Ini Daftar Reksadana Saham Juara Imbalan Tertinggi Saat IHSG Terkoreksi

Berdasarkan top 10 imbal hasil (return) harian produk reksadana kemarin, 7 di antaranya diraih oleh produk reksadana saham
Abdul Malik • 22 Oct 2021
cover

ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri perdagangan Kamis (21/10/2021), pasar saham Indonesia mengalami koreksi di tengah tren positif dalam beberapa waktu terakhir, namun masih mampu bertahan di atas level psikologis 6.600.  Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,34 persen ke level 6.632,97.

Aktivitas perdagangan tergolong sangat ramai dengan nilai transaksi yang mencapai Rp20,31 triliun, di mana investor asing masih terlihat rajin dalam memborong saham Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp587,52 milar di pasar reguler.

Sejatinya sentimen yang hadir kemarin cukup positif, namun pelemahan IHSG kemarin cukup wajar mengingat sepanjang bulan ini indeks saham kebanggaan Tanah Air tersebut telah naik lumayan tinggi.

Dari luar negeri ada kabar dari Wall Street yang ditutup variatif pada perdagangan Rabu (20/10/2021). Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat 0,43 persen dan 0,37 persen, sementara Nasdaq Composite justru melemah tipis 0,05 persen.

Sentimen kedua datang dari Eropa dimana Inggris melaporkan data inflasi di bulan September tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya dan juga lebih rendah dari perkiraan analis.

Selanjutnya sentimen ketiga datang dari China, di mana perusahaan properti dengan utang terbesar di dunia - China Evergrande - dikabarkan telah membayar kupon obligasi dalam negeri yang jatuh tempo pada hari Selasa (19/10).

Sementara itu dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam pengumuman kebijakan moneternya memperkirakan transaksi berjalan di kuartal III 2021 akan mengalami surplus, sehingga bisa memperkuat fundamental Indonesia.

Reksadana Saham Dominasi Return Harian

Kondisi pasar saham Indonesia yang terkoreksi pada perdagangan kemarin, secara umum turut menekan kinerja reksadana saham yang memang mengalokasikan sedikitnya 80 persen portofolionya ke dalam aset berupa ekuitas tersebut.

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham dan indeks reksadana saham syariah kompak menorehkan penurunan masing-masing 0,58 persen.

Sumber: Bareksa

Namun menariknya, meskipun secara umum produk reksadana saham melemah, nyatanya masih ada beberapa produk reksadana saham yang mampu menorehkan kenaikan harian. Bahkan produk berbasis ekuitas ini mampu mendominasi kinerja positif pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan top 10 imbal hasil (return) harian produk reksadana yang tersedia di Bareksa pada perdagangan kemarin, 7 di antaranya diraih oleh produk reksadana saham, disusul 2 produk reksadana campuran, dan 1 produk reksadana pendapatan tetap.

Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana saham adalah reksadana yang mayoritas aset dalam portofolionya adalah instrumen aset saham atau efek ekuitas. Reksadana jenis ini berisiko berfluktuasi dalam jangka pendek tetapi berpotensi tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, reksadana saham yang agresif disarankan untuk investor dengan profil risiko tinggi dan untuk investasi jangka panjang (>5 tahun). Demi kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.