plus : 7,5 persen
Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A : 6,02 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.